Semangat Liputan Live yang Boleh Juga…

Dalam liputan, kita harus hati-hati menyebut nama tempat, agar tak salah dicerna pemirsa. Bedakan mana itu ‘Istana Merdeka’ dan mana pula ‘Istana Negara’.

Dua orang yang tampil dalam liputan live Hari Buruh pada tugas kelompok ini menunjukkan antusiasme tinggi. Baik Rakhel Kezia yang berperan sebagai news anchor di studio, maupun Shella Hidayat yang di-‘toss’ sebagai reporter live di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Peran dua orang lain, Maria Leonie dan Debby Nehemia –sebagai cameraperson maupun tim pascaproduksi- juga tak bisa diremehkan.

Antusiasme dan semangat, menjadi modal besar presenter dan reporter saat ‘berhadapan’ dengan pemirsa yang menatap layar televisi. Bila wajah dan aura mereka saja sudah tampak melempem, maka penonton akan malas mengikuti pesannya. Efeknya, remote control bisa menjadi eksekutor yang kejam. Sebaliknya, bila spirit serta emosional –dalam arti positif- terlihat di layar, maka yang menonton pun tampak bersemangat.

Beberapa kekurangan ada pada liputan empat mahasiswi ini, yakni gambar yang goyang pada beberapa sekuen, kurangnya CG (character generator) untuk menjelaskan suasana dan penekanan liputan, maupun suara yang kadang kurang jelas. Baik saat laporan maupun wawancara, bisa jadi karena kualitas audio perekamnya tertelan atmosfir aksi unjuk rasa.Padahal, visual yang didapat cukup memikat, seperti atraksi seni budaya yang mengurangi demonstrasi 1 Mei kali ini.

Selain itu, pewarta alias jurnalis harus bisa menegaskan nama tempat secara benar, karena itulah yang akan menjadi acuan publik. Istana Merdeka berbeda dengan Istana Negara. Istana Negara adalah bagian dari istana kepresidenan di Jakarta yang terletak di sebelah utara, berhadapan dengan kawasan Veteran-Juanda (Harmoni) dan biasa dipakai untuk menjamu tamu-tamu negara.

Sementara Istana Merdeka, -yang biasa menjadi tujuan pendemo- berhadapan dengan Monuman Nasional, dan karenanya langsung ada di tepi jalan Medan Merdeka. So, yang biasa menjadi sasaran pengunjuk rasa adalah Istana Merdeka, bukan Istana Negara.

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s