SK Trimurti Award 2010 untuk hakim konstitusi

Penghargaan SK Trimurti Award 2010 kepada Maria Farida (tengah). Menginspirasi perempuan Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang perjuangan SK Trimurti, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta memberikan penghargaan tahunan SK Trimurti Award kepada jurnalis perempuan atau aktivis perempuan yang dinilai gigih membela kepentingan publik.

Soerastri Karma Trimurti (SK Trimurti) merupakan sosok perempuan jurnalis tiga zaman. Lewat tulisan-tulisannya, ia mengobarkan semangat antipenjajahan hingga dijebloskan ke penjara oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Di masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, SK Trimurti sempat menjabat sebagai Menteri Perburuhan. Ia berpulang di RSPAD Gatot Subroto Jakrta dua tahun lalu, pada usia 96 tahun.

Penghargaan yang diadakan untuk kali ketiga tahun ini diberikan kepada Maria Farida Indrati Soeprapto (61 tahun). Sebagai seorang hakim wanita di Mahkamah Konstitusi, Maria dinilai karena memilih jalan yang bersih dan teguh menegakkan hukum dengan integritas yang tinggi.

Dewan juri menilai, Maria dipilih karena reputasinya, berani menolak penyuapan, melawan mainstream di jalur profesi yang ditempuhnya, seperti menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion) pada putusan MK yang menolak gugatan pembatalan pasal-pasal dalam Undang-Undang (UU) tentang Pornografi serta uji materi UU tentang pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama.

“Maria telah memilih untuk hidup sederhana, tetap teguh dan konsisten menjunjung nilai dan integritas adalah sesuatu yang layak dihormati.” kata salah seorang juri, Hermien Kleden, Executive Editor Tempo English Edition, yang juga peraih SK Trimurti Award 2009.

Penghargaan SK Trimurti Award 2010 diserahkan oleh Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika menyerahkan kepada Maria Farida, salah seorang anak mantan wartawan LKBN ANTARA, di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta, Kamis (25/11) malam.

Kiranya semangat SK Trimurti dan Maria Farida menginspirasi jutaan perempuan Indonesia terus maju, berkarya dalam bidang masing-masing dalam tantangan zaman yang terus berkembang.

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s