Ketika Kami Menikah

“Kami memang selalu ditemani oleh ketidakpastian. Itu secara sadar kami ambil dalam kehidupan kami, ketidakpastian itu…”

  • Agriceli Harlindawati, 19 Agustus 2006

“Ada sebuah ungkapan: lebih baik ditertawakan karena tidak menikah daripada menikah tapi tidak bisa tertawa. Akhirnya, saya memutuskan untuk menikah sambil tertawa.”

  • Jojo Raharjo, 19 Agustus 2006
This entry was posted in family. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s