Obama, dan kerinduannya pada Indonesia…

Suasana pertemuan Obama dan SBY bersama first lady kedua negara. Photo : situs resmi kepresidenan RI

Tak sampai 24 jam, Presiden Barack Obama mengunjungi Indonesia, negara yang pernah ditinggali di masa kecilnya, 1967-1971. Rabu (9/10) sore, Obama mendarat di bandara Halim Perdanakusuma, pukul 16.30 WIB. Bersama isterinya Michelle Obama, ia menyapa “Apa kabar?” kepada para penyambutnya, seperti Menlu Marty Natalegawa, Dubes Indonesia di AS Dino Pati Djalal, dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo.

Tiba di Istana Negara, Obama menyapa wartawan dengan “Selamat Sore”, lalu menjalani prosesi penyambutan tamu negara, termasuk pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, serta dentuman meriam sebanyak 21 kali. Tak lupa, presiden ke-44 AS ini mengisi buku tamu dan menulis kalimat, “I’m so glad to return to Indonesia and hope the bonds between our countries to grow stronger.”

Selanjutnya, Obama terlibat pembicaraan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menteri terkait. Di saat Obama berbincang serius inilah, Ani Yudhoyono mengajak keliling Michelle Obama, termasuk mengajarinya membatik di Wisma Negara.

Hanya 25 jurnalis domestik yang diperbolehkan mendapat ID khusus untuk mengikuti konferensi pers usai perundingan SBY dan Obama. Sebelumnya, jumpa pers dirancang di taman tengah antara Istana Merdeka dan Istana Negara, dengan tenda khusus disediakan bagi wartawan. Tapi, karena hujan mengguyur Jakarta sejak sore, plan outdoor dibatalkan. Saya dan mayoritas teman-teman wartawan harus puas mengikuti rangkaian acara lewat siaran Metrotv di Media Centre, yang secara khusus dipindah di depan Gedung Sekretariat Negara. Ada unik di ruang pers ini, ada sekat yang membatasi antara ruang khusus untuk jurnalis Indonesia dan Amerika.

Ruang wartawan di media centre disekat. Kiri untuk domestik, yang kanan untuk interlokal.

Di awal jumpa pers, Obama menyatakan dukacita atas berbagai bencana yang menimpa Indonesia. Obama juga mengaku tak lagi mengenali wilayah Jakarta sekarang. Namun, anak Menteng ini bercerita, ada satu bangunan yang masih diingatnya. “Sarinah, tapi sekarang lebih rendah dari bangunan tinggi lain di sekitarnya,” kata Presiden Obama. Tapi jujur, ia mengaku tak merasakan problem kemacetan yang melanda Jakarta. “Tentu saja, karena saya mendapat pengawalan,” katanya.

Malamnya, Obama mengikuti jamuan makan kenegaraan di Istana Negara. Peristiwa ini menjadi bersejarah karena kedatangan mantan presiden Megawati Sukarnoputeri, sebagai kehadirannya kali pertama di istana sejak 2004. Di acara ini juga, Obama disuguhi makanan favoritnya dulu, seperti nasi goreng, bakso, emping, rambutan

Inspirasi datang dari pemimpin negara besar  yang ramah, bersahaja, dan tak lupa pada kampung masa kecilnya.

This entry was posted in journalism and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s