Dari Teras Langit Hongkong Menyambut 2015

Jauh-jauh ke Hongkong. Diana Fitri on-cam di Sky Terrace. Sayang, mengapa hasilnya kurang optimal?

Dalam tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik STIKS Tarakanita, berupa membuat paket liputan Natal/Tahun Baru, tentu saja tak ada penekanan soal jauh dekatnya lokasi liputan. Mau liputan di Jakarta, Bintaro, atau luar negeri, penilaian utama tetap pada kualitas karya, bukan di mana lokasi pengambilan gambarnya.

Berbeda dengan kelompok lain yang menyorot perayaan Natal, Diana Fitri mengambil topik perayaan tahun baru di Sky Terrace, Hongkong. Satu kelompok bersama Anacletia Judith dan Anggi Marindani, tentu saja effort mereka patut diacungi jempol. Namun, menjadi perhatian khusus karena saat eksekusi dan pasca-produksinya tampak tak maksimal.

Pertama, mengapa visual pembuka soal sekuen Hongkong berupa gambar foto dan bukannya video. Orisinalitas karena reporter ada di sana menjadi kekuatan penting saat menampilkan video. Meski gambarnya mungkin tak sekomprehensif suasana di foto, tapi mengambil video bandara, food court, gedung perkantoran dan lain lain, menjadi nilai plus dari perjalanan Diana.

Berikutnya, on-cam Diana kurang memiliki greget istimewa, bahwa ia berada di sebuah tempat bertinggi 428 meter yang bisa melihat Hongkong dalam 360 derajat. Saat Diana menegaskan, “Bisa kita lihat view di sini sangat bagus…” Seharusnya kamera segera bergeser ke suasana keindahan yang dimaksud. Atau, mainkan di insert saat pos produksi/proses editing. Pun saat Diana sampai pada kalimat, “Banyak sekali turis-turus yang ingin melihat keadaan ini, bisa kita lihat,” juga telat menunjukkan visual pengunjung obyek wisata itu. Sekali lagi, kalau telat saat pengambilan gambar/panning kamera, mainkan di insert.

Selain itu ada masalah dalam bahasa. Kalau sudah menyatakan ‘paling’ tak usah menggunakan awalan ‘ter’ seperti dalam kalimat ‘bangunan paling tertinggi’. Cukup pilih salah satu. Juga saat menyebut, “Cuaca di sini sangat lumayan dingin…” Apa maknanya ‘sangat lumayan dingin?’ Diana pun menyebut, ‘Banyak turis-turis’, sebaiknya pilih salah satu, ‘banyak turis’, atau ‘turis-turis’.

Untuk sebuah liputan ke lokasi amat jauh dan mahal, belanjaan Diana tergolong kurang. Saat mengakhiri paket dengan suasana pesta kembang api, juga kurang jelas visual, pesan, serta audio yang ditampilkan.

Anyway, terimakasih Diana dan tim, yang memberikan warna serta tema lain liputan Natal-Tahun Baru dalam tugas UAS ini…

This entry was posted in campus, journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s