Dari Situ Gintung Ber-“Outbond Fiesta”

Ini karya mahasiswa yang mencoba tampil lain mengemas “game show”.

Banyak opsi terbentang di depan setiap kelompok, saat saya menugaskan mahasiswa Editing dan Pasca Produksi Televisi membuat tugas Ujian Akhir Semester Ganjil 2013/2014. Mereka bebas membuat show dalam program ber-genre apa saja, untuk masa tayang kotor 30 menit.

Pilihan Cempaka Riliani, Eisha Arifah, Nadine Arinindya, Nandyati Utami, Mayang Sekar, Niza Sari Pratiwi, Johan Franklin, Fransisco Carolio berbeda dari yang lain. Mereka memutuskan membuat “game show”, yang diberi tajuk ‘Outbond Fiesta’. Lokasinya diambil di kawasan Situ Gintung, obyek wisata alami yang kini kembali bangkit di Ciputat, setelah mendapat musibah besar pada 2009 silam.

Permainan yang ditampilkan sebenarnya ketangkasan umum, seperti memompa balon hingga meledak, menghabiskan minuman aneh di gelas, memasukkan bola dalam ember, dan juga pertanyaan terkait pengetahuan umum. Tapi dengan kemasan yang asyik, termasuk penampilan Rili sebagai host yang mampu menghidupkan suasana, membuat tayangan ini jadi tak membosankan.

Pilihan musik latar, misalnya The Final Countdown­-nya Europe dan I Live My Life for You Lyrics dari Firehouse, terasa pas mengiringi permainan dan keceriaan peserta. “You know you’re everything to me and I could never see… I dedicate my life to you, you know that I would die for you… I live my life for you … I want to be by your side in everything that you do … and if there’s only one thing you can believe is true … I live my life for you…”

Kelebihan, kekurangan

Wajah-wajah ceria usai pengambilan gambar. Inovasi, kreativitas, dan kerja cerdas.

Wajah-wajah ceria usai pengambilan gambar. Inovasi, kreativitas, dan kerja cerdas.

Keunggulan karya ‘Outbond Fiesta’ terletak pada gambarnya yang cerah dan tajam, serta hampir sepanjang tayangan, semua yang terlibat “ekspresif” dan ceria. Sayang, beberapa adegan sempat membuat terasa “panjang” dan sedikit membuat jenuh pemirsa. Baiknya, pada permainan seperti ini –pertanyaan wawasan maupun hitung-hitungan Matemika, sebaiknya diberi semacam tulisan (teks) ala komik di layar. Demikian pula soal perolehan nilai per kelompok, ada baiknya ditulis di layar. Juga saat diumumkan perolehan hadiah, pemenang mendapat Rp 5 juta, akan jadi lucu kalau diberi gambar animasi, misalnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang rumit untuk ukuran layar, memang sebaiknya diberi grafis sendiri. Ini agar memudahkan pemirsa ikut memikirkannya. Bayangkan, saat Rili melempar pertanyaan, “Aku adalah sebuah bilangan, hasil dari 1 tambah 2 kali 3. Berapa kah aku…” atau pertanyaan, “Tahun 2013, usia ibu 4 kali usia adik. Jika pada tahun 2015 adik akan berusia 14 tahun, berapa usia ibu sekarang?” Tentu akan lebih mudah jika ada petunjuk/semacam character generator (CG) di layar.

Bagaimanapun, inovasi, serta kreativitas mereka yang mencoba menampilkan acara permainan di lapangan terbuka ini patur diapresiasi. Butuh kerja keras dan kerja cerdas untuk memastikan tayangan seperti ini mampu membuat penonton tetap stay tune hingga akhir program.

This entry was posted in campus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s