Selamat Menikmati, Terminal Baru di Bandara Soekarno Hatta

Menginjakkan kaki di Terminal 3 baru di Bandar Udara Soekarno-Hatta yang resmi dioperasikan Selasa (9 Agustus 2016), ingatan saya melayang saat beberapa tahun silam tiba di Bandara Detroit, Michigan, Amerika Serikat.

cak munirDi bandara yang menjadi salah satu hub atau penghubung daratan Amerika Serikat dengan kawasan Asia dan benua lain itu, terdapat Terminal Edward H. McNamara nan sangat megah. Terminal yang juga disebut sebagai the Northwest WorldGateway ini menjadi ‘hak’ eksklusif beberapa maskapai, seperti Delta Air, Virgin Air, Air France dan jaringan SkyTeam. Memiliki 121 gates, terminal McNamara memiliki ruang berjalan yang lebar, dengan deretan toko maupun kafetaria rapi berjajar. Tempat duduk bagi para penumpang transit juga amat memadai, lengkap dengan colokan listrik di tiap sudut sofanya.

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya tak kalah keren. Dimaksudkan sebagai kado HUT ke-71 Republik Indonesia, pembangunan terminal baru di bawah naungan PT Angkasa Pura II ini menelan dana Rp 5,4 triliun. Rencananya, ada 28 gate tersedia di sini, masing-masing 10 gerbang untuk penerbangan internasional dan 8 gerbang penerbangan domestik dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahun. Pada tahap awal operasi, Terminal 3 yang saat ini menjadi ‘hak’ eksklusif Garuda Indonesia baru membuka tiga gerbang penerbangan guna menampung 50 ribu penumpang per hari.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, dibukanya Terminal 3 mampu menggenjot pendapatan negara dari sektor pariwisata. Menurutnya, Terminal 3 akan menjadi terminal transit bagi para pelancong mancane­gara. “Saat ini ada 15 juta penumpang dari Australia ke China, India dan sebagainya. Kalau dari 15 juta, lima juta di antaranya transit, kita harapkan satu juta menjadi turis,” kata Budi, yang saat pembangunan Terminal 3 menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura II.

krutiga“Nice, very nice. Everything’s new,” kata Koen, seorang wisatawan mancanegara yang menunggu penerbangan di Gate 3 hari pertama beroperasinya terminal dengan luas total bangunan 422.804,40 m2 itu. Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia, pria asal Antwerp, Belgia ini membawa tujuh anggota keluarganya untuk berlibur ke Bali.

“Sayang, tempat duduknya belum mencukupi. Padahal kami agak capai setelah terbang 14 jam dari Amsterdam,” katanya. Koen juga menyorot kurangnya penanda arah di terminal ini. “Jadi, kami sedikit-sedikit harus bertanya,” lanjutnya. Beruntung, siang itu jumlah petugas di Terminal 3 amat memadai.

Lain lagi pendapat Elyria Agustiningrum. Perempuan asal Balikpapan yang menempuh pendidikan tinggi di Semarang dan rutin menggunakan Garuda ini kagum dengan arsitektur maupun interior Terminal 3. “Sangat mewah. Kesannya lebih modern daripada terminal dua maupun tiga yang lama,” katanya. Namun, ia memberi catatan agar Terminal 3 memperbanyak petunjuk atau tulisan penanda lokasi, serta memperjelas informasi penerbangan. “Tadi, saat akan boarding, suaranya tak terlalu terdengar,” kata mahasiswi ini.

Tak langsung sempurna

fotigaMemang, hari-hari awal beroperasinya Terminal 3 tak langsung pada titik kesempurnaan. Tempat duduk terbatas membuat banyak calon penumpang duduk di lantai berkarpet. Lubang penambah daya listrik juga sangat jarang ditemui. Demikian pula dengan toko makanan maupun outlet lain yang belum banyak buka. Beberapa penerbangan mengalami penundaan jadwal, untuk kemudian kru pesawat menjelaskan alasan bahwa mereka masih beradaptasi dengan lokasi dan kondisi Terminal 3 baru.

Selain itu, sebagaimana bandara-bandara di negara maju, Terminal 3 Soekarno-Hatta menganut prinsip silent airport, sebagai sistem baru panggilan penumpang pesawat. Pemanggilan kepada penumpang hanya berlaku dua kali, yakni panggilan pertama dan terakhir (last call).

“Namanya silent airport, jadi petugas tidak akan memberi pengumuman lagi nanti. Hal ini sudah lazim kalau di bandara yang ada di luar negeri,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo.

Menurut Arif, silent airport dinilai bisa membuat penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta merasa lebih nyaman. Selama ini, dengan banyaknya pengumuman dari ratusan jadwal penerbangan setiap harinya, dianggap terlalu bising dan membuat penumpang kurang nyaman. “Bayangkan kalau ada 500 penerbangan dalam sehari, dan petugas harus menginformasikan terus-menerus,” kata Arif.

Kurang sempurnanya pengoperasian terminal baru di sebuah bandara tak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Maret 2008, Bandara Heathrow London mengalami kekacauan pada  pengoperasian pertama terminal lima bandara yang baru diresmikan Ratu Elizabeth II. British Airways, sebagai maskapai satu-satunya yang memakai terminal itu, menunda 34 penerbangan dan meminta maaf atas masalah yang kali pertama terjadi sejak terminal ini didirikan.

signtigaSchiphol, bandara tersibuk di Belanda juga memberikan rasa kurang nyaman saat mengalami renovasi cukup besar sejak September 2014 hingga pertengahan 2015 lalu. Maskapai KLM menjelaskan secara detail peubahan apa saja yang terjadi, dan meminta para calon penumpang menyesuaikan diri dengan hadir lebih awal.

Di tingkat regional, pembukaan bandara ‘Bumi Emas’ Suvarnabhumi pada 2006 menggantikan Don Muang di Bangkok juga tidak mulus. Penanganan penumpang, bagasi dan sistem keamanan mengalami kekacauan pada awal-awal masa transisi.

Tak ada gading yang tak retak. Semua perbaikan akan dilakukan seiring waktu berjalan, dengan tujuan akhir kenyamanan penumpang sebagai ‘user’ utama bandara. Apalagi, pemerintah mematok target tinggi untuk pertumbuhan jumlah wisatawan di tanah air.

“Dua tahun lalu ada sembilan juta kunjungan turis asing datang ke Indonesia, sementara Malaysia kedatangan 24 juta wisatawan mancanegara dan Thailand 27 juta turis per tahun. Kita targetkan pada 2019, turis asing yang masuk Indonesia mencapai 20 juta orang per tahun,” kata Presiden Jokowi di Semarang, (9 Agustus 2016).

Selamat beroperasi bandara baru nan megah dan mewah, selamat untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri juga…

Sebagaimana ditayangkan di http://ksp.go.id/selamat-menikmati-terminal-baru-di-bandara-soekarno-hatta/

This entry was posted in jalan-jalan, KSP and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s