Hari ke-16 di Hawaii: Dari Asia Tenggara dengan Cinta

Musik adalah bahasa universal. Kami membuktikannya di pentas kebudayaan. Menampilkan angklung jadi pembeda.

Penampilan angklung di pentas budaya. Real music jadi pembeda.

Penampilan angklung di pentas budaya. Real music jadi pembeda.

Salah satu bagian paling asyik dari program di sini adalah penampilan kebudayaan. Kami, peserta pelatihan yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara, bergabung dalam satu penampilan. Sementara pada hari lain, pentas seni budaya diisi dari kelompok peserta dari negara-negara Afrika, Eurasia, Amerika Latin, dan India.

Sempat ada diskusi, apa yang akan kami tampilkan mewakili kawasan. Mencomot youtube yang menjelaskan keindahan negeri masing-masing, memaparkan data via layar monitor, atau mengibarkan bendera-bendera kecil sampai raksasa di panggung.

Dengan berbagai pertimbangan, kami pun memilih memainkan angklung, sebagai piranti musik dan budaya mewakili kawasan Asia Tenggara. Selain mudah dipelajari dalam waktu latihan tak sampai sepekan, persediaan angklung di ruang properti juga lumayan lengkap. Meski, beberapa item angklung tampaknya salah penamaan. Yang harusnya mewakili not ‘d’ ditulis ‘g’, yang ‘mi’ diberi coretan sebagai ‘la’, dan sebagainya.

Sensasi musik

Berlatih angklung di perpusataan. Ada lambang negara sebagai souvenir resmi.

Berlatih angklung di perpustakaan. Ada lambang negara sebagai souvenir resmi.

Angklung menjadi bintang tersendiri. Ditambah lagi, beberapa dari kami niat bener membawa busana khas dari daerah masing-masing, seperti sarung dan baju adat. Saya cukuplah memakai batik dan blangkon pinjaman dari ruang properti.

Singkat cerita, penampilan kemarin sukses besar. Hadirin terkesan, dari menyanyi bareng, rebutan foto, sampai standing ovation. Bahkan saat bertemu peserta lain di lift pun, mereka masih menyanjung performa kami. “Nice, Jo, very awesome performance,” begitu antara lain ungkapan dan tepukan yang saya dengar langsung. Segala Puji bang Sang Kuasa.

Kebudayaan dan musik adalah bahasa universal. Dengan lagu dan nada, tak hanya berupa penampilan peta di layar power point, orang bisa terbawa ‘terbang’ ribuan mil jauhnya. Dengan irama lagu melalui bambu yang kami goyangkan, pikiran puluhan hadirin pun berkelana, membayangkan keindahan Indonesia, Malaysia, dan beberapa negara Asia Tenggara lain yang kami wakili.

Salam angklung dari Maui, Hawaii…

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s