Pentingnya Opening yang Menawan

Liputan Rut Helga diawali dengan pembukaan menyentak. Sayang, audio ‘jumping’ pada sekuen intinya.

Rut membuka paket liputan live aksi Hari Buruh dengan pembukaan yang amat kuat. Teriakan-teriakan alami (natural sound) dari para pengunjuk rasa mampu membelalakkan mata pemirsa untuk terus menyaksikan liputannya sampai kelar. “Revolusi, revolusi, revolusi, revolusi!”

Sayang, saat masuk dalam stand-up, suara Rut terkesan ‘jumping’ alias ‘njomplang’. Audio yang terekam tak sekencang pada pembukaan paket. Padahal, terlihat betapa Rut terlihat ‘firm’ alias mantap dan percaya diri membawakan laporannya. Terdengar juga –meski samar-samar- kualitas pertanyaan Rut yang dahsyat. Pun jawaban yang brilian disampaikan Koko, seorang pengunjuk rasa.

Rut: Apa yang mas tuntut dari aksi May Day kali ini?

Koko: Sebenarnya banyak, tapi cuma satu: sejahtera!

Rut: Sejahtera. Sejahtera itu seperti apa, Mas?

Koko: Saya ini kerja sudah bertahun-tahun tapi belum punya rumah.

Ada kesalahan kecil saat Rut berkata, “Lebih dari 3 ribu pengunjung datang dari berbagai lokasi, seperti Bundaran HI, Bundaran BI, dan depan Istana Merdeka.” Pengunjung? Mungkin istilah yang tepat bukanlah pengunjung, tapi pengunjuk rasa, atau pendemo.

Proses Peliputan

Rut mengaku, saat melakukan stand-up, ia mengulang sebanyak empat kali. “Saya grogi, tapi jauh lebih grogi saat meliput kampanye Prabowo. Saya mulai terbiasa untuk berbicara di depan kamera. Ini merupakan sedikit kemajuan bagi saya, walaupun terdapat kata-kata yang meleset saat wawancara.,” kisahnya, mengenang tugas UTS saat liputan kampanye di Gelora Bung Karno.

Rut mengaku bangga meliput acara sebesar May Day. “Ini pertama kalinya saya meliput hal yang biasanya dijauhi orang. Jika ada demo, biasanya warga biasa akan menghindar, tapi kini saya harus meliput demo itu. Ini keren sekali, pikir saya,” ungkapnya.

Dalam ‘berperang’, Rut membawa kamera SLR Canon 600D dan kamera HXR serta microphone milik Universitas Multimedia Nusantara. Satu pengalaman unik, saat ia menemukan gambar orang tak dikenal masuk frame. Pada saat melakukan stand- up, ia tidak sadar jika ada orang di belakangnya berkelakuan aneh. Pria itu mengenakan jaket parasut tebal berwarna putih, padahal di belakangnya terdapat banyak buruh berpakaian merah. “Orang itu terlalu mencolok. Tiba-tiba masuk ke dalam frame, berjalan melihat ke arah frame, membelakangi saya, lalu secara tiba-tiba menengok ke arah kamera,” paparnya. Rut baru mengetahui ini setelah ia hendak mengedit. Alhasil, ketika pria itu masuk frame, segera ia tumpuk gambar (insert) dengan gambar buruh yang sedang berdemo.

What a great solution, Rut!

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s