Pelajaran dari Nggojeknya Anang Ma’ruf

Tak ada yang salah dengan eks pemain bola yang jadi tukang ojek atau sopir taksi. Semua profesi adalah mulia. Tapi, ada nilai berharga bisa dipetik dari kisah itu.

Terhitung sejak 9 September 1948, saat Pekan Olahraga Nasional pertama dibuka Presiden Soekarno di Stadion Sriwedari, Solo, hari ini merupakan peringatan Hari Olahraga Nasional ke-67. Namun, alih-alih prestasi gemilang, dunia olahraga kita dihadapkan pada berbagai cerita sedih. Persoalan hari senja atlet, salah satu contohnya.

Dunia sosial media sampai media mainstream bergejolak saat foto

Jalan baru Anang Ma'ruf. Banting setir demi survive.

Jalan baru Anang Ma’ruf. Banting setir demi survive.

Anang Maruf (39 tahun) mengenakan jaket Gojek tersebar secara viral. Mantan bek kanan nasional –duetnya begitu legendaris saat berpasangan dengan Aji Santoso di dua sektor sayap Persebaya dan timnas- itu mendaftar jadi driver Gojek di Surabaya, sebuah moda angkutan motor yang tengah naik daun. Visualnya membentangkan jaket Gojek laksana seorang pemain bola yang baru pindah klub dengan bangga memamerkan jersey barunya.

Pasca terhentinya kompetisi di Indonesia, selain usianya memang sudah melewati masa emas pemain sepakbola, Anang tak lagi bermain bola setelah terakhir membela Gresik United. Selain Persebaya dan Gresik, ia tercatat pernah memperkuat Persija Jakarta dan Deltras Sidoarjo.

Anang, jongkok kanan bawah, dalam balutan seragam timnas. Memori indah masa jaya.

Anang Ma’ruf, jongkok kanan bawah, dalam balutan seragam timnas. Memori indah masa jaya.

Kini, waktunya banyak dihabiskan membina Sekolah Sepakbola Simo United di Surabaya. “Saya kan melatih di SSB pagi dan sore. Jadi, siangnya saya bisa menjadi pengemudi Go-Jek,” terang Anang.

Selain itu, Anang tak segan menyatakan jika menjadi Go-Jek, adalah alternatif dirinya untuk menambah penghasilan sampingan. “Lagian, aturan di Go-Jek kan tidak ketat mas. Sewaktu-waktu bisa kemana-mana tanpa ada jadwal yang ketat. Jadi, saya bisa mengatur waktu saya sendiri,” sambung bapak dua anak ini dikutip Liputan6.

Ia mengaku pernah berbisnis di Bali, tapi hasil kerja kerasnya dari 20 tahun bermain bola hancur berantakan. “Orang hidup kadang di atas, kadang di bawah,” kata pemain yang tergabung dalam tim peraih medali perak Sea Games 1997 di Jakarta. Kala itu, Anang dkk harus mengakui keunggulan Thailand melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.

Pembekalan masa depan

Mengetahui kabar salah satu legenda sepakbola meng-‘gojek’, kabarnya Menpora segera menyiapkan bantuan tersendiri. “Khusus Anang, pemerintah akan memberikan tali kasih. Kalau melihat situasinya sepertinya yang dibutuhkan adalah uang,” kata juru bicara Kemenpora, Gatot Dewabroto.

Legenda sepakbola Singapura melayani taksi panggilan. Profesi baru.

Legenda sepakbola Singapura melayani taksi panggilan. Profesi baru.

Menjadi tukang ojek atau sopir taxi –seperti dilakoni Noh Alam Shah eks pemain timnas Singapura yang pernah terlunta-lunta di Liga Super Indonesia- tetaplah pekerjaan terhormat, demi mendapatkan uang halal. Berbisnis yang gagal pun wajar dialami setiap orang yang berani mengambil resiko. Pelajarannya, bagaimana seorang atlet, yang umumnya tak fokus dalam studi sebagai bekal kerja profesional, dapat memiliki manajemen keuangan atas penghasilannya yang berlimpah di masa jaya. Kontrak pemain sekelas Anang Ma’ruf berkisar di angka ratusan juta rupiah untuk kerja semusim kompetisi –umumnya 8 sampai 10 bulan kalender.

Kalaupun atlet itu tidak menjadi pekerja profesional dengan mengandalkan kemampuan khusus atau ijazah sarjana, adakah yang meng-assist nya saat menekuni dunia bisnis? Adakah lembaga khusus yang menjadi semacam ‘Bimbingan Konseling’ bagi atlet untuk mengarahkan ke mana sebaiknya masa senja mereka diarahkan: menjadi pelatih, agen pemain, komentator, atau masuk ke dunia bisnis dan semacamnya.

Selamat Hari Olahraga Nasional, dan selamat lebih memperhatikan nasib para pahlawan arena, selepas usia emas mereka…

This entry was posted in football evangelist, humanis, sport and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s