Hari ke-15 di Hawaii: Selamat Berhari Terimakasih

Jarang-jarang makan kalkun. Tentu ada alasannya: It’s Thanksgiving Day!

Kalkun-kalkun pasrah disantap. Hidangan khas hari istimewa.

Kalkun-kalkun pasrah disantap. Hidangan khas hari istimewa.

Malam ini, ada yang berbeda di menu makan malam kami. Biasanya, di atas baki-baki tempat nasi dan lauk ditempel jenis santapan apa yang terhidang. Sudah pernah terpasang kode chicken, beef, fish, shrimp, atau pork. Kali ini, gambarnya beda: turkey!

Tentu ada yang istimewa kalau malam ini kami menyantap ayam kalkun. Yes, Thanksgiving Day. “Saat ini di Kanada sudah masuk hari raya Thanksgiving Day,” kata salah seorang asal Kanada di dinninghall. “Wow, selamat!” balas saya tak kalah berteriak. Dalam hati, sudah tak sabar menyantap hewan yang langka kita jumpai di Indonesia itu –terakhir sih saya melihatnya di Ragunan.

Rasanya? Kenyal.

Hari Raya Thanksgiving diperingati sebagai hari libur nasional, sebagai sebuah hari khusus untuk berterimakasih atas semua berkat Tuhan sepanjang tahun ini. Di Amerika Serikat, hari raya ini berlangsung pada Kamis keempat bulan November, sementara penduduk Kanada merayakannya pada Senin kedua bulan Oktober. Hari raya Thanksgiving sudah menjadi perpaduan antara hari raya keagamaan, budaya, dan acara sekuler. Selain kedua negara itu, beberapa bagian Belanda, Jerman, Jepang, Liberia, dan negara-negara lain punya tradisi Thanksgiving.

Mengapa kalkun?

Kalkun dan sambal.  Citarasa Indonesia. (Foto dari Facebook Jamli Barus).

Kalkun dan sambal. Citarasa Indonesia. (Foto dari Facebook Jamli Barus).

Tak banyak yang bisa menjelaskan mengapa pada peringatan Thanksgiving memakai kalkun sebagai simbol hidangan khasnya. Ada tradisi menyebut Ratu Elizabeth Inggris awalnya memesan angsa sebagai makanan, yang lalu diikuti penduduk setempat dengan memanggang kalkun. Ada pula yang menyebut ada ritual berburu kalkun, sebelum memulai perayaan Thanksgiving.

Dalam foto di laman facebooknya, kawan saya, Jamil Barus asal Sumatera Utara gembira sekali menyantap kalkun dicampur sambal, yang memang tersedia di meja makan. Barus menulis, “Merayakan Canada thanks giving day dengan makan ayam Kalkun, tapi sambal gaya orang medan tetap dicari.”

Tapi, di luar soal kalkun, bebek, atau angsa, tradisi Thanksgiving Day patut kita contoh. Bersyukur atas penyertaan Sang Pencipta. Semua yang kita nikmati adalah anugerah. Jadi, jangan lupa bersyukur. Setidaknya, setahun sekalilah…

Salam syukur dari Maui, Hawaii…

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s