Tayangan Dramatis tapi Sadis, Bolehkah Ditayangkan?

Menyoal tayangan dramatis di televisi.

http://edition.cnn.com/videos/bestoftv/2014/09/21/rs-tough-choices-maddox-cnn-covering-isis.cnn

Detik-detik eksekusi sandera ISIS. Dramatis tapi sadir.

Detik-detik eksekusi sandera ISIS. Dramatis tapi sadir.

Bagi sebuah stasiun televisi, mendapatkan video eksklusif adalah sebuah kemewahan dan keberhasilan tersendiri. Apalagi kalau tayangan itu tidak dimiliki oleh kompetitor pesaingnya. Tapi, bukan hanya soal pesaing tidak memiliki, kalau pesaing punya dan media kita tak punya, pun jadi masalah. Misalnya, berita gebuk-gebukan pengunjuk rasa dengan polisi. “Kenapa TVOne punya, kita gak punya?” begitu teriakan yang ada di newsroom Metro TV. Pun untuk topik-topik lain yang diperkirakan bakal menyedot pemirsa banyak. Kasus terorisme, detik-detik menegangkan sebuah bencana, wawancara super eksklusif, penangkapan kriminal, dan lain-lain.

Menarik saat CNN mendiskusikan mengapa mereka memutuskan untuk tak menayangkan video detik-detik akhir kematian sandera ISIS. Hadir executive vice president dan managing director CNN Internasional Tony Maddox menjelaskannya.

This entry was posted in journalism, televisi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s