Karena Berita TV Bukanlah ‘Kalimat Tak Langsung’

Beda berita televisi dengan koran adalah “menunjukkan”, bukan “menceritakan”.

Soraya Jenitta Marsha berpeluh di antara ratusan peserta kampanye Partai Nasdem di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Ia pun ada di tengah massa yang menggubah lagu “Bento…” menjadi “Nasdem!”

Sayang, ceritanya tentang situasi di arena kampanye tak dibarengi visual yang selaras. Bagaimana simpatisan partai baru ini tetap semangat meski hujan panas datang silih berganti. “Peserta tetap antusias mengikuti kampanye dengan kaos dan atribut Nasdem.”

Puncaknya, saat Soraya berkisah tentang pernyataan “Calon DPR dari Tangerang Selatan Wawan Iriawan telah berorasi dan mengatakan bahwa pembangunan harus dimulai dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah…” Juga saat Aya menggambarkan, “Partisipan sangat antusias mengikuti kampanye dengan adanya hiburan dangdut” … “”Mereka mendapatkan kenang-kenangan berupa Surat Yasin dan gantungan kunci…” No pictures at all about those.

Berbeda dengan koran atau media cetak, kekuatan berita televisi adalah visual dan kutipan langsung dari narasumber. Originalitas inilah –baik potongan sound of tape saat narasumber itu berpidato di atas panggung maupun cuplikan wawancara dengan jurnalis, menjadi kekuatan lebih sebuah berita televisi.

Proses liputan

Soraya berkisah, ia meliput kampanye Partai Nasdem bersama tiga rekannya. Dua jam mereka menanti hingga juru kampanye berorasi di panggung. Mereka pun beraksi dengan kamera SLR Canon dan microphone tambahan.

“Pada saat proses perekaman liputan, kami sempat mengulang karena terjadi kesalahan, yaitu lupa ingin bicara apa. Juga bicaranya terlalu cepat dan membuat kami menjadi belajar bahwa menjadi reporter itu tidak semudah yang dibayangkan,” paparnya.

Mereka memasang standing camera di sebelah kanan panggung, supaya terlihat panggung dan suasana kampanye yang ramai dikunjungi oleh partisipan. Kendalanya, yaitu cuaca yang sangat cepat berubah. Awalnya panas ,lalu mendadak turun hujan yang membuat Soraya dkk harus berteduh menunggu hujan reda

“Liputan kampanye ini memberikan pengalaman jurnalistik yang menyenangkan dan seru. Juga membuat kami belajar bagaimana caranya menjadi reporter yang benar,” pungkas Soraya.

 

This entry was posted in campus, politic and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s