Gak Fokus, Ada Aqua?

Liputan keren, presenternya percaya diri. Tinggal belajar fokus saja.

Apriana Nurul Aridha tampak pede membawakan liputan langsung nonton bareng Gerhana Matahari Sebagian di Planetarium Jakarta. Tampaknya, berdasarkan video-video yang beredar di youtube, Apriana cukup punya jam terbang. menjadi reporter atau presenter. Kali ini, bersama Randeska, Andina Kamia, Bunga Dwi  dan Diva Maudy mereka tampil apik di liputan gerhana sejak subuh.

Di luar sajian paket LOT yang keren, ada beberapa catatan. Pertama, jelas, CG nya kurang update. Kedua, ya belajar lah lebih fokus. Nama lengkap venue nya Taman Ismail Marzuki, jangan disebut Planetarium Ismail Marzuki, Jakarta. Di time code sekitar 2.53, Apriana menyebut, “Puncak matahari total sudah berlangsung selesai…” Aduh.. seandainya ini live okelah. Tapi karena faktanya shot ini direkam, jangan ragu untuk take ulang.

Selain itu, penyebutan ‘banyak masyarakat’ juga perlu dikoreksi. Banyak dan masyarakat sama-sama merupakan bentuk jamak. Jadi pilih salah satu saja. Cukup masyarakat, atau ganti dengan frase, ‘banyak warga’. Ini sama rancunya dengan misalkan kita menyebut ‘ratusan massa’. Karena baik ‘ratusan’ dan ‘massa’, dua-duanya sudah bentuk plural.

Kesan peliputan

Sebagai juru kamera, Andina berkisah, mereka berangkat sekitar jam tiga pagi dan tiba di TIM sekitar satu jam kemudian. “Kami menggunakan dua buah kamera DSLR serta satu tripod,” paparnya. Andina mengisahkan perjuangan mereka, karena saat take  suasana masih gelap mereka merekam dengan bantuan blitz dari telepon seluler. Bahkan, mereka sempat mengganti posisi reporter, yang sebelumnya dinilai terlalu gugup saat take live.

Juru kamera lain, Randeska, mengaku banyak belanja gambar saat memilih terpisah dari kelompok. “Ada visual bapak-bapak marah karena antre sejak jam tiga pagi, gambar sekeluarga menonton bareng dengan slide rontgen, sampai gambar-gambar dari lantai atas,” katanya. Sayang, gambar yang dimaksud tak ada di paket kelompok ini ya. Lha, buat apa belanja banyak kalau gak dimasak dan disajikan ke pemirsa?

Diva Maudy, sang penulis naskah awalnya sedih tak bisa kumpul bersama keluarga di hari libur. “Tapi, akhirnya saya mendapat pengalaman berkesan bisa berada di momen liputan ini,” katanya. Sebagai bagian tim di balik layar, Diva bekerja keras menjaga blocking agar orang tak lewat sembarangan saat take  live berlangsung.

Sebagai report dalam paket liputan ini, Apriana memiliki pengalaman istimewa. “Seru banget bisa mendapatkan pengalaman melihat gerhana matahari terjadi bersama ribuan warga lainnya,” ungkap Apriana.

Sementara itu, awalnya Bunga Dwi diposisikan sebagai reporter. “Tapi, karena saya salah terus dalam pengucapan saat berkali-kali take dan hari menjelang siang, akhirnya diganti oleh Apriana. Jadinya, saya kebagian mengisi voice over dalam paket,” ungkap Bunga. Mereka juga sempat lupa merekam audio wawancara pertama, sehingga harus take ulang. Sebuah pengalaman berharga di tengah liputan yang menurut mereka amat mengasyikkan.

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s