Pelajaran Etika Jurnalistik dari Petra Lazlo

Seorang jurukamera televisi dari Hungaria ‘berperan’ saat meliput serbuan pengungsi dari Timur Tengah. Pemecatan menjadi buah dari tingkahnya.

Petra Lazlo memberi kita pelajaran berarti. Jurnalis televisi untuk situs berita Hungaria, N1TV, dipecat karena tingkahnya yang berlebihan. Tak hanya meliput pengungsi dari Suriah dan Irak yang menyerbu Eropa Timur, Lazlo juga melibatkan sentiment pribadinya.

Selain membopong kamera dan mengabadikan gambar kedatangan para pengungsi itu, Lazlo kedapatan menendang dan menjegal beberapa pengungsi hingga terjatuh dan menyulut kemarahan mereka.Lazlo mengambil gambar para pengungsi Suriah ketika mereka melarikan diri dari kamp Roeszke di perbatasan Hongaria-Serbia.

Sebagaimana dikutip Kompas.com berdasarkan Daily Mail, rekaman tersebut menunjukkan, juru kamera itu dengan sengaja memasang kakinya saat seorang pria yang sedang mengendong anaknya yang menangis berlari melewati dia.  Rekaman memperlihatkan pengungsi tersebut jatuh terjungkal bersama anaknya sebelum dia berbalik dan meneriaki juru kamera itu.

lazloMedia lokal mengatakan, perempuan tersebut langsung dipecat setelah stasiun TV tempatnya bekerja melihat rekaman itu di dunia maya. Sebuah pernyataan dipasang di situs stasiun itu, Selasa (8/9/2015) sore. “Hari ini, perilaku seorang rekan N1TV di pusat penerimaan (pengungsi) di Roeszke tidak dapat diterima. Sebagai akibatnya, juru kamera itu langsung diberhentikan.”

Para pengguna media sosial yang marah kemudian menggunakan Twitter untuk mengecam tindakan perempuan tersebut. Mereka menjulukinya sebagai orang yang ‘menyedihkan’ dan ‘memalukan’.

Selamat sampai Jerman

Pria yang dijegal itu merupakan salah satu dari beberapa ratus migran yang melarikan diri setelah mereka marah pada perlakuan polisi Hongaria. Para migran itu merupakan bagian dari kelompok 1.500 orang yang telah menunggu selama berjam-jam di suatu titik pengumpulan pengungsi di dekat persimpangan Roeszke.

Sebuah pelajaran berarti tentang etika profesional, bagaimana seharusnya jurnalis bekerja tidak melibatkan sentimen pribadinya…

* By the way, tampaknya ada jurnalis lain mengikuti keluarga imigran yang sempat dijegal Petra Lazlo. Kini, mereka telah sampai di Jerman dengan selamat:

pengungsi1

pengungsi2

Osama Abdel-Muhsen Alghadab, nama pengungsi asal Suriah itu, mengaku telah menyaksikan video saat Lazlo menendang kelompok imigran yang tiba di perbatasan Hungaria. “Bagaimana saya bisa memaafkannya?” kata Alghabab, yang sebelumnya bekerja sebagai guru olahraga dan pelatih klub sepakbola Al Fituwa Football Club.

Ayah empat anak itu membantah pernyataan Lazlo yang merasa diserang kelompok pengungsi. “Orang-orang tak akan menyerang media karena mereka baik sekali terhadap pengungsi,” paparnya.

Kini Alghadab telah sampai di Jerman. “Saya tinggal di rumah seorang kawan di Munich, dan sekarang kami mencari sebuah hotel,” kisahnya. Di masa datang, ia ingin mengajak anak-isterinya bergabung di Eropa. “Saya tak ingin mereka menempuh perjalanan yang sama. Saya ingin mereka datang secara legal,” harapnya.

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s