Pelajaran ‘Selalu Merasa Tak Puas’, Syuting Berkali-Kali demi Karya yang Akan Dikenang

Mereka menamakan programnya ‘Djati’ alias Djelajah Tanah Air. Konsisten, bila dilihat saat Ujian Tengah Semester mata kuliah Editing dan Pasca Produksi Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kelompok ini menampilkan olahraga ekstrim panjat tebing, kini ‘host yang belum pernah dipakai televisi manapun’ ini mengangkat permainan go kart di kawasan Pancoran.  Inilah buah kerja keras Ane Hindana, Eka Erviana, Bernadeta Andika, Nadina Sabila, Ousty Paskalis, Elvina Rosita, Veny Nindia, Emil Wiliam, Ananda Tri, Thesar Metta.

Tak sekadar main go kart, Emil dan Vina menunjukkan bagaimana cara menuju lokasi. Kritikan hadir karena cukup lama angle kamera mengambil Emil berjalan dari belakang. Meski sebenarnya mereka sempat juga ada visual host dari depan, tapi terlalu lama memaksa pemirsa menyaksikan ‘pantat’ jadi tak asyik. CG -character generator alias tulisan di layar untuk ‘guidance’ pemirsa- yang kurang juga menjadi nilai minus, akan lebih keren bila disertakan peta dari Tangerang atau Jakarta Pusat menuju kawasan Pancoran. Daripada sekadar ngomongin ‘jembatan busway yang panjang’ di Plaza Semanggi, cobalah menampilkan grafis peta atau insert video menunjukkan lokasi itu.

‘Element of surprise’ menjadi poin kuat, misalnya saat ‘magic’ Vina mengantarkan mereka melayang dari kemacetan Jakarta langsung menuju lokasi Speedy Karting di Hanggar, Pancoran.

Penyertaan video sejarah go kart yang visualnya diambil dari youtube juga menunjukkan adanya riset kuat dalam tayangan ini. Pemilihan tempat makan di Mix Dinner and Florist sebagai tempat yang ‘menjual’ keunikan, yakni menyajikan mie instan mirip bungkusnya, menjadi keunikan sekaligus sisi ‘strong’ karya ini. Ini juga buah dari kuatnya riset.

Masukan lain, belajarlah menghargai orisinalitas karya. Misalkan saat menyertakan musik latar ‘Hujan Gerimis’ dengan suara Benyamin Sueb dan Ida Royani, tulislah judul lagu dan siapa yang mempopulerkan karya itu. Untuk menjelaskan bagaimana aturan main, harga, dan durasi permainan go kart, sebaiknya disertakan grafis sebagai penunjang narasi.

O ya, belajar pulalah menyatakan kata dan kalimat dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Yang benar adalah, “Naik Transjakarta”, bukan “Naik Busway”. Busway adalah nama jalurnya, Transjakata merupakan nama busnya.

Behind The Scene

Menurut kelompok ini, ide atau konsep awal karya ini karena mengambil tema jalan-jalan ke tempat-tempat yang diangap gaul oleh anak Jakarta. “Hujan serta beberapa masalah teknis membuat pengambilan gambar harus dilakukan dalam beberapa hari,” kata Ananda Tri.

Di lokasi makan pun, kelompok ini melakukan lagi syuting ulang keesokan harinya, karena masalah cuaca dan latar yang terlalu gelap. Dalam sebuah karya yang menuntut kesempurnaan, tak jarang memang pengambilan gambar atau suara harus dilakukan berkali-kali.  Wajar saja, demi karya yang akan dikenang untuk waktu panjang.

Salut untuk ketekunan dan keseriusan serta perasaan ‘selalu tak puas’ yang membuat tim ini kembali dan kembali take ulang demi rasa perfectsionist dalam berkarya.

Masukan lain, belajarlah menghargai orisinalitas karya. Misalkan saat menyertakan musik latar ‘Hujan Gerimis’ dengan suara Benyamin Sueb dan Ida Royani, tulislah judul lagu dan siapa yang mempopulerkan karya itu. Untuk menjelaskan bagaimana aturan main, harga, dan durasi permainan go kart, sebaiknya disertakan grafis sebagai penunjang narasi.

Behind The Scene

Menurut kelompok ini, ide atau konsep awal karya ini karena mengambil tema jalan-jalan ke tempat-tempat yang diangap gaul oleh anak Jakarta. “Hujan serta beberapa masalah teknis membuat pengambilan gambar harus dilakukan dalam beberapa hari,” kata Ananda Tri.

Di lokasi makan pun, kelompok ini melakukan lagi syuting ulang keesokan harinya, karena masalah cuaca dan latar yang terlalu gelap. Dalam sebuah karya yang menuntut kesempurnaan, tak jarang memang pengambilan gambar atau suara harus dilakukan berkali-kali.  Wajar saja, demi karya yang akan dikenang untuk waktu panjang.

Salut untuk ketekunan dan keseriusan serta perasaan ‘selalu tak puas’ yang membuat tim ini kembali dan kembali take ulang demi rasa perfectsionist dalam berkarya.

This entry was posted in campus, journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s