Arsip Berita Jojo: Banda Aceh, 22 Januari 2005

Nasional

Puteh Kunjungi Aceh Tanpa Diborgol
Sabtu, 22 Januari 2005 | 13:42 WIB

putehTEMPO Interaktif, Banda Aceh: Gubernur non aktif Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Abdullah Puteh mengunjungi Banda Aceh, Sabtu (22/1). Puteh yang kini menjadi terdakwa kasus korupsi pembelian helikpter jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar meninggalkan LP Salemba pada Jum’at (21/1) sore dengan penerbangan komersial Jatayu dan menginap semalam di Medan.

Tanpa borgol di tangannya, Puteh tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang pada pukul 08.00 WIB dan langsung meluncur ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Tiba di Baiturrahman pukul 09.00 WIB, Puteh melakukan sujud syukur dan sholat ghoib yang dipimpin Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Teungku H. Prof Dr Azman Ismail.

“Saya datang dengan perasaan syukur alhamdullilah. Setelah sejak lama mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim, akhirnya dikabulkan juga keinginan pergi ke Aceh,” kata Puteh kepada wartawan. Ia mengatakan, kedatangannya ke Aceh kali ini dinamainya sebagai ‘kunjungan keprihatinan dan duka?‘ “Sekalian bersillaturahmi bertepatan dengan Idul Adha,” ungkapnya.

Selepas sholat di Puteh yang didampingi Bupati Aceh Besar Sayuthi Ismail menuju ke lokasi pengungsian di Komplek Pemancar TVRI Mata Ie, Lampeunurut, serta mengunjungi makam Syiah Kuala. Dengan mobil dinas Gubernur Nissan Grand BL 1 L, Puteh juga berkeliling menengok lokasi bencana di Kota Banda Aceh, termasuk ke kantor gubenur dan kawasan pantai Ulee Lheu yang rusak parah dihantam tsunami. Ia juga menengok kawasan Lingke dan Merduati, tempat kerabatnya yang meninggal dunia akibat bencana. “Ada tujuh sepupu saya menjadi korban,” kata Puteh. Malam ini, Puteh berencana melakukan pengajian takziah di Masjid Pendopo Gubernuran NAD.

Sesuai izin yang didapat, Puteh berjanji akan kembali ke Jakarta pada Minggu (23/1) jam 8 pagi dengan penerbangan Jatayu. “Izin yang saya dapat memang hanya tiga hari. Satu hari habis di perjalanan, dan sehari ini saya full di Banda Aceh,” katanya.

Dalam kunjungannya kali ini, Puteh mengaku tak memberikan banyak bantuan kepada masyarakat Aceh. “Kalaupun ada, ya hanya sumbangan kecil-kecilan,? ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat Aceh untuk tidak larut dalam duka. “Saya merasa sangat prihatin, tapi hendaknya masyarakat Aceh kembali bersemangat melihat ke depan. Untuk seluruh bangsa, mari bahu-membahu membangun Aceh dengan persatuan. Jangan saling melihat kekurangan, tapi mari memperkuat potensi kebersamaan,” paparnya.

Jojo Raharjo, Tempo

Ditayangkan di http://tempo.co.id/hg/nasional/2005/01/22/brk,20050122-11,id.html

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s