Coutinho, Sang Pembeda dari Rio

Dua laga berturut-turut di Liga Primer, Coutinho membuat gol spektakuler. Kehadirannya menjadi ‘energizer’ khusus bagi The Reds.

Konon, untuk jadi pemain yang sukses dan dicintai pendukung Liverpool di era kekinian, syaratnya sederhana: pemain itu harus pernah bermain di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan bikin gol di rumput Senayan. Setidaknya, Luis Suarez dan Philippe Coutinho membuktikan joke itu.

Saat masih berstatus pemain Ajax Amsterdam, Suarez menorehkan hattrick ke gawang kiper timnas Indonesia Markus Haris Maulana, 8 Oktober 2010. Berseragam timnas Uruguay, Suarez membantu La Celeste’ yang baru saja menjadi semifinalis Piala Dunia meraup kemenangan telak 7-1. Tiga gol dicetak si gigi kelinci pada menit ke-41, 53, dan eksekusi penalti menit ke-69.

Coutinho malah sudah tiga kali menari-nari di stadion yang berdiri sejak 1962 itu. Membela Inter Milan, gelandang serang asal Brasil ini tampil dalam dua pertandingan pada 24 dan 26 Mei 2012. Pada 24 Mei, Coutinho memperkuat Inter melawan tim Liga Selection. Inter menang 3-0.

Dua hari kemudian, Coutinho berada di skuad Nerazzurri melawan timnas Indonesia. Kali ini Coutinho sukses mencetak dua gol ke gawang Markus Haris Maulana pada menit ke-6 dan 43. Inter yang dilatih oleh Andrea Stramaccioni pun sukses menang 4-2.

Ekspresi gembira Coutinho kembali memerawani Geloa Bung Karno. Menjadi pengubah pertandingan.

Ekspresi gembira Coutinho kembali memerawani Geloa Bung Karno. Menjadi pengubah pertandingan.

Setahun berselang, 20 Juli 2013, Coutinho menjadi satu dari dua pemain Liverpool yang menjebol gawang Kurnia Meiga. Disaksikan lebih dari 80 ribu pasang mata, sepakan terarah Coutinho pada menit ke-10 bertahan hampir hingga peluit panjang pertandingan, sebelum Raheem Sterling mencetak gol pamungkas Liverpool.

Dilepas murah Inter

Philippe Coutinho Correia, kelahiran Rio de Janeiro, Brasil, 12 Juli 1992 tersia-sia di Italia. Dibeli 4 juta euro dari Vasco da Gama pada usia 16 tahun, bungsu dari tiga bersaudara ini bertahan di Vasco sebagai pemain pinjaman hingga umur 18 tahun, batasan umur sebagai pemain profesional dimulai. Hanya mencetak tiga gol dari 28 pertandingan, Cou sempat ‘disekolahkan’ alias di-loan ke Espanyol. Padahal, di awal kedatangannya, pelatih Inter Rafa Benitez sempat menyuebutnya sebagai ‘the future of Inter’.

30 Januari 2013, Liverpool memastikan Coutinho sebagai salah satu dari dua pembelian terbaiknya di jendela transfer musim dingin –bersama Daniel Sturridge. Dengan bandrol ‘hanya’ 8,5 juta euro, Cou mendapat nomor punggung 10. Nomor yang pernah dikenakan para legenda seperti John Barnes, Michael Owen, dan Luis Garcia. Sebelum Cou hadir, nomor terhormat itu menjadi milik Joe Cole dan sempat dua musim tak bertuan setelah ditinggal Andriy Voronin usai musim 2007-2008.

jesus

‘Penampakan Yesus’ di Anfield 21 Desember 2014. Awal Liverpool tak kalah di Liga Inggris.

Minggu (1/3) kemarin, Coutinho kembali membuktikan julukan ‘magician’ yang disematkan padanya tidaklah berlebihan. Mengkonversi asis Sterling, tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti memperdaya Joe Hart. Liverpool menang 2-1, sekaligus memperpanjang catatan sebagai satu-satunya tim yang belum kalah di Liga Primer sejak terompet tahun baru 2015 ditiup. Seperti déjà vu musim lalu, saat pertandingan memasuki paruh akhir babak kedua, Coutinho mencetak gol memanfaatkan selipnya Vincent Kompany menghalau bola. Saat itu, The Reds menang 3-2 dan (hampir saja) menjadi juara liga.

He is a sensational footballer. Dia bekerja dengan gembira, dan permainannya menjadi sebuah kegembiraan untuk ditonton,” kata manajer Liverpool Brendan Rodgers. Coutinho, ditambahkan pelatihnya, digambarkan sebagai seorang berteknik kelas tinggi, tapi tetap rendah hati dan tidak egois. “Sejak menandatangani kontrak baru hingga 2020, Cou seperti tak berhenti bikin gol,” sambung Rodgers.

Gol spektakuler dari luar kotak penalti, melengkung, menghujam diagonal ke atas gawang, bukan hal baru bagi pemain yang berperan penting saat Brasil meraih gelar Piala Dunia 2011 U-20 di Kolombia. Sepekan sebelumnya, gawang Sotton yang jadi korban sentuhan ajaibnya. Di babak keempat Piala FA, tipikal gol serupa memastikan kemenangan Liverpool jelang pertandingan berakhir. Buah skill individu kelas tinggi, kejeniusan, berpikir dalam waktu singkat, dan latihan tak kenal lelah.

Di usianya yang belum 23 tahun, Coutinho menjadi pembeda bagi tim tempatnya bermain. Ia menjadi penyihir bertongkatkan kaki kanan. Membuat mereka yang bersiap pulang dengan wajah datar menjadi penuh keceriaan.

This entry was posted in football evangelist and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s