Seharusnya Liputan Pelni Bisa Lebih Berwarna-Warni

Liputan Natal Pelni dikemas dalam satu paket berita berdurasi tiga menitan. Ada banyak gambar bisa dibuang, dan sebaiknya ditambahkan gambar yang lebih ‘berwarna’.

Empat orang anggota kelompok ini –Fariha, Siti Hasanah, Fanny Barcelina, dan Ana Rachmawati- berinisiatif mengerjakan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik STIKS Tarakanita dengan topik liputan perayaan Natal PT Pelni, di kantornya kawasan Gadjahmada, Jakarta Pusat.

Menarik mencermati ‘tek-tok’ awal antara Anna yang berperan sebagai presenter/host/anchor di studio dengan Fariha di lokasi liputan. Sedikit masukan untuk anchor, sebaiknya posisi duduknya tidak dengan “gaya” miring, tapi lebih tegak, menghadap lurus ke depan. Ingat, ini sebagai pembaca berita, lho, bukan sebagai ibu sekretaris…

Kelebihan liputan ini yakni banyaknya belanjaan visual, dari stockshot gedung, dekorasi, sampai wawancara pengisi acara. Gambar dan audio yang jelas juga menjadi nilai plus karya, begitupula musik latar yang sesuai. Adapun kelemahan paket ini yakni pelit memberikan CG atau tulisan yang bisa memandu pemirsa memahami makna topik di layar. Masukan lain, soal pilihan kata. “Kanalisasi persiapan acara dilakukan pada pukul 9 pagi hingga 4 sore…” Apa maksudnya kanalisasi? Mengapa tidak menggunakan pilihan kata lain yang lebih familiar dengan pemirsa?

Totally, durasi hampir 5 menit terlalu panjang untuk sebuah paket berita ‘hard news’, apalagi menilik stok visual pada paket ini, ada banyak shoots yang bisa tidak diikutsertakan, seperti terlalu sering menampilkan visual peserta acara. Selain karena credit title yang terlalu panjang, nyaris semenit, karena praktis paket liputannya sendiri selesai dalam 3 menit 27 detik. Sebaliknya, paket ini akan bertambah kuat jika ditambahkan dengan visual yang tidak monoton, misalnya dari pengisi acara di-roll dengan sedikit lebih lama (penari dan penyanyi), dan mengurangi beberapa detik bagian wawancara Weny Simbolon.

Anyway, well done, Siti Hasanah, Fanny Barcelina, dan Ana Rachmawati..

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s