Anfield: A Night to Remember

Kemenangan dramatis 4-3 Liverpool atas Borussia Dortmund menjadikan partai ini sebagai salah satu laga dalam sepakbola internasional yang akan dikenang dan banyak diceritakan pada banyak generasi.

Para pendukung Liverpool sudah setengah frustrasi saat mereka hanya butuh hasil imbang tanpa gol, tapi justru ketinggalan 0-2 di Stadion Anfield, 14 April 2016, tepat sehari sebelum peringatan tragedi Hillsbourough ke-27.

dejaSituasinya mirip di Istanbul, 25 Mei 2005, saat laga babak pertama final Liga Champions menunjukkan skor sementara 0-3. Nol untuk Liverpool, 3 untuk AC Milan. Diyakini, pelatih Rafael Benitez menyuntikkan semangat motivasi luar biasa sehingga hanya dalam enam menit di babak kedua, lahir tiga gol dari Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso. Skor 3-3 berlanjut ke adu penalti dan Liverpool menjadi juara Liga Champions untuk kali kelima.

Dan… semifinal Liga Eropa di Anfield pun mengulang epik serupa. Kisah-kisah heroik khas Liverpool. Dari skor 0-1, 0-2, lanjut setelah turun minum jadi 1-2, 1-3, 2-3, 3-3 dan diakhiri sundulan Dejan Lovren di menit akhir pertandingan. Seperti ada di video resmi ini, Liverpool menang 4-3 dan lahirlah ‘other night to remember’.

Kamar ganti

“The coach told us, ‘Create a moment to tell our grandchildren, make it a special night for the fans’”.  -Divock Origi

kloSeperti dikutip situs resmi Liverpool, sang pelatih Jürgen Klopp mengakui jika dirinya memberi semangat pemain dengan mengingatkan mereka akan kemenangan Liverpool di Istanbul 2005. Klopp mengatakan kepada para pemain, “Saya memang tidak ada di sana, namun beberapa pemain Liverpool yang mungkin sekarang sudah cukup tua dan menjadi pundit di televisi pernah tertinggal 0 – 3 saat jeda babak pertama. Namun mereka bisa memenangi final Liga Champions. Kita harus mencobanya dan ternyata mereka mampu melakukannya.”

“Saya katakan bahwa ini masih mungkin, namun akan lebih sulit melakukannya ketimbang sekedar mengatakannya saja. Pemain akhirnya menunjukkan jika mereka memiliki potensi besar dan ini membuat saya bahagia.”

CVAdapun Divock Origi, sang pencetak gol pertama Liverpool, yang melahirkan optimisme harapan itu masih ada, membuka rahasia kamar ganti. “Klopp berkata kepada kami untuk menciptakan sebuah momen yang dapat diceritakan pada anak-cucu kami, dan membuatnya sebagai malam yang amat istimewa bagi para penggemar.”

Malam itu, akan menjadi malam yang tak akan terlupakan bagi penggemar Liverpool, dari masa ke masa…

This entry was posted in football evangelist and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s