Arsip Berita Jojo: Banda Aceh, 9 Januari 2005

Nasional

Rumah Sakit Zainoel Abidin Butuh 6 Ambulans
Minggu, 09 Januari 2005 | 16:58 WIB

tempo 3TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Persis dua minggu setelah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda bumi Nanggroe Aceh Darussalam, RS Zainoel Abidin masih tergenang lumpur. Praktis, sebagian besar ruangan rumah sakit terbesar di Banda Aceh yang terletak di Jl. Tengku Daud Beureuh itu tak dapat difungsikan.

“Kami butuh enam unit mobil ambulans, terutama untuk menjemput pasien yang berada di daerah pelosok,” kata Direktur RS Zainoel Abidin, Dr. Rusmunandar, Sp.JP kepada Tempo yang menemuinya di RS Zainoel Abidin (RSZA), Minggu (9/1) siang. Pria yang telah lima belas tahun bertugas di Aceh itu memaparkan, kebutuhan lain yang mendesak bagi RS yang dipimpinnya antara lain mesin cuci pakaian, alat sedot wc, alat sterilisasi, dan komputer.

Rumah Sakit Zainoel Abidin di Lampriet, Banda Aceh. Pusat pertolongan korban gempa dan tsunami.

Rumah Sakit Zainoel Abidin di Lampriet, Banda Aceh. Pusat pertolongan korban gempa dan tsunami.

Khusus permintaan setengah lusin unit mobil ambulans sangat diperlukan karena 12 mobil ambulans yang dimiliki RSZA hanyut terendam air saat terjadi tsunami. “Selama ini, pelayanan kami masih pasif, pasien yang datang ke mari. Kami berharap, setelah mendapat bantuan ambulans, kami bisa mendatangi korban bencana yang ada di lorong-lorong kampung,” paparnya. Alat-alat kesehatan lain yang juga amat dibutuhkan RSZA antara lain peralatan untuk persalinan seperti vacuum extraction, dan parturian set.

Rumah sakit Zainoel Abidin yang terletak di tengah kota Banda Aceh dan berjarak sekitar 4 km dari laut menyisakan kolam-kolam lumpur di berbagai ruangan perawatan. Di pelataran luar, ratusan ranjang yang tak lagi berbentuk tersaput lumpur diserakkan begitu saja. Akibatnya, gedung utama RSZA belum dapat difungsikan secara normal. Puluhan anggota TNI maupun tentara Australia hilir mudik membersihkan genangan air kecoklatan yang membanjir sampai ke instalasi hemodialisis (ruangan cuci darah), dan instalasi bedah sentral. Kehadiran pasukan dari negeri kanguru itu terlihat mencolok, karena mereka memang mendirikan rumah sakit lapangan di teras luar RSZA.

Jojo Raharjo, Tempo

sebagaimana ditayangkan di http://tempo.co.id/hg/nasional/2005/01/09/brk,20050109-12,id.html

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s