Perjuangan Si Kembar Bima-Arjuna

Ini adalah cerita kawan. Lama tak jumpa selepas sekolah menengah atas, pasangan Robby Achadiat (33) dan Susan Pernama (29), warga Kp. Sinar Alam, RT 02/RW 01, Desa Jayapura, Cidaun, Kab. Cianjur bercerita tentang buah hati mereka.

Si kembar Bima-Arjuna menanti harapan. Foto Prima Tempo.

Si kembar Bima-Arjuna menanti harapan. Foto Prima Tempo.

Robby bahagia dengan sepasang anak laki-laki kembar bernama Bima dan Arjuna. Tapi, nasib berkata lain, mereka lahir kembar siam. Robby cerita Bima dan Arjuna sudah 20 bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dokter yang merawat keduanya, kata Robby, masih berupaya untuk mengoperasi. Namun, masih ada kendala medis.

Bima tidak memiliki anus dan buang tinja dari perut. Arjuna memiliki anus, tapi kekebalan tubuhnya berkurang ditandai mata Arjuna yang sudah tidak bisa melihat. “Sejak lahir Bima dan Arjuna berada di ruang Neonathal Intensive Care Unit (Nicu). Baru dua minggu ini pindah ke ruang perawatan biasa,” kata Robby sambil mengajak main kedua putranya ini.

Upaya dokter RSHS untuk mengoperasi masih bergulir. Di saat masa penantian operasi ini, keluarga Robby mulai terkendala biaya. Pada saat Bima dan Arjuna masih di Nicu, Robby dan istri bergantian bolak-balik dari rumahnya di Cianjur ke Bandung untuk mengurus Bima Arjuna. “Tapi sekarang sejak di ruang perawatan biasa, saya memutuskan untuk berhenti kerja. Karena harus mengawasi bima dan arjuna 24 jam,” ujarnya.

Keputusan ini bukan tidak ada resiko. Pembiayaan Bima-Arjuna di RSHS memang dibantu oleh dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tapi ternyata biaya operasional untuk kebutuhan popok bayi, stomahesive gel (sejenis obat untuk merawat luka), colostomy bag (menampung feses pada pasien setelah operasi colon-pembedahan usus buatan melalui otot dan kulit perut) menggunakan uang sendiri. Biaya tidak ringan. Robby bilang bisa jutaan tiap bulan.

Hari per hari kebutuhan makin besar, sedangkan kabar operasi Bima dan Arjuna juga belum datang. Keluargapun mulai kesulitan biaya. Jika ada upaya untuk mengobati Bima dan Arjuna dengan fasilitas kedokteran yang lebih canggih, bisa jadi biaya menjadi lebih besar.

Tulisan ini dibuat untuk sebuah upaya menggalang dana untuk Bima-Arjuna. Upaya kecil ini semoga bisa sedikitnya membuat keluarga ini terus tegar dan semangat. Semoga Tuhan menyelesaikan masalah ini dalam sebuah kebahagiaan. Bantuan kawan-kawan bisa dialurkan melalui kontak langsung orang tua Bima-Arjuna, Robby 081220228833.

Berikut ini adalah link berita mengenai kondisi Bima-Arjuna di RSHS:

http://www.klik-galamedia.com/2014-08-09/bima-agresif-arjuna-kerap-usil

http://www.klik-galamedia.com/2014-08-09/kapan-anak-kami-dioperasi

http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/3333221_4262.html

This entry was posted in humanis and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s