Peralatan Minim Harusnya Bukan Alasan

Tak banyak yang bisa digali dari liputan ini, karena Steven menggarapnya amat minimize.

Tak beda dengan liputan kampanye saat berada di tengah aksi massa Partai Hanura, pada liputan May Day atau Hari Buruh kali ini, Steven juga kurang maksimal. Liputan ini tensinya datar, tanpa ada semangat, apalagi tak ada narasumber yang di-‘colek’ nya.

Satu-satunya kelebihan karya Steven kali ini yakni insert visual yang cukup banyak, meski tak banyak diangkatnya sebagai ‘bahasan’ khusus. Misal saat arus massa peserta aksi berjalan menyusuri kawasan Thamrin, mereka menuju ke mana, dan apa tuntutan utama yang disuarakan.

Kesan liputan

Steven bercerita, liputan aksi Hari Buruh lebih susah dan tak semudah yang dipikirkannya. “Namun, saya dapat menjadi lebih paham bagaiman bekerja di lapangan,” ungkapnya.

Dalam liputan ini, Steve menggunakan dua telepon seluler untuk merekam, baik vudeo dan audio. “Minimnya peralatan mempersulit saya dalam melakukan liputan,” kisahnya.

Ah, Steve… seandainya saja bisa berpikir kreatif, kita akan bisa mengubah bambu runcing untuk menewaskan Mallaby!

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s