Liputan Keren yang Terkendala Hak Cipta

Ini sebuah pelajaran, kalau masalah ‘copyright’ bisa jadi problem besar bagi karya kita.

Tiga paket liputan yang terkemas dalam segmen berita ini –ditambah penampilan keren Dahlia Sari yang seolah membawakan berita dari sebuah tempat di Eropa dengan burung-burung hinggap di tanah, padahal sejatinya di Taman Suropati, Menteng- hancur total.

Tak lama setelah diunggah ke youtube, seseorang memprotes video ini karena menganggap video ini melanggar hak cipta, terutama terkait musik yang dipakai. Akhirnya, video ini tayang ‘mute’ dengan notice ‘Video ini sebelumnya memuat trek audio berhak cipta milik orang lain. Karena klaim oleh pemegang hak cipta, trek audio tersebut sudah dibisukan secara permanen’.

Segmen berita ini berisi live hari buruh, feature warteg modern dan paket berita luar negeri tentang persiapan Spanyol menuju Piala Dunia Brasil. Isinya keren-keren. Abby Ravsanjani live dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia, meski –konon sampai kehilangan jejak dengan rekan-rekannya. Sayang, liputan ini miskin CG/chargen padahal character generator penting untuk menjelaskan topik apa yang sedang disuarakan di layar. Kelemahan lain juga suara Abby yang tertutup audio atmosfir para pengunjuk rasa.

Yang paling kece memang ide feature ‘warteg masuk mall’. Warung Tegal yang baisa ada di pinggir jalan, kini masuk pusat perbelanjaan. Kisah warteg naik pangkat ini kemasannya bagus, karena ada visual perbandingan warteg di jalanan dan warteg yang tampak seperti restoran mahal.

Mungkin akan lebih cool kalau Bheril Mustopha bisa on-cam / live partisipatif di akhir paket, misalnya dengan mencicipi makanan dengan piring terhidang di depannya. Masalah lain juga editing wawancara yang terpotong. Terutama saat Bheril bertanya kepada Icha, “Apa makanan favoritnya?” Mejadi pertanyaan juga mengapa ada dua wawancara pengunjung, tanpa sama sekali ada perbincangan dengan pengelola/pemilik ide dasar warteg modern yang harganya tetap terjangkau ini.

Paket olahraga tentang persiapan Spanyol menuju Piala Dunia gambar dan narasinya cerah. Permasalahannya, musik latarnya terlalu kencang sehingga menutupi suara Veby Anggreny.

Tapi, pesan moral, lesson learned dari kasus ini adalah: berhati-hatilah terkait masalah hak cipta…

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s