Obama, Bhinneka tunggal ika, dan perusakan hutan

Mengunjungi istiqlal. Kata Obama, sebagai sesama umat Tuhan, orang Islam dan orang Kristen bebas masuk ke rumah ibadah umat beragama lain.

Hari kedua lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Jakarta Kamis (10/11) kemarin diisi dengan kunjungan ke Masjid Istiqlal serta memberi kuliah umum di kampus Universitas Indonesia, Depok.

Di Istiqlal, Obama diterima imam besar masjid Ali Mustafa Yaqub yang menemaninya berjalan-jalan dan melihat isi masjid yang dibangun oleh arsitek Katolik, Frederich Silaban itu. Penampilan Michelle Obama terlihat berbeda saat ia memakai kerudung saat berkunjung Istiqlal. Selain mendapat plakat dan buku profil Istiqlal, Obama juga mendapat buku karangan Ali Yaqub berjudul, “Islam di Amerika dan Islam between war and peace.”

Usai dari Istiqlal, Obama meluncur ke Balairung UI untuk berpidato, yang dihadiri 7.500 undangan, termasuk teman-teman masa kecilnya di SDN Besuki, Menteng. Di sini, Obama menyampaikan kesannya tentang kunjungan ke Istiqlal. Obama memaparkan, Istiqlal merupakan tempat umat Muslim menyembah Tuhan. Ditegaskannya, Indonesia-Amerika adalah sama-sama pengikut Tuhan. “Saya orang Kristen, tapi sangat disambut baik,” kata Obama. Pidato lengkap Obama dapat disimak di sini dan terjemahan Bahasa Indonesianya di sini.

Di awal pidatonya, Obama menyapa dengan ucapan ‘Selamat Pagi’ dan ‘Assalamualaikum’ . Lebih heboh lagi. Obama mengundang tepuk tangan riuh ketika mengatakan, “Indonesia bagian dari diri saya” dengan Bahasa Indonesia yang lancar..

Obama menyebut, Indonesia harus menjadi contoh keharmonisan umat beragama bagi seluruh dunia. Kehidupan pluralisme yang sangat harmonis itu merupakan salah satu alasan mengapa Indonesia menjadi salah satu negara penting di abad XXI ini. “Inilah spirit toleransi yang saya kagumi, Bhinneka Tunggal Ika, unity in diversity” tegas Obama. Saat mengucapkan Bhinneka Tunggal Ika, tepuk tangan pun langsung bergemuruh.

Dari Universitas Indonesia, rombongan Obama meninggalkan Indonesia menuju Korea, sementara Michelle Obama kembali ke AS dengan sejenik mampir ke Thailand. Kunjungan Obama terpaksa dipersingkat hanya 19 jam, tak jadi ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, karena alasan keamanan pasca erupsi Merapi.

Demo Greenpeace di bawah baliho selamat datang Obama dan Michelle, Monas. Secara kehumasan, aksi Greenpeace selalu menarik, baik dari segi lokasi maupun timing unjuk rasa. (foto by: Greenpeace docs)

Kunjungan 19 jam Obama ke Indonesia tak lepas dari aksi demo. Di antaranya yang ditunjukkan pegiat lingkungan Greenpeace Indonesia. Dalam unjuk rasa di kawasan istana, Greenpeace mendesak Amerika Serikat untuk secara dramatis meningkatkan dukungan finansial mereka terhadap upaya Indonesia dalam mencegah perusakan hutan. Selain itu, Amerika juga diharapkan segera menurunkan emisi gas rumah kaca dalam negerinya.

Mister Obama, please read the message. Boleh nyumbang negara berkembang, tapi AS juga harus kurangi emisi gas rumah kaca dalam negeri. (foto by: Greenpeace docs.)

Desakan ini menyusul pengumuman pada konferensi pers Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, dimana Amerika Serikat akan menyediakan dana terbatas guna membantu Indonesia melindungi hutan alam dan lahan gambut kaya karbonnya.

“Di saat kami menyambut baik kerjasama Amerika-Indonesia untuk mengatasi perusakan hutan, dana yang disediakan masih kurang jika dibandingkan dengan skala dan dampak perusakan hutan yang harus diatasi Indonesia. Juga, Amerika Serikat harus secara drastis meningkatkan target penurunan emisinya” kata Jurukampanye Senior Greenpeace Amerika Serikat, Rolf Skar

Beberapa pekan lagi akan berlangsung perundingan iklim PBB di Cancun, di mana Indonesia diharapkan akan mengumumkan detail negosiasi dengan Norwegia, yang telah menawarkan dana US$1 miliar bagi perlindungan hutan Indonesia awal tahun ini. Inti dari perjanjian ini adalah moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan selama dua tahun pada konsesi baru di hutan dan lahan gambut, yang diharapkan akan diterapkan mulai 1 Januari 2011.

Negara maju sudah menunjukkan komitmen mendukung Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim. Semoga dana yang dijanjikan dapat dimanfaatkan semestinya. Pihak Indonesia pun diharapkan menghormati komitmen ini dengan menjalankan moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan sebagaimana disepakati.

This entry was posted in journalism and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Obama, Bhinneka tunggal ika, dan perusakan hutan

  1. bunda einz says:

    bajunya michele kegedean ya. gombrong. sesekali dia megangin celananya yg terlalu panjang. nylimpret tuh… dia sangat terlihat tak nyaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s