Mourinho dan Keangkuhan yang Menyertai Suksesnya

Ada yang bilang, untuk sukses, seseorang harus punya sifat ’arogan’. Boleh aja sih, tapi ada satu syaratnya.

José Mário dos Santos Mourinho Félix berusia sembilan tahun saat ayahnya, José Manuel Mourinho Félix, dipecat sebagai pelatih Belenenses tepat di hari Natal. Tim yang diasuh ayahnya, yang dikenal sebagai mantan penjaga gawang, meraih hasil buruk pada 23 Desember. Tepat saat makan siang di hari Natal keluarganya di Portugal, telepon berbunyi dan mengabarkan Jose Mourinho senior di-PHK.

Mourinho kecil sudah mendapat tugas delegasi dari ayahnya untuk memberi instruksi pada pemain di pinggir lapangan. Hubungan ayah anak ini amat dekat. Karena itu, tak lama usai Chelsea memenangkan partai penting melawan Leicester yang membawa mereka ke ujung gelar Liga Primer 2014/2015, Mou memutuskan sejenak pulang kampung.

Ia menemani sang ayah yang sedang terbaring sakit. “Ketika pertandingan berakhir di Leicester, Rabu lalu, saya langsung terbang ke Portugal,” ujar Mourinho melanjutkan. “Saya bersamanya (ayahnya) di saat-saat sulit, ketika operasi berlangsung. Kini semuanya baik-baik saja. Dia sangat kuat dan keadaannya semakin membaik, kini saya pun lebih tenang.”

Dunia mencatat Jose Mourinho sebagai salah seorang pelatih tersukses di muka bumi. Kesuksesan yang diraih di berbagai negeri. Di Portugal, dua kali membawa FC Porto juara kompetisi domestik (2003 dan 2004) serta sekali juara Piala UEFA (2003) dan Liga Champions (2004). Pindah ke Inggris, ia langsung mengobati dahaga gelar Chelsea di tahun debutnya. Setelah terakhir menjuarai liga pada 1955, bersama Mourinho, Chelsea merengkuh dua gelar juara, berturut-turut pada musim 2004/2005, 2005/2006 dan musim kedua saat kembali ke Stamford Bridge, 2014/2015. Di antara interval itu, Carlo Ancelotti memimpin Chelsea meraih gelar keempat pada 2009/2010. Musim ini, sementara liga masih menyisakan tiga pertandingan, ia memastikan Chelsea terlalu jauh dikejar Arsenal, Manchester City maupun Manchester United. Berbeda sekali situasinya saat tahun lalu City menjadi juara di laga terakhir.

Di luar Portugal dan Inggris, dua musim di Italia Mourinho membawa Inter Milan juara Seria A dua kali (2009 dan 2010), Coppa Italia (2010) dan Liga Champions (2010). Sementara di Madrid, Real sekali menjadi juara La Liga (2012) dan sekali kampiun Copa del Rey (2011).

Mourinho adalah show

mou tanganSelain karena prestasinya, Mourinho berada di bawah lampu sorot karena kontroversi komunikasinya. Verbal maupun no verbal. Sejak menyatakan diri sebagai ‘The Special One’ dan ‘The Happy One’, ucapannya selalu layak jadi quote koran atau soundbite klip televisi.

“I am Jose Mourinho and I don’t change. I arrive with all my qualities and my defects.”

 “When I go to the press conference before the game, in my mind the game has already started.”

“Football is a game about feelings and intelligence.”

“Sometimes you see beautiful people with no brains. Sometimes you have ugly people who are intelligent, like scientists.”

“I hate to speak about individuals. Players don’t win you trophies, teams win trophies, squads win trophies.”

Itulah sebagian kutipan menarik dari Mourinho.

mou messiLihat juga bagaimana gestur menaruh telapak tangan di leher mengejek Lionel Messi yang lewat di depannya. ‘Perang’-nya dengan Rafa Benitez. Atau saat menolak berjabat tangan dengan Alex Ferguson saat Mourinho menukangi Inter. Saat wartawan bertanya, pria kelahiran Setubal, Lisbon itu berkilah, “Lorong saya istimewa. Saya memiliki pintu yang membuat saya bisa meninggalkan (stadion) seketika.”

Mourinho adalah manusia penuh ambisi, yang membawanya kepada kesuksesan. Sudah memastikan membawa Chelsea juara, ia tetap ingin mengamankan tiga pertandingan tersisa, tak kalah di kandang, dan membawa The Blues menjadi tim yang paling sedikit kebobolan.

Dan Mourinho pun berkata, “Please don’t call me arrogant, but I’m European champion and I  and I think I’m a special one.”

Untuk sukses, seseorang boleh arogan dengan satu syarat: pencapaiannya harus dahsyat.

This entry was posted in football evangelist and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s