Arsip Berita Jojo: Banda Aceh, 12 Januari 2005

Nasional

Sewa Rumah di Banda Aceh Melonjak
Rabu, 12 Januari 2005 | 23:51 WIB

sewarumahTEMPO InteraktifBanda Aceh: Semakin banyaknya pendatang menyerbu Banda Aceh membuat harga sewa rumah melonjak. Menurut Bachtiar, seorang pengusaha konstruksi di kawasan Geuceu Inem, rumah milik pengusaha Fuad Marzuki di kawasan Kampung Teuk disewakan dengan tarif Rp 700 ribu per hari per kamarnya.

Sementara itu, tim Dompet Dhuafa mulai Rabu (12/1) menyewa rumah dengan dua kamar di Geuceu Kayee Jato untuk ditempati 17 relawannya. “Harganya Rp 7 juta per bulan, tidak termasuk pembiayaan telpon dan listrik,” kata M. Rofiq, koordinator tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Republika di Banda Aceh.

Lain lagi kisah World Vision Internasional (WVI) yang menyewa rumah di kawasan Alue Blang, Neusu. “Dengan fasilitas tiga kamar dengan sambungan telpon, kami harus membayar Rp 27 juta per bulan,” kata Chandra, seorang pekerja WVI asal Surabaya. Mereka juga memesan makan untuk 6 orang dengan tarif Rp 138 ribu per hari.
Selain persoalan tingginya harga sewa rumah, naiknya harga kebutuhan pokok masih menjadi kesulitan yang membelit warga Banda Aceh. Rahmania, penjual makanan di depan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Banda Aceh memaparkan, di Pasar Neusu Jaya, harga gula mencapai Rp 9 ribu/kg, dan telur Rp 600/butir. Minyak goreng yang normalnya Rp 4.800 jadi Rp 6 ribu/liter. Harga tomat Rp 8 ribu/kg, cabe Rp 8 ribu/kg, kol Rp 3.500/kg, dan bayam Rp 500 seikat, serta elpiji Rp 55 ribu/tabung.

Karena naiknya komponen-komponen itu, Rahmania pun menaikkan harga makanan yang dijualnya. Kalau semula sepiring nasi berlauk telur dadar seharga Rp 3 ribu, kini jadi Rp 4 ribu. Begitupula seporsi nasi berlauk paha ayam kini seharga Rp 5 ribu. “Harga ayam potongnya naik, jadi Rp 10 ribu per potong, biasanya cuma Rp 8 ribu per potong,” katanya.

Dokter Nuke, anggota tim kesehatan Kota Dumai juga mengeluhkan harga sembako yang naik jauh di atas ambang normal. “Gula Rp 14 ribu/kg, telur per papan Rp 18 ribu, beras Rp 5 ribu/kg. Rata-rata sayuran naik sampai dua kali lipat,” katanya.

Di kawasan Neusu, dua swalayan melayani antrian pembeli. Supermarket ‘Hijarah’ dan ‘Panti Pirak’ menyediakan berbagai stok kebutuhan dalam harga normal. Kecuali untuk rokok. Di pintu masuk Supermarket ‘Panti Pirak’ terpampang daftar harga rokok tiap bungkusnya: Marlboro Rp 8 ribu, Ardath Rp 6 ribu, Dji Sam Soe Rp 8 ribu, A Mild Rp 8 ribu, dan Gudang Garam Surya Rp 7 ribu.

Jojo Raharjo, Tempo

Seperti ditayangkan di http://tempo.co.id/hg/nasional/2005/01/12/brk,20050112-66,id.html

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s