Arsip Berita Jojo: Banda Aceh, 21 Januari 2005

Nasional

Selama Idul Adha, Proses Evakuasi Tertunda
Jum’at, 21 Januari 2005 | 03:50 WIB

evakuasiadhaTEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kegiatan evakuasi jenazah dan pembersihan kota Banda Aceh akan tersendat selama tiga hari, terkait tradisi masyarakat Banda Aceh melakukan perayaan Idhul Adha 1425 Hijriyah. 

Pada hari ke-24 pascabencana tsunami, ditemukan 1.438 jenazah, dengan rincian 1.324 jenazah di Banda Aceh dan 114 mayat lainnya di luar Banda Aceh. “Total sampai hari 
ini telah dievakuasi sebanyak 92.751 jenazah,” kata Kepala Staf Operasi Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh Budi Atmadi Adiputro, seusai rapat rutin Bakornas di Pendopo Gubernur Banda Aceh, Kamis (20/1).

Namun, proses evakuasi mayat dan pembersihan kota Banda Aceh bakal mengalami hambatan selama tiga hari terkait tradisi masyarakat Banda Aceh yang kerap merayakan Idhul Adha lebih meriah dibandingkan Idhul Fitri. “Selama 20-22 Januari, kita tak akan bisa mengoptimalkan tenaga lokal dari Aceh,” kata Komandan Satuan Tugas TNI Penanganan Bencana Aceh Mayjen Bambang Darmono.

Salah satu contoh yang disampaikan Bambang dalam rapat itu, yakni tidak datangnya para operator alat berat sesuai yang dijanjikan sebelumnya. “Mereka beralasan masih 
melakukan meugang di kampung,” ungkapnya. Padahal, menurut rencana pada Kamis (20/1) ini, Banda Aceh akan mendapat mobilisasi tenaga lokal dari Indrapuri, khususnya untuk pencarian jenazah yang masih banyak tersembunyi di balik reruntuhan bangunan. “Sesuai budaya di sini, perayaan Idul Adha berlangsung 3 hari, dari sehari sebelum Lebaran Haji dan sehari sesudahnya. Otomatis, selama tiga hari itu, upaya memobilisasi masyarakat Aceh yang tak terkena bencana menjadi tidak efektif,” katanya.

Pekerjaan yang juga diperkirakan mengalami hambatan adalah pembagian logistik kepada pengungsi di Aceh. Sampai Kamis (20/1), sudah dibagi 246.610 ton beras, 2.500 ton gula, serta 2.500 kg minyak goreng. Namun, Bambang Darmono meyakinkan, persediaan makanan untuk 400 ribu pengungsi di seluruh Nanggroe Aceh Darussalam cukup sampai 31 Januari.

Jojo Raharjo—Tempo

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s