Salah Kaprah Atribusi Penyebutan Jumlah

Hati-hati menyebutkan penunjuk berkaitan dengan jumlah.

“Hari buruh sedunia diperingati oleh puluhan ribu massa,” demikian Andreas Ivan mengawali paket liputannya dari jantung kota Jakarta. Berhati-hatilah dalam menyebut kata penunjuk terkait jumlah, agar tak ada pengulangan terkait kata sifat atau ‘keterangan jamak’.

Massa sesungguhnya sudah menunjukkan jamak. Jadi, tak perlulah kata ‘puluhan ribu’ ditempelkan dengan kata massa. Opsinya, puluhan ribu buruh atau massa buruh. Salah kaprah terungkap kembali saat Ivan mengawali on-camnya. “Bundaran HI inilah tempat berkumpulnya para massa untuk melakukan aksi demonya…” Nah, kalau sudah para, tak perlu lagi kata massa… Pilih salah satu saja.

Di luar itu, liputan Ivan cukup menawan. Mike yang bagus menghasilkan kualitas audio yang kencang, juga tempat blocking live serta pilihan narasumber relevan. Insert-insertnya pun kaya, meski jika Ivan lebih berpikir ‘out of the box’ bisa menghasilkan karya yang lebih ekselen lagi. Contohnya, naik ke jembatan penyeberangan dan menyorot keramaian buruh dari atas.

Persiapan matang

Ivan mengaku, persiapan yang dilakukan pada peliputan Hari Buruh ini sudah jauh lebih matang dan lebih baik dibandingkan peliputan kampanye pada tugas sebelumnya. Bersama kawannya, Ivan mempersiapkan 3 kamera DSLR, 3 tripod, dan 1 microphone yang digunakan secara bergantian. “Dengan adanya 3 kamera, kami tak perlu khawatir dengan penuhnya memory card kamera. Microphone memberikan suara jauh lebih baik. dibandingkan ketika liputan kampanye, dengan hanya andalkan ponsel sebagai perekamnya,” papar Ivan.

Mereka menunggu sekitar 30 menit sebelum memulai liputan, karena pada pukul 8, suasana Bundaran HI masih relatif sepi. “Ketika massa mulai berdatangan, kami tak menunggu lama lagi untuk melakukan peliputan dan wawancara. Dengan masing-masing kamera digunakan untuk 2 orang, kami dapat melakukannya dengan cepat, tanpa kendala berarti,” urainya. Tak heran, pukul 10 pagi, Ivan dan gank-nya telah menyelesaikan peliputan masing-masing dan menghabiskan waktu untuk mengambil footages gambar. Alhasil, “Ketika mahasiswa-mahasiswa lain baru berdatangan pada pukul 11, kami sudah dapat pulang kembali, sekalipun perjalanan pulang harus dilalui dengan kemacetan yang luar biasa,” katanya.

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s