Ricuh Pasukan Nasi Bungkus

Adinda Permata Hati jeli melihat angle berbeda: pembagian makanan gratis yang tak rapi di antara peserta kampanye Partai Hanura.

Kampanye Partai Hati Nurani Rakyat menyajikan sesuatu berbeda karena mereka secara terorganisir mengundang para pedagang makanan untuk kemudian dibagi gratis kepada para simpatisan. Ini tentu lebih rapi, tidak seperti Gerindra, yang saat kampanye berlangsung, terjadi kejutan kala Prabowo Subianto ‘mentraktir’ seisi Gelora Bung Karno dengan menikmati makanan gratis di sekeliling stadion.

Meski toh sudah dipersiapkan sebelumnya, masih saja terjadi kericuhan massa Hanura mendapat makan siang gratis. Angle atau sudut pandang berbeda ini menjadi ‘jualan’ istimewa Adinda, yang membuatnya berbeda dengan laporan lain. Apalagi, ia memperlengkapi laporannya dengan insert visual kegembiraan simpatisan Hanura serta wawancara dengan Agus, salah seorang pedagang yang ‘disewa’ Hanura.

“Terus kan bapak sudah diundang Hanura, apakah itu membuat bapak memilih partai ini juga? Apakah WIN-HT kompeten sebagai capres-cawapres 2014?” Pertanyaan yang kritis, berani, dan menyengat tajam. Kekurangan visual terjadi saat Adinda menyebut “Banyaknya jajanan kaki lima, seperti warteg dan bakso yang sengaja diundang Partai Hanura untuk mengisi acara ini,” tak ada gambar serupa saat narasi itu disebut. Ada sih, gambar rombong bakso, tapi munculnya di awal paket berita, yang seharusnya bisa dimunculkan saat narasi terkait bakso disebutkan.

Tiga kali liputan

Untuk melaksanakan tugas Ujian Tengah Semester ini, Adinda sampai melakukan tiga kali liputan. “Pertama kali mendapatkan informasi yang terpasang di website kpu bahwa ada kampanye partai PDIP di daerah Ciledug, saya langsung mempersiapkan diri untuk melakukan liputan,” kisahnya.. Sesampainya disana, ternyata lapangan kosong dan tidak terlihat adanya aktivitas kampanye. Ketika bertanya ke warga sekitar, ternyata kampanye batal karena tidak adanya izin pemakaian lapangan. Ia pun langsung kembali pulang.

Di liputan kedua, Adinda menuju Lapangan Sunburst BSD, tempat kampanye Partai Nasdem. “Kesalahan saya pada saat itu, ketika datang langsung sibuk dengan objek yang ingin saya ambil. Sehingga, saya kekurangan gambaran keseluruhan kampanye,” kenangnya. Kesiapan yang kurang matang, membuatnya tidak puas dan memilih untuk melakukan peliputan ulang di kampamye Partai Hanura di GBK.

Menuju GBK, Adinda mempersiapkan kamera dan tripod untuk dibawa ke lokasi. “Sesampainya di lokasi, saya tidak langsung menuju objek yang ingin saya liput. Tapi, melihat situasi sekitar yang lumayan ramai dipenuhi oleh simpatisan yang hadir,” urainya.

Adinda menekankan, cuaca sangat terik hari itu, tapi liputan harus tetap dilakukan. “Saya mendatangi lokasi puluhan gerobak bakso yang dihadirkan Partai Hanura, dan melakukan wawancara dengan salah satu penjual bakso,” paparnya.

This entry was posted in campus, politic and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s