Hari ke-11 di Hawaii: English, English Sejak Dini..

Dengan penguasaan Bahasa Inggris dari usia bocah, generasi mendatang akan percaya diri untuk bertarung di kelas internasional. Bukan lagi di level kecamatan.

Kawan-kawan dari India. Terbiasa memakai Bahasa Inggris di dunia pendidikan.

Kawan-kawan dari India. Terbiasa memakai Bahasa Inggris di dunia pendidikan.

Hampir dua minggu digembleng rangkaian seminar di sini, dalam sesi padat Senin hingga Sabtu sejak jam 7 pagi hingga 7 malam, saya tiba pada sebuah kesimpuan: Bahasa Inggris adalah jendela menuju pergaulan dan pendidikan internasional. Iri sekali melihat kawan-kawan dari Malaysia, India, dan Filipina tampak begitu nyaman bercas-cis-cus dalam Bahasa Inggris.

Maklum, mereka memang terbiasa menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan sehari-hari. Selain memang kebetulan Malaysia, India (dan juga Singapura) dijajah bangsa Inggris, yang konon lebih ‘mencerdaskan’ koloninya dibandingkan Belanda.

Pertama, penguasaan Bahasa Inggris sejak dini akan membuat seseorang menjadi tak asing mendengar conversation dalam bahasa yang paling banyak digunakan di bumi itu. Beda kalau tak biasa berbahasa Inggris. Bisa pusing kepala kalau berada dalam ruangan yang terus-terusan omong Inggris, tanpa penerjemah, tanpa earphone yang bisa mengartikan Bahasa Inggris ke bahasa lokal kita.

Kedua, dengan biasa mendengar Bahasa Inggris, akan menimbulkan kepercayaan diri. Percaya diri mengikuti topik yang dibicarakan. Percaya diri memasang ekspresi menyimak, tertawa, atau sedih (jangan sampai salah) saat merespon pembicaraan kawan.

Ketiga, teman-teman dari negara lain kebanyakan dibesarkan dari kultur ‘biasa bertanya’, ‘biasa berdebat’, dan ‘biasa menerima perbedaan pendapat’. Mereka aktif mengacungkan tangan kalau ada yang tak jelas, menginterupsi, atau menambah pendapat orang lain. Kebiasaan berdialektika ini membuat otak dan karakter menjadi lebih hidup.

Kapan Anda mengenal kosa kata Bahasa Inggris?

Bersama sahabat dari Myanmar. Asah Bahasa Inggris untuk percaya diri.

Bersama sahabat dari Myanmar. Asah Bahasa Inggris untuk percaya diri.

Saya pun merasa telat belajar Bahasa Inggris. Pada 1990-an, Bahasa Inggris belum wajib di Sekolah Dasar. Saya baru menerima pelajaran ini secara formal di bangku SMPN 12 Surabaya, dan kemudian menjadi mata pelajaran favorit, selain EKOP (Ekonomi Koperasi) dan Geografi. Beruntung, pada kelas 6 SD, seorang perempuan menawarkan diri menjadi guru privat Bahasa Inggris secara gratis. Bersama beberapa kawan, saya pun beberapa kali datang ke rumahnya. Setidaknya belajar mengenal kata dan percakapan amat sederhana. Satu yang paling ingat, saya salah mengartikan kata “swallow”. Seharusnya artinya laying-layang, tapi saya tulis sebagai ‘sandal’. Tak lain, karena sandal saya merknya swallow. Hehehehe.. Bagaimanapun, terimakasih untuk mbak di Surabaya itu. Telah mengenalkan Bahasa Inggris secara cuma-cuma.

Kini, kerap kaget saat membaca buku pelajaran Bahasa Inggris Einzel di kelas 2 SD. Pelajarannya berat banget. Membuat kalimat dan memaknai reading serta menyelesaikan tugas yang kosa katanya bukan kata-kata mudah. Sering banget berpikir, “Gak keberatan nih, anak usia 6-7 tahun harus diajari Bahasa Inggris sekomplek ini?”

Tapi, semumpung memorinya kuat menerima, biarlah kurikulum itu ditelannya. Hitung-hitung mempersiapkan diri menuju Masyarakat Ekonomi Asia 2015. Menuju kepercayaan diri lebih menuju pergaulan global baginya di masa mendatang. Hopefully.

What about your English, brother and sister? Improving better? or still little-little sih I can?

Salam hangat dari Maui, Hawaii…

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hari ke-11 di Hawaii: English, English Sejak Dini..

  1. Evangelish:) says:

    “Tapi, semumpung memorinya kuat menerima, biarlah kurikulum itu ditelannya.”-> Don’t say this. Anak perlu makanan yang sehat daripada sekedar mengenyangkan. Semoga sekembalinya Mas Jojo ntar di rumah bisa memberi warna baru bagi metode pembelajaran bahasa Inggris yang sehat untuk Eeinzel setelah dicekokin kurikulum 2013 yang sangat acakdut itu di sekolah. I bet you will!

  2. jojoraharjo says:

    Hahaha, suwun, Anta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s