Feature Sepakbola Jalanan Tanpa Gambar Menawan

Untuk menghasilkan paket berdurasi tayang hanya 2 hingga 3 menit, tak jarang sebuah tim liputan bekerja keras di lapangan selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari.

Kurang gigih. Dua hal itu tepat menggambarkan keseluruhan proses dan hasil karya tiga orang mahasiswa peserta ujian praktek mata kuliah Feature Media Siar Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Magdalena, Gelorawan Widi, dan Muhammad Faisal memilih topik ‘Street Soccer’ sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam perhelatan TAFISA 2016. Sayang, visual yang mereka miliki monoton dan terkesan bekerja apa adanya saja.

Maksud hati ingin memprofilkan apa itu ‘Sepakbola Jalanan’, lengkap dengan aturan main, ukuran lapangan, jenis bola dan seluk-beluk lain. Tapi, mereka yak cukup punya footage kecuali gambar para pemain India yang sedang ‘dul-dulan’ alias pemanasan. Tentu gambar pemain bola latihan, yang diputar dalam jangka waktu lama dan jadi membosankan, bukan pencapaian yang patut dibanggakan.

Dalam pertemuan tatap muka, kelompok ini bercerita kalau hujan membuyarkan jadwal pertandingan sore itu, sehingga laga terpaksa ditunda esok harinya. Itulah pentingnya ‘kerja keras’ demi menghasilkan sebuah karya yang bagus. Very poor meliput sebuah cabang olahraga baru untuk dijelaskan ke masyarakat, tanpa mendapatkan gambar sebuah pertandingannya.

Video berdurasi 2 menit 23 detik mereka juga tampil tanpa CG yang menjelaskan pernyataan yang disampaikan dalam narasi pengisi suara. Padahal, penting sekali menampilkan CG misalnya: Jumlah Pemain Street Soccer 4 Orang Termasuk Kiper, Bola Street Soccer Berukuran 5, Bila Pertandingan Seri Dilanjutkan Adu Penalti, Street Soccer Dimainkan dalam Dua Babak Masing-Masing 7 Menit, Tim Pemenang Dapat Nilai Tiga, Pemain Street Soccer Bisa Gabungan Pria dan Wanita, dan lain-lain.

Selain itu, akan lebih keren kalau paket liputan ini dilengkapi dengan grafis yang secara khusus menjelaskan ‘rules of the games’ tadi. Wawancara Robby sebagai pelaksana acara pun seharusnya dengan nama lebih lengkap (minimal dua kata untuk nama narasumber).

Kelompok ini harus lebih bekerja keras dan memahami arti totalitas dalam menghasilkan sebuah karya jurnalistik televisi.

This entry was posted in campus, journalism, sport and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s