Salt Lake City, Utah: Peninggalan Sejarah Olahraga

Saatnya berkunjung ke area dingin Amerika: It’s snow time!

Cabang olahraga bobsleigh di Olimpiade Musim Dingin 2002. Momen bersejarah rakyat Utah.

Sabtu (17/3) kemarin, kami tak punya agenda berat di Salt Lake City. Acara utamanya jalan-jalan menuju kawasan salju, tempat bersejarah bagi kota ini saat dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin ke-19 pada 2002 silam. Meski sudah berlangsung 10 tahun silam, even yang saat itu diikuti 2400 atlet dari 77 negara bertanding di 15 nomor olahraga, menjadi kenangan tersendiri bagi warga negara bagian Utah. Tak heran, jika hingga saat ini venue pertandingannya menjadi semacam museum dengan berbagai peralatan asli masih terpajang di sana.

Salt Lake City memenangi bidding tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002 mengalahkan tiga kota kompetitor: Ostersund (Swedia), Sion (Swiss), dan Quebec City (Kanada). Kesuksesan menggelar even besar ini tak lepas dari peran Mitt Romney, yang saat itu menjadi CEO Olimpiyc and Paralympic Winter Games 2002. Kesuksesan Romney, bakal calon presiden pada Pilpres 2012 dari Partai Republik, memimpin gelaran Olimpiade Musim Dingin menjadi titik balik dari kegagalannya merebut kursi senat serta duka mendalam usai kedua orangtuanya meninggal.

Melewati satu jam perjalanan dari Salt Lake City, sampailah kami ke Utah Olympic Park. Tiket seharga 7 dolar menjadi pintu masuk bus tour. Sebuah tempelan tertulis di dalam bus bermuatan 20 orang itu, “Tips is never expected but always appreciated”. Sang pemandu tur, Heidy, menyapa kami, “Dari mana saja ini? Kalau saya lahir di Utah, tapi besar di Arizona, jadi sekarang senang sekali bisa kembali ke gunung saya ini.” Bersahut-sahutan para penumpang menyebut asal negara bagian mereka, dan dengan bangga saya mengacungkan tangan, “Indonesia!” disambut “Wooow…” dari yang lain.

Dalam perjalanan bus, kami berkeliling ke beberapa tikungan, berfoto sejenak, hingga sampai ke puncak, tempat atlet cabang olahraga bobsleigh, luke, dan skeleton meluncur dari ketinggian 2 ribu meter. Tiga cabang olahraga khusus olimpiade musim dingin itu dipertandingkan dengan sebuah papan atau semacam mobil kecil, yang kemudian meluncur ke bawah, melintasi kerasnya salju dengan kecepatan tinggi. Rintik salju musim semi turun ke bumi saat kami masuk ke lokasi tertinggi Utah Olympic Park.

Hidup dikelilingi gunung

Utah, dataran dingin dikelilingi gunung. Pengalaman perdana mencecap salju.

Sejak mendarat di Salt Lake City Int’l Airport, saya sudah disapa dengan baliho besar berbunyi tagline negara bagian ini: “Utah, Life Elevated”. Sebuah slogan yang tak hiperbolis, mengingat Utah merupakan state dikelilingi tiga kawasan tinggi: Pegunungan Rocky Mountains, Cekungan Great Basins, dan Dataran Tinggi Colorado. Nama Utah sendiri berasal dari nama suku ‘Ute’ yang berarti ‘manusia gunung’. Untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi di mana Anda berada, bagaimana kalau saya mengibaratkan Salt Lake City di Utah laksana Lembang di Jawa Barat atau Batu di Jawa Timur? Tidak terlalu salah, tapi tak juga terlalu benar, karena tulisan ini saya ketik saat suhu di luar mencapai 4 derajat Celcius.

Karena hidup dikelilingi salju, inilah kali pertama saya melihat dan menyentuh salju secara nyata di dunia ini, setiap rumah atau hotel selalu dilengkapi dengan perapian. Termasuk di penginapan tempat kami tinggal, maupun saat kami dijamu sebuah keluarga terpandang di tempat tinggal mereka nan sepi di pinggiran Salt Lake City.

Turun dari museum Olimpiade Musim Dingin, kami sampai di Park City, sebuah kota di bawah gunung, yang tentu saja amat dingin. Di antara bar, toko cokelat, dan permainan gondola serta ski di Park City, ada kejadian unik menyertai kunjungan kami ke toko pakaian. Asyik membolak-balik baju dan souvenir, kawan saya berteriak, “Hey, Jojo, look!” Ia menunjukkan sebuah jaket katun, gak tebal-tebal amat, yang di balik kerahnya tertulis ‘Made in Indonesia, Fabrique en Indonesia’. Jaket bermerk Spyder itu dijual dengan bandrol 149,5 dolar!

Salam Minggu siang dari kamar hotel Little America, Salt Lake City

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Salt Lake City, Utah: Peninggalan Sejarah Olahraga

  1. Alain says:

    hahaha our expression is hilarious

  2. titi says:

    wihhh
    enak bnget jalan”x
    ktemu g sama rumahx david archuleta

    telat ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s