Belanda: Menang atau Pulang

Bagi Der Oranje, kembali menjadi juara turnamen akbar masih bak pungguk merindukan bulan.

Frank Rijkaard berseteru dengan Rudi Voeller di Piala Dunia 1990. Memori kisah panas Belanda-Jerman.

Di pentas sepakbola internasional, ada beberapa pertemuan antar negara yang selalu ditunggu. Untuk antar benua, Inggris melawan Argentina menjadi favorit karena melibatkan sentimen Perang Malvinas, pertikaian kedua negara yang meletus pada 1982 memperebutkan Kepulauan Falklands di timur Argentina.

Untuk tingkat Eropa, tak dapat dimungkiri pertemuan Belanda melawan Jerman merupakan partai akbar. Bukan karena prestasi keduanya (Jerman tiga kali Juara Piala Dunia dan tiga kali Juara Piala Eropa sementara Belanda baru sekali juara Eropa) tapi lebih karena persaingan kedekatan kedua negara tetangga.

Selain memori Perang Dunia kedua, rivalitas kental kedua negara mengingatkan kita pada drama 22 tahun lalu (umur berapa ya Anda saat itu?) saat Frank Rijkaard dua kali meludahi Rudi Voeller pada babak 16 besar Piala Dunia Italia. Berawal dari tackle keras Rijkaard pada Voeller yang berbuah kartu kuning, keduanya terlibat konflik karena Rijkaard dan kiper Belanda Hans van Breukelen mengklaim Voeller melakukan diving sebagai upaya mencari penalti. Voeller juga dituduh mengeluarkan ungkapan rasisme terhadap Rijkaard yang peranakan Suriname itu. Keduanya diusir dari lapangan oleh wasit Juan Carlos Loustau asal Argentina dalam partai yang berakhir 2-1 untuk Jerman Barat. Dua gol Jurgen Klinsmann dan Andreas Brehme tak cukup dibalas penalti Ronald Koeman di menit akhir, dan tim Panser melaju menjadi juara dunia pada turnamen itu.

Perang internal

Dini hari nanti, Belanda harus menang atas tetangga dekatnya itu, atau bersiap mengemas barang-barang mereka meninggalkan markas di Krakow, Polandia. Selain harus berhadapan dengan kepercayaan diri Jerman yang sedang tinggi-tingginya usai meraup tiga poin pertama, Belanda mesti meredakan suasana internal atas pilihan pelatih Bert van Marwijk di lini depan. Klaas-Jan Huntelaar, pencetak gol terbanyak Bundesliga, tak terima dirinya dijadikan ban serep Robin van Persie.

Belanda, Juara Piala Eropa 1988, tampaknya masih harus bersabar untuk kembali jadi kampiun turnamen besar. Tiga kali jadi runner-up Piala Dunia (1974, 1978 dan 2010) belum memberikan mereka cukup bekal untuk menambah koleksi piala di tingkat benua. Untuk sukses sebagai sebuah tim kolektif, Belanda masih jauh….

PREDIKSI RABU, 13 JUNI

GRUP WAKTU PERTANDINGAN HASIL
GRUP B 23.00 WIB PORTUGAL-DENMARK SERI
GRUP B 01.45 WIB BELANDA-JERMAN JERMAN
This entry was posted in jalan-jalan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s