Jendela Singapura bernama Bintan

 

Pembukaan Tour de Bintan di Simpang Lagoi, Bintan. Jadi hiburan masyarakat.

 

Apa bedanya modus turis mancanegara dan wisataman domestik dalam berwisata? “Orang Indonesia itu, misalnya waktu rekreasinya 24 jam, kalau bisa dia di hotel 4 jam, sementara yang 20 jam jalan-jalan. Beda dengan turis asing, mereka rekreasi untuk mencari ketenangan. Kalau bisa, 24 jam di hotel atau sekitar penginapan saja,” kata Aji, seorang pengusaha penyewaan mobil, rekan seperjalanan dalam ferry dari Batam menuju Bintan.

Penjelasan sederhana itu menjawab pertanyaan saya, mengapa Bintan menjadi begitu dekat bagi masyarakat Singapura, tapi seperti tak dikenal oleh masyarakat negerinya sendiri. Jarang sekali orang Indonesia menyebut pulau penghasil bauksit ini sebagai destinasi wisata favorit. Yang selalu terbayang sebagai daerah tujuan plesir dalam negeri selalu saja Bali, Lombok, Yogyakarta, Toba, Manado, dan lain-lain.

“Selama ini Bintan lebih dikenal sebagai the window of Singapore. Sebagian orang Indonesia kurang familiar, padahal banyak destinasi wisata menarik di sini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, RM Akib Rachim, yang saya temui di sela-sela pertemuan teknis Tour de Bintan. Ya, ini adalah even balap sepeda, resmi dicanangkan mulai tahun ini.

 

Balap sepeda membelah hutan Pulau Bintan. Diikuti 500 pebalap dari 20 negara.

 

Pada pembukaan Tour de Bintan, Sabtu (16/10) bendera balapan dikibarkan Menko Kesra Agung Laksono dan Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, even balapan ini bisa dikenal di luar negeri dan menjadi ikon, layaknya Tour de France. Mengapa tidak?” kata Sapta.

Selain balap sepeda 2 hari dalam 3 stage ini, Bintan punya banyak potensi lain. Wisata pantai –terkenal dengan Pantai Lagoi dan Pantai Trikora- menjanjikan arena snorkeling, dan surfing, pada musim-musim tertentu. Bintan juga punya Ria Golf, lapangan golf 36 hole yang diklaim terbaik di Asia. “Para pegolf punya pameo, kalau belum main di Ria Bintan Golf, maka ia bukan golfer sejati,” tambah Akib.

Inilah Bintan. Dua malam di sini membuat saya benar-benar merasakan suasana Singapura, terutama di kawasan resor Lagoi. Nyaris semua tarif (kamar hotel, makanan, souvenir, dll) dikonversi dalam Dolar Singapura. Ibarat perumahan (tapi bayangkanlah, ini pulau, versi terbesarnya perumahan), Lagoi adalah sebuah cluster. Orang tidak bisa bebas keluar masuk kecuali penghuninya. Baru di luar Lagoi kita bisa berjumpa dengan penduduk lokal di pulau yang terdiri dari dua pemerintahan tingkat dua (Kabupaten Bintan dan Kota Tanjung Pinang) serta menjadi ibukota administratif Provinsi Kepulauan Riau.

Karena ingin menyapa masyarakat lebih banyak itulah, berbeda dengan versi ujicoba tahun lalu, balapan Tour de Bintan 2010 dibuat lebih luas, tak hanya mengitari Kabupaten Bintan, tapi juga menyentuh wilayah Kota Tanjung Pinang. Sepanjang perjalanan mengikuti stage satu balapan sejauh 156 km, saya menjumpai anak-anak sekolah berjajar di pinggir jalan, menyambut pembalap dengan mengibarkan bendera murah putih. Padahal, dari 500 pembalap dari 20 negara yang berpartisipasi, pembalap lokalnya tak lebih dari hitungan jari tangan.

“Senang sekali melihat antusiasme penonton begitu dekat menyapa pembalap, terutama anak-anak yang begitu ceria,” kata Race Director Tour de Bintan, Matthe Vijverberg. Selain anak-anak, saya menjumpai ibu-ibu bermain hadrah menyambut kedatangan pembalap di kawasan Kecamatan Kijang.

Inilah intan nusantara bernama Bintan. Sudah alamnya indah, masyarakatnya ramah pula. Persoalannya, berapa lama kita rela pulau ini lebih dikenal oleh masyarakat Singapura ketimbang saudara-saudaranya setanah-air?

This entry was posted in jalan-jalan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Jendela Singapura bernama Bintan

  1. Ya ampun ini mas jojo kakak kelasku di Komunikasi Unair itu kan?? yang seangkatan sama pak dosen IGAK Satriya kalo tak salah..walah pernah ke bintan tho….saya tadi posting tentang Bintan, malah ada tag tentang bintan, setelah di klik kok mas jojo…
    walah🙂 nice to meet you mas jojo…
    pasti lupa sama adek kelasnya ini…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s