Bermain Catur, Belajar Cara Mengatur

 Umur berapa Anda kali pertama bisa main catur? Apakah ada efeknya bagi cara berpikir Anda dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan?

Einzel melangkahkan buah catur. Bermain filosofi hidup sejak dini.

Einzel melangkahkan buah catur. Bermain filosofi hidup sejak dini.

Amat gembira saat saya mencermati kegemaran baru Einzel: main catur. Selain lego dan monopoli –pernah saya tulis di sini-, kini Einzel punya kesukaan baru. Awal mengenal catur, saat kami liburan akhir tahun ke Dieng. Ada mainan “five in one”, yang dibeli di Yogyakarta: Halma, Monopoli, Ludo, Ular Tangga dan Catur, dalam satu karton bolak-balik. Saat itu saya berjanji, “Nanti kalau kembali ke rumah di Ciledug, ayah akan belikan papan dan buah catur yang lebih besar.”

Dan kini, Einzel sudah mahir main catur. Sudah mengenal nama pion, benteng, kuda, gajah, menteri, dan raja, termasuk cara mereka melangkah. Memang sih, belum pernah mengalahkan saya, yang seingatku baru bisa main catur kelas 4 atau 5 SD di Surabaya. Kalau pas tak ada orang lain di rumah, kadang-kadang, ia main sendiri, buah hitam dan putih dijalankannya. “Main catur itu seru,” kata Einzel, siswa kelas 1 SDK Sang Timur, Karang Tengah, Tangerang.

Main catur mengajarkan kita berbagai filosofi. Bagaimana dalam hidup harus tenang. Berhati-hati dalam melangkah. Bagaimana untung rugi sebuah “transaksi” saat mengambil keputusan. Bagaimana bermain-main dengan waktu, main cepat atau mengulur sebuah kemenangan –atau kekalahan. Bagaimana berperan sebagai kroco, yang harus siap dikorbankan demi kepentingan lebih besar bagi para petinggi. Bagaimana berlakon sebagai tokoh strategis laksana kuda atau menteri. Bisa memilih menghabisi lawan atau membentengi kerajaan dari ancaman. Atu bisa bagaimana sesekali berperan sebagai raja, yang celingak-celinguk tak berdaya kala orang kepercayaan satu per satu meninggalkannya dibantai lawan, atau diam di posisi yang sama sekali tak bisa menolong.

Simply Management

Catur. Mengajarkan manajemen dan bagaimana konsekuensi sebuah keputusan.

Catur. Mengajarkan manajemen dan bagaimana konsekuensi sebuah keputusan.

Masih menjdi kontraversi dari mana asal mula permainan catur. Ada yang bilang India, ada juga yang berpendapat dari China.  Ada pula fakta bahwa ternyata usia permainan catur lebih tua dari yang diperkirakan. Potongan bidak catur ditemukan dalam penggalian di kota kuno Butrint, Albania, dalam keadaan rusak. Profesor Richard Hodges si pemimpin ekspedisi mengatakan, ”Kita berpikir kalau itu adalah bidak raja atau ratu karena ada silang kecil, tetapi kita tidak yakin,” ujarnya.

Tim itu mengamati secara tepat potongan yang telah mereka temukan. Dia katakan juga bahwa para sejarawan percaya bahwa catur populer di awal abad ke-12 karena ditemukan fosil catur yang terbuat dari gading duyung di sepanjang pinggiran Scotlandia. Potongan lain ditemukan jauh di selatan Italia.

Di Indonesia, kata catur diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “empat”. Namun kata ini sebenarnya merupakan singkatan dari caturangga  yang berarti empat sudut. Catur adalah bentuk sederhana dari manajemen, dari situ kita belajar cara mengatur kehidupan. O ya, bagaimana kondisi kehidupan Anda saat ini? Sedang menyerang atau mencoba bertahan? Sedang men-skak mat, atau justru lagi terpojok

This entry was posted in jalan-jalan. Bookmark the permalink.

One Response to Bermain Catur, Belajar Cara Mengatur

  1. Talent says:

    Kami sdg mencoba menang tanpa harus menyerang.
    Ada nggak hal spt itu dlm catur?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s