Dua Purnama di Kompas TV

Newsroom Kompas TV. Taglinenya “Inspirasi Indonesia”.

Pada penanggalan 15 Juli ini, berarti tepat dua bulan saya berada di kantor baru, Kompas TV. Tentu ungkapan awal adalah bersyukur atas semuanya, atas segala yang terjadi sehingga bisa sampai di institusi ini, dan juga atas menit-menit awal perjalanan di sini.

Ibarat pertandingan sepakbola, sebenarnya sebuah tim bakal terlihat menang atau kalah dalam sebuah permainan bisa diketahui hanya beberapa saat setelah bola digulirkan dari titik tengah. Tentu bukan kapasitas saya, yang berada di tengah lapangan, untuk dapat menilai apakah saya berpeluang keluar lapangan dengan kepala tegak atau justru jadi pecundang. Setidaknya, saya bersyukur, hingga saat ini masih berada di tengah lapangan, dan mulai menikmati irama permainan di kompetisi yang bisa dibilang cukup baru ini.

Dibandingkan ranah media yang pernah saya geluti selama 14 tahun jadi jurnalis, dunia berita televisi -mengutamakan kecepatan dan akurasi informasi serta kekuatan visual-  memang relatif baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru sih, karena di akhir masa kerja sebelum resign, saya sempat mencicipi atmosfer dunia produksi visual di Espira TV, saluran inspirasi positif yang main di jejaring sosial ala Facebook dan Youtube.

Suasana kerja di kelompok Kompas Gramedia (KG) pun tak terbilang betul-betul anyar, jika menengok sejarah saat 1999-2001 bergabung dengan Radio Salvatore, yang kelak bermetamorfosa menjadi Radio Sonora Surabaya. Setidaknya, setelah kembali ke periuk KG, saya berharap bisa lebih awet di sini, tak sekadar memecahkan rekor kerja terlama, yang terakhir tercatat di CVC Australia selama 4 tahun 2 bulan.

Kerja itu ibadah

Siapa sih yang bangga dibilang kutu loncat? Saya juga tidak. Meski mungkin masuk dalam kategori orang langka karena pernah mengecap suasana kerja di beberapa grup media besar, seperti KG, Jawa Pos, Tempo, dan institusi internasional tadi. Saya mesti harus lebih banyak menjadi “humble”, apalagi semasa belum menyandang status sebagai pemain yang diikat secara permanen.

“Bekerja adalah ibadah, karena itu harus fokus, serius, dan tak boleh setengah-setengah,” itulah petuah Jakob Oetama, pendiri kelompok perusahaan ini, saat mewejangi keluarga besar Kompas TV, 16 Juni lalu, di lantai 6 pusat kerajaan KG di Palmerah Selatan. “Kita kecil masing-masing, tapi bersama-sama kita bisa menjadi besar,” ungkap pria 79 tahun yang visinya terlihat makin tajam itu. Visi dahsyat Pak JO, sapaan akrabnya, antara lain diwujudkan dengan mengusung “multiplatform, multichannel, dan multimedia” sebagai branding baru kelompok KG akhir-akhir ini.

Kompas TV baru benar-benar launching medio September 2011, atau 57 hari terhitung saat tulisan ini diposting. Sebuah kebanggaan karena ikut menyertainya sejak embrio, menjadi bayi, dan semoga bisa terus bersama, membesarkan dan dibesarkan olehnya.

“Alam kita bagus, bahkan bencana dan kemiskinan bisa ditampilkan menarik di TV. Tapi, semua itu tak berarti tanpa manusia. Sentuhlah manusianya… kemanusiaannya,” lagi-lagi itulah pesan dari Pak JO, sebagaimana dilontarkan kawan dalam sebuah grup telepon pintar. Kamis (14/7), kakek kelahiran Borobudur, Magelang, 27 September 1931 itu meresmikan gedung baru Kompas TV, dalam sebuah perhelatan yang terbilang meriah.

Kompas TV baru permulaan, sebagaimana saya juga baru menapaki rumput demi rumput di lapangan ini. Peluit kick-off baru saja ditiup, dan kami berharap mampu menyuguhkan permainan indah. Tak semata jadi pemenang, tapi juga benar-benar menghibur serta mencerdaskan penonton dan semua yang ada di pinggir lapangan. Tapi, buat apa juga hanya menampilkan sepakbola indah ala jogo bonito kalau kemudian keluar lapangan dengan kepala tertunduk karena melihat angka menyesakkan di papan skor?

This entry was posted in inspiration/biography and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Dua Purnama di Kompas TV

  1. a! says:

    mantab, kang jojo. aku suka kutipan2 dari om JO. keren. keren sekali. semoga karirmu juga makin moncer. ben aku kecipratan.😀

  2. frendi setiawan p says:

    gooooooddd

  3. Semoga Kompas.TV tak terhenti permainnya karena ngambek atau lainnya… Jangan seperti yang dulu, Tv7…

  4. maya says:

    aminn cak jo,semoga kami juga bisa menjalani apa yg menjadi kutipan dr JO,dan mencontoh semngat sampeyan…

  5. Ayu Wandira says:

    Bisakah saya melamar di gramedia? Caraanya bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s