Setiap Orang yang Diupah Adalah Buruh

Hati-hati dengan akurasi menyebutkan jumlah. Ratusan Ribu Buruh? Ribuan atau ratusan saja?

Liputan Ane Hindana Putri di tengah aksi unjuk rasa May Day 2014 cukup keren. Wawancaranya bersama Nadjib, aktivis buruh dari Epson Cikarang pun memberikan insight atau pencerahan tersendiri. “Setiap orang yang diupah, baik dalam bulanan, mingguan, atau harian, adalah buruh atau pekerja. Tak peduli ia karyawan tetap atau bukan,” ungkapnya.

Hanya saja, Ane tercatat ‘terpeleset’ saat menyebut jumlah pengunjuk rasa pada lead awalnya. Di narasi voice over- paketnya, Ane menyatakan ada ‘ratusan ribu’ buruh berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, meski pada on-cam ia memperjelas dengan istilah ‘ribuan buruh, enam puluh ribu hingga tujuh puluh ribu buruh’. Unik lagi, di Chargen/CG, Ane hanya menulis ‘ratusan’ buruh berdemo. Sesungguhnya, jumlah massa aksi pada peristiwa itu, jauh di bawah sepuluh ribu orang.

Justru saat Hari Buruh dinyatakan sebagai hari libur, jumlah peserta aksi pada May Day 2014 tak sebanyak pengunjuk rasa sebelumnya. Akurasi mengenai jumlah pada sebuah laporan seperti ini, menjadi pelajaran berarti.

Proses liputan

Proses liputan berjalan dengan lancar. “Pada awalnya saya bersama dengan teman-teman datang terlalu pagi. Sehingga, sebelum buruh berdemo kami bertanya-tanya dengan polisi yang sedang bersiap untuk menjaga keamanan demo,” paparnya. Lalu, ketika para buruh mulai berdatangan, Ane mengajak ngobrol para buruh guna mencari informasi-informasi untuk kelengkapan data yang dibutuhkan.

Mendapat banyak kesan lucu dan berharga pada liputan ini, Ane mengaku tak ada kendala yang terlalu berat pada Aksi Hari Buruh. “Hanya saja, saat stand-up harus diulang beberapa kali. Pun saat stand up, ada kendala banyaknya orang yang lewat, dan tidak mengetahui kalau kami sedang take camera,” urainya. Alhasil, Ane pun harus mengulang dan mengulang lagi aksinya.

Overall, Ane Hindana tampil cool. Ia tampil penuh percaya diri, stabil, mata lurus menatap kamera serta memberikan pertanyaan yang tegas pada narasumbernya. Keren, Ane!

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s