Sejuta Pesona di Parijs van Java

Selalu ada yang baru kalau kita berkunjung ke Bandung. Itulah yang juga coba dijual dari paket feature ini. Harusnya lebih meminimalkan munculnya ‘momen monoton’. Kurang ‘element of surprise’ dan terkesan ‘sambil lalu’.

Video feature garapan Ebryan Ardi Kusuma, Rionaldo Timothy, Benedict Elmo, Yoshi Wiratama, Natanael Wahluya, Radiannanda Suharto, Den Zito Willin, Irfan Fadli dan Henrikus Yohanes Nono dikemas dalam model cerita. Elmo dan Pace bertemu untuk menjelajahi beberapa destinasi unik di Bandung.

Kota yang dijuluki Belanda sebagai ‘Parijs van Java’ ini memang menyenangkan. Setiap kali berkunjung ke sana, selalu ada yang berbeda dan terasa anyar. Nah, tujuan wisata tak biasa itulah yang coba ditunjukkan  Elmo dan Pace. Meski diawali dari lokasi pembuka di Gedung Sate yang sangat ‘mainstream’, mereka kemudian menuju Museum Sri Baduga di Tegalega. ‘Daging’ karya ini ada di Tegalega, sebelum bermain di Kebun Binatang Tamansari –lokasi biasa yang justru jarang dibiasakan dikunjungi di Bandung- dan kembali ditutup di tempat mainstream: beli oleh-oleh di Kartika Sari.

Bermain-main di lokasi yang seharusnya banyak menampilkan ‘beauty shoots’ alias gambar-gambar cantik, sayangnya mereka tak banyak mengeksploitasi detail kelebihan itu. Di Museum Sri Baduga misalnya, hasil alam atau barang-barang kekayaan sejarah tak disorot secara detail dan sekilas hanya mendapat penjelasan ‘sambil lalu’. Tak adanya CG dan grafis untuk menjelaskan apa yang sedang ditonjolkan duo host, menjadi kekurangan paket ini. Beberapa kali shoot pun jadi monoton.

Satu catatan, bila kita memakai musik latar sebaiknya dituliskan lagu apa itu judulnya, dan (minimal) siapa yang mempopulerkan –kalau memang tak tahu siapa pencipta atau arranger-nya. Tempelkan CG kecil di saat lagu pertama diputar, sekaligus sebagai penghargaan pada hak cipta dan orisinalitas karya.

Catatan lain yakni peta lokasi, terutama saat perpindahan lokasi dari satu tempat ke tujuan lain. Perlu digambarkan lokasi tempat itu di layar, berapa jaraknya, lewat mana, dan butuh durasi berapa lama untuk mencapainya. Penting pula untuk menjelaskan apa arti ‘Baraka Travel’ sebagai nama program acara.

 

‘Element of surprise’ atau unsur yang bisa menghasilkan kejutan, penting dalam sebuah karya. Dengan adanya kejutan –apapun, misalnya memakai topeng buaya, meloncat kaget, atau aksi tak terduga, bisa menjadikan sensasi tersendiri –asal tak lebay dan terkesan terlalu dibuat-buat- yang membuat orang tak memindahkan kanal televisi atau menghentikan siaran youtube saat video ini diputar.

 Terimakasih usaha kerasnya, menunjukkan yang tidak biasa dari Bandung. You are rock, guys!

 

This entry was posted in campus, journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s