Pemilih Pemula, Terpikat Gerindra

Dua anak muda yang baru kali pertama memilih, menjadi bidikan Virny saat meliput kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Perolehan suara Partai Gerindra di Pemilu 2014 naik drastis dibandingkan lima tahun sebelumnya. Dari 4,46 persen suara nasional pada 2009, hasil hitung cepat Pemilu 2014 menempatkan Partai Gerindra di urutan ketiga dari 12 peserta pemilu nasional. Tak tanggung-tanggung, perolehan suaranya mencapai hampir 3 kali lipat menjadi 11,77 persen.

Bisa jadi, salah satu kunci sukses Gerindra yakni berhasil menarik simpati para pemilih pemula. Konon, jumlah mereka yang baru kali pertama menyuarakan hak pilihnya mencapai 22 hingga 23 juta orang. Angka resmi KPU, jumlah pemilih pemula yakni 18.334.458 alias mencapai 10 persen dari total jumlah pemilih yang tertera dalam daftar pemilih tetap (DPT), yaitu 186.569.233 orang.

Dalam liputannya di Stadion Utama GBK, Virny Apriliyanty memilih Tari dan Ryan sebagai pemilih pemula yang dengan lantang bisa menyerukan slogan “Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Indonesia Bangkit!”

Video liputan ini memiliki beberapa kekuatan, di antaranya stok visual melimpah yang dibuat insert, serta wawancara dua orang yang cukup kuat tadi. Penampilan Virny yang dua kali mengambil blocking berbeda saat stand-up juga menjadi poin plus. Sekali di tribun bersama penonton –dengan sudut pandang nan luas dengan kamera terarah dari atas ke bawah- dan sekali dari luar pintu masuk atau pelataran samping GBK.

Sayang, kekurangan video liputan ini karena kurang dibenahi di unsur pasca produksi, khususnya dalam menyertakan CG alias character generator sebagai teks yang dapat menunjukkan ke pemirsa, apa topik yang sedang ditonjolkan di layar kaca. Secara konten, pertanyaan ke narasumber bisa dibuat lebih menggigit lagi. Setelah narasumber menjawab, “Mendapat fasilitas bus, makanan ringan, dan kaos,” akan lebih keren kalau Virny melanjutkan pertanyaan, “Benar, Anda tidak mendapat uang dari panitia atau koordinator kampanye?” Apapun jawabannya, pertanyaan itu akan menjadi nilai tambah.

Pertama ke GBK

Virny menggunakan peralatan kamera DSLR EOS 600D, Sony Recorder, serta program Final Cut Pro untuk pasca produksinya. Ia berkisah, ini kesempatan pertama dalam hidupnya datang ke Gelora Bung Karno. “Jadinya tidak ada gambaran sama sekali bagaimana medan di lokasi,” ungkap Virny.

Jujur, Virny juga mengaku kesulitan berkonsentrasi di tengah keramaian saat sedang stand up. “Selain itu, banyak warga yang sengaja iseng melintas di depan kamera saat sedang stand up sehingga harus retake kembali,” paparnya. Karena itu, Virny bercerita, ia harus bekerjaran dengan kondisi diri, karena makin lama akan semakin berkeringat akibat kepanasan. “Kondisi itu tentunya akan berdampak dengan penampilan yang kurang rapi di depan kamera,” kata Virny.

Tak urung, salah satu bagian terpenting dari usahanya yakni saat harus menemukan calon narasumbernya, yakni pemilih pemula. “Melobby calon narasumber dan menjelaskan apa saja pertanyaan yang akan kita ajukan supaya mereka bisa mempersiapkan jawaban,” jelasnya memaparkan rincian tugas ‘berat’-nya itu.

This entry was posted in campus, journalism, politic and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pemilih Pemula, Terpikat Gerindra

  1. Pingback: Mewawancarai Tokoh yang Sama, Bagaimana Menjadi Berbeda | Jojo's Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s