Hari ke-6 di Hawaii: Lakukan Semua dengan Senyuman

“Kerja adalah cinta yang mengejawantah… dan apabila engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta, hanya dengan enggan

maka akan lebih baik jika engkau meninggalkannya… dan mengambil tempat di depan gapura candi…

meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita…”

(Hey, KLa Project quoted at Sang Nabi, Kahlil Gibran)

Yap (kiri), kawan dari Malaysia. Selalu tersenyum dalam beraksi.

Yap (kiri), kawan dari Malaysia. Selalu tersenyum dalam beraksi.

Anda pernah melihat orang yang bekerja dengan tersenyum? Senang sekali kita melihatnya. Mereka yang bersukacita saat melakukan tugasnya, tak akan pernah merasa jerih lelah pekerjaan itu. Dan hal ini akan bermanfaat positif, baik bagi orang itu, maupun bagi mereka yang melihatnya.

Saya punya teman baik di gereja, di Surabaya, anggota vocal group yang saat bernyanyi selalu menampakkan senyum lebarnya. Bulan lalu, seperti déjà vu, saat menghadiri pernikahan seorang kawan di Taman Mini Indonesia Indah, saya juga amati seorang pemimpin paduan suara yang mulutnya terus riang sambil mengarahkan timnya. Pun di kantor, ada reporter yang saat stand-up live report tampil dengan senyuman. Menyenangkan melihatnya.

Di sini, setiap pagi kami awali dengan bersyukur, dan bernyanyi bersama. Perkenalkan nama saya. Panggilannya, Yap. Dari negeri jiran Malaysia. Sebagai pemegang keyboard, ia juga dominan dalam ambil suara. Dan lihatlah, betapa ia tak hanya memainkan tuts-tuts keyboard itu. Mulutnya membuka, bernyanyi dengan gembira. Kami yang bernyanyi pun ikut bersuka. Ikut merasakan energi positif dari keriangriaannya.

Bekerja adalah cinta

Bersama Vladimir, kamerad dari Bulgaria. Senyum antar benua.

Bersama Vladimir, kamerad dari Bulgaria. Senyum antar benua.

Benar kata Gibran, yang dikutip Katon. Bekerja adalah cinta. Cinta yang mengejawantah dalam tindakan. Jika kita bekerja, jangan bersungut. Jangan mengeluh. Energi buruk saat mengatakan yang buruk itu akan tertular kepada yang lain.

Jika kondisinya buruk, cobalah ikut mengubahnya. Kalau tak bisa mengubahnya secara signifikan, lakukan saja kewajiban itu dengan senyuman. Dengan sukacita. Jika benar-benar tak bisa juga, jangan makin merengut. Lebih baik keluar saja. Cari tempat lain, yang bisa membuatmu bekerja dengan sukacita. Atau mending mengemis, meminta sedekah, dari mereka yang bekerja dengan sukacita.

Sudahkah Anda tersenyum dalam semua yang Anda lakukan hari ini?

Mahalo, terimakasih… salam Minggu subuh dari Maui, Hawaii…

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s