Ikut Teman Mendukung Prabowo, Tanpa Dibayar

Hari-hari ini Partai Gerindra tengah gundah. Partai yang berencana mendukungnya dalam koalisi tampak maju-mundur. Apa yang kurang?

Dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis UMN TV, atribusi ini dipakai Eunike Olivia Ambarita, saat mengerjakan tugas UTS mata kuliah Jurnalisme Televisi, keberanian mengajukan pertanyaan pada narasumber menjadi poin penting.

Di salah satu tribun Gelora Bung Karno, Eunike menggaet Sofian, seorang simpatisan Partai Gerindra asal Jakarta Utara.

Eunike: Anda datang ke GBK karena apa?

Sofian: Ya karena ngedukung…

Eunike: Bukan karena dibayar?

Sofian: Bukan

Eunike: Kenapa Anda memilih Prabowo sebagai calon presiden

Sofian: Ya hanya karena ikut-ikutan teman…

Eunike: Apa harapan Anda kalau Prabowo terpilih jadi presiden?

Sofian: Jakarta yang baru, bersih, nggak ada korupsi.

Cerita di balik layar

Mengajukan pertanyaan kepada peserta kampanye dengan topik, “Apakah Anda dibayar?” butuh skill dan nyali khusus. Apalagi pertanyaan itu direkam dalam kamera. On cam. Itulah nilai plus dari liputan Eunike Ambarita ini.

Bicara kurangnya, tak beda dengan karya lain, liputan ini lemah di pasca produksi, terutama tak adanya CG di mayoritas durasi selama 1 menit 25 detik. Selain itu, variasi gambar juga masih miskin. Tak ada visual lain selain monotan di wawancara. Beruntung riuh musik latar Mars Gerindra tak mengganggu keseluruhan audio liputan. Justru membuat laporan langsung Eunike menjadi lebih hidup.

Eunike berkisah, saat mewawancarai partisipan kampanye ternyata tidak semudah yang dibayangkan. “Beberapa orang ada yang menjawab bertele-tele, atau ada yang diganggu oleh temannya saat wawancara berlangsung. Ada pula yang meminta nomor HP setelah wawancara,” paparnya.

Tetapi yang paling berkesan baginya adalah wawancara dengan seorang bapak yang berasal dari Manggarai. Saat wawancara, dia tidak sadar mengatakan bahwa dia datang dan bersemangat menggoyangkan badannya saat musik dimainkan karena dibayar.

“Namun, ditengah-tengah wawancara, kelompoknya menginterupsi bapak itu dan menyuruhnya untuk mengatakan bahwa mereka tidak dibayar,” kenang Eunike. Sejak interupsi ini, bapak yang bernama Cipto itu menjawab pertanyaan setelah bertanya dulu kepada temannya. Padahal, saat itu kamera sedang merekam.

“Dia juga memiliki jeda yang lama untuk berpikir saat saya bertanya sudah berapa lama ia mendukung Prabowo,” ungkap Eunike menuturkan kisah ‘behind the scene’ liputan kampanye, yang sayang akhirnya tak dipilih sebagai narasumber yang ditayangkannya.

This entry was posted in campus, politic and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Ikut Teman Mendukung Prabowo, Tanpa Dibayar

  1. Pingback: Mulanya Ragu, Akhirnya Menikmati… | Jojo's Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s