Lari sebagai Gaya Hidup

Lari, olahraga murah, kini menjadi life style bagi masyarakat urban. Bagaimana feature mengemas fenomena ini?

Trio Zaka Fauzan, Ahmad Adri, dan Yohana Ruth memilih tema hobby sekaligus gaya hidup masyarakat perkotaan pada olahraga lari. Maraknya acara-acara ‘Run 5 K’, ’10 K’ atau ‘Marathon’ bukan lagi sebagai ajang lomba untuk cepat-cepatan sampai garis finish, tapi sudah menjadi kegembiraan serta ajang berkumpul keluarga dan komunitas.

Feature berdurasi 3 menit 21 detik ini mengambil sample event dari Serpong Run. Dimulai dari sequence lomba, kemudian muncullah PTC (piece to camera) Ruth. Musik penunjang dan naratornya cukup mantap, selaras mengiringi fooatage yang tampil dalam paket ini.

Kekurangannya? Banyak. Problem klasik terjadi juga seperti pada kelompok lain, malas bikin CG atau tulisan dalam layar untuk menjelaskan makna gambar. Berikutnya, kurang persiapan saat wawancara. Lihatlah saat mereka wawancara anak kecil untuk sekadar menanyakan, “Serukah ikut lomba lari ini?” Helo, ini hanya anak kecil, yang seharusnya bisa disiapkan lebih matang. Di-brief nanti bakal nanya apa, dan dibetulkan posisinya agar tidak membelakangi kamera.

Begitu pula saat wawancara narasumber dewasa. Atas nama kesejajaran jurnalis dan narasumber, jangan menggunakan kata ‘Bapak Idwan’. Tanyalah nama lengkapnya dalam dua kata, dan hapus kata ‘Bapak’ sebagai keterangan di CG. Tidak semua pemirsa televisi usianya lebih muda dari dia, kan?

Catatan peliputan

Sebagai reporter, Ruth berkisah kalau ia memang sempat ‘grogi’ saat akan mewawancarai narasumber. “Tapi, akhirnya saya memberanikan diri. Bagaimanapun, keberanian adalah 70 persen dari keberhasilan,” kata Ruth yang juga berperan sebagai pengisi suara (VO) dalam paket dan editor ini.

Juru kamera Ahmad Adri memaparkan, mereka bertiga mengalami kendala keterbatasan alat karena hanya menggunakan sebuah kamera. “Kami pun harus mengambil video semua momen dengan cepat. Prinsipnya, belanja yang banyak dulu,” papar Adri yang tentu saja juga merangkap sebagai editor ini.

Hal yang sama disampaikan Zaka Fauzan. “Kami harus optimal mengambil shoot-shoot Serpong Run di tengah terik matahari yang panas,” ungkap Zaka.

This entry was posted in campus, journalism, sport and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s