Negeri Modern Memanusiakan Bikers

Catatan kenangan dua tahun silam, ketika sepeda jadi raja di Belanda.

Bersepeda di Stadion Amsterdam Arena. Bikers jadi prioritas pemakai jalan.

Jika anda ingin mencari kampanye hidup bersepeda secara nyata, maka Belanda adalah tempatnya. Di negeri kincir angin ini, tradisi bersepeda di berjalan jauh sejak tahun 1800-an. Apapun pangkatnya, mereka tak akan malu bersepeda. Mau pejabat, pebisnis, penyiar radio, atau ibu rumah tangga yang lagi jalan-jalan, sepeda menjadi sarana utama untuk transportasi jarak dekat.

Pilihan bersepeda juga masuk akal karena selain murah dan sehat, pemerintah Belanda sangat memanjakan para pengendara sepeda. Jalur khusus untuk pengendara sepeda ada di mana-mana, antar kota dan propinsi, dan bahkan sampai ke Jerman atau Belgia. Pada jalur bercat merah ini juga terdapat rambu-rambu lalu lintas, lampu merah, dan terowongan. Maka, kalau ada mobil melintas di perempatan atau sebuah bundaran, niscaya mereka akan memprioritaskan dua pemakai jalan, yakni pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Tiap tahun, 1,3 juta sepeda baru terjual di negeri berpenduduk sekitar 16 juta orang ini. Tapi Belanda juga menjadi negara dengan angka pencurian sepeda tertinggi di dunia, bisa mencapai 1,5 juta sepeda raib per tahunnya. Kriminalitas itu biasa terjadi di parkir-parkir sepeda yang dengan mudah dapat dijumpai di stasiun, kampus maupun gedung perkantoran. Percaya atau tidak, di Amsterdam terdapat parkir bertingkat khusus buat sepeda. Bahkan, di kawasan pelabuhan ada yang kapal bekas yang kini dipakai sebagai parkir sepeda!

Jalur sepeda Indonesia

Parkir sepeda di depan stasiun kereta. Tingkat pencurian tinggi.

Sepeda menjadi sarana transportasi utama, termasuk ketika si empunya fiets (sepeda dalam bahasa Belanda, mendekati “pit” dalam bahasa Jawa) melipatnya dan membawa naik sepeda ke trem, metro (kereta bawah tanah) atau kereta api jarak jauh. Harga sepeda di Belanda amat bervariasi. sepeda curian bisa dibeli dengan harga di bawah 20 euro. Kalau yang baru, rata-rata, minimal 120 euro, meskipun ada yang di bawah itu.

Kapan fenomena sepeda sebagai transportasi yang paling dicintai masyarakat kota besar Indonesia benar-benar terwujud? Sepertinya harapan warga untuk mendapatkan transportasi yang murah dan ramah lingkungan dijawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan membangun jalur khusus sepeda, sebagaimana telah dibuat Yogya. Sebagai tahap awal, Pemkot Jakarta Selatan sedang membangun jalur sepeda Lebak Bulus-Sisingamangaraja dan, Blok M-Kuningan.

Tapi seberapa serius pemerintah memfasilitasi penggunaan transportasi tanpa polusi ini? Kalau itu pertanyaannya, terngianglah pernyataan Gubernur DKI Fauzi Bowo, “Saya akan buat fasilitas bagi sepeda di Jakarta. Syaratnya, pemakai sepeda di Jakarta harus mencapai satu juta pengguna orang.” Weng, berat nian syaratnya…

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s