Asian Games Momentum Penggerak Ekonomi

JAKARTA- Sebagai pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia, Asian Games XVIII pada 2018 bukan hanya ajang kompetisi multieven yang menjadi barometer prestasi berbagai cabang olahraga. Kehadiran event olahraga berskala internasional di sebuah negara, selain mengangkat nama baik serta menjadi kebanggaan negara tersebut, juga diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi secara massif.

AGPemerintah memberikan perhatian sangat serius demi suksesnya Asian Games 2018. “Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, tuan rumah yang membanggakan,” demikian pesan Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, November 2014. Empat tahun sebelum acara digelar, atau hanya berselang sebulan usai dilantik sebagai Presiden RI.

Jokowi menegaskan Asian Games sebagai salah satu program prioritas dalam masa kepemimpinannya. Selain mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, Presiden Jokowi juga menandatangani Inpres Nomor 2/2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII yang memerintahkan 18 menteri serta 4 gubernur untuk menyukseskan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Dua daerah yang menjadi penyelenggara utama Asian Games 2018 pun bersiap sangat serius. Berbagai megaproyek ditargetkan selesai sebelum pesta olahraga Asia itu berlangsung pada 18 Agustus – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Proyek transportasi massal light rail transit (LRT) di Jakarta dan Palembang harus bisa digunakan pada Juni 2018, atau sebelum Asian Games XVIII dibuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menjadi tuan rumah sebuah ajang olahraga level internasional memang diharapkan menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi suatu negara secara besar. Seandainya Jakarta tidak menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962, mungkin kita tak akan memiliki Stadion Utama Senayan (kini disebut Stadion Utama Gelora Bung Karno) yang sangat megah beserta kompleks pendukungnya. Demikian pula sarana dan prasarana lain yang khusus dibangun menyambut Asian Games IV, seperti pendirian Televisi Republik Indonesia, Tugu Selamat Datang, Jembatan Layang Semanggi, serta Toserba Sarinah sebagai sarana belanja modern pertama di Indonesia.

Dalam peluncuran logo dan maskot baru Asian Games 218, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menekankan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa diplomasi Indonesia saat ini adalah diplomasi dagang. “Dalam situasi global tak menentu dan situasi ekonomi yang masih sulit, kita harus terus mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi untuk menyerap lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” kata Teten. Karena itulah, Presiden memberi perhatian penuh agar Asian Games 2018 berlangsung sukses serta bisa menjadi ajang promosi perdagangan dan pariwisata.

Fakta bahwa menjadi host atau penyelenggara even olahraga internasional mampu menggerakkan ekonomi bangsa secara massif dapat kita lihat pada penyelenggaraan Piala Dunia 2014 di Brasil serta Asian Games 2014 di Incheon.

Saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, perekonomian Brasil mendapat suntikan dana segar setidaknya US$ 3,03 miliar dari kunjungan turis dan dana sponsor. Sebuah studi yang digelar Ernst & Young menyebutkan penyelenggaraan Piala Dunia 2014 menghasilkan tambahan R$ 142 miliar (sekitar Rp 752,2 triliun) bagi ekonomi Brasil. Mata uang Brasil adalah real Brasil. Satu real setara dengan Rp 5.300.

Studi itu menyebutkan, “Ekonomi bertambah dengan cepat, meningkat lima kali dari jumlah total nilai yang diinvestasikan secara langsung dalam kegiatan yang berhubungan dengan Piala Dunia dan juga berdampak pada berbagai industri.”

Sepanjang 2010 hingga 2014, Brasil menginvestasikan dana hingga R$ 22,46 miliar untuk mempersiapkan infrastruktur Piala Dunia yang memadai. Dari investasi tersebut, negara ini bisa meraup kembali pendapatan dari sektor barang dan jasa sebesar R$ 112,79 miliar.

Selain itu, sepanjang tahun 2010 hingga 2014, terbuka lapangan pekerjaan sebanyak 3,6 juta pekerjaan per tahun dan pendapatan total sebesar R$ 63,48 miliar bagi penduduknya. Aktivitas Piala Dunia ini juga meningkatkan pendapatan pajak hingga R$ 18,13 miliar dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dampak langsung dari perhelatan Piala Dunia di Brasil adalah peningkatan produk domestik bruto (PDB) negara mencapai R$ 64,5 miliar untuk periode 2010-2014. Jumlah tersebut setara dengan 2,17 persen estimasi PDB Brasil pada 2010, yaitu sebesar R$ 2,9 triliun. Kini, negara berpenduduk 200 juta jiwa itu tengah berjuang keras agar sukses ekonomi penyelenggaraan Piala Dunia 2014 dapat terulang pada perhelatan Olimpiade XXXI di Rio de Janeiro, 5-21 Agustus 2016.

Asian Games terakhir digelar dua tahun lalu di Incheon, Korea Selatan. The Korea Institute for International Economic Policy menyatakan, Asian Games XVII pada 2014 lalu membawa keuntungan ekonomi hingga 12,5 miliar Dolar AS dan menciptakan 270 ribu lapangan kerja. “Momen Asian Games 2014 juga sangat membantu penciptaan brand value Incheon,” ungkap penelitian itu.

Demi kenyamanan penyelenggaraan Asian Games 2018, tidak sedikit belanja modal yang disiapkan pemerintah. Pembangunan light rail transit (LRT) terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk menunjang pelaksanaan Asian Games menarik investasi Rp 23,8 triliun. Selain itu, Wisma Atlet Kemayoran yang dipersiapkan Pemerintah DKI terdiri dari 6 tower dengan 7.424 unit kamar untuk menampung para atlet yang bertanding di Jakarta menelan biaya Rp 3,5 triliun.

Pemerintah pusat juga menyiapkan belanja modal sebesar Rp 20 triliun untuk pelaksanaan Asian Games 2018 di Sumatera Selatan, terutama membangun sarana prasarana venue yang ada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) serta infrastruktur pendukung lainnya di kota Palembang. Infrastruktur tersebut antara lain pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya (Palindera) dan Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung), pembangunan flyover dan Jembatan Musi IV serta VI, serta light rail transit (LRT).

Asian Games 2018 bukan hanya unjuk pamor Indonesia sebagai negara papan atas di Asia yang mampu menggelar ajang serupa lebih dari satu kali, tapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi agar rakyat pun merasakan dampak kesejahteraan dari Asian Games pertama yang dilaksanakan di dua kota ini.

seperti ditayangkan di http://ksp.go.id/asian-games-momentum-penggerak-ekonomi/

This entry was posted in KSP and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s