<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jojo&#039;s Journey</title>
	<atom:link href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com</link>
	<description>&#34;write with heart, make a story with empathy&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 12:41:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jojoraharjourney.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/41934e9d9e6b6715742ad15f61b71348?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jojo&#039;s Journey</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/osd.xml" title="Jojo&#039;s Journey" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jojoraharjourney.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Boyongan, pindah domain&#8230;</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/23/boyongan-pindah-domain/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/23/boyongan-pindah-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 12:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[WE ARE MOVE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Halo&#8230; per Januari 2012, personal site saya boyongan ke www.jojoraharjo.com See u there! jojo@jojoraharjo.com, 08155557343<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=718&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/paris.jpg"><img class="wp-image-719 alignleft" title="paris" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/paris.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Halo&#8230; per Januari 2012, personal site saya boyongan ke www.jojoraharjo.com</p>
<p>See u there!</p>
<p>jojo@jojoraharjo.com, 08155557343</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/718/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=718&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/23/boyongan-pindah-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/paris.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Awal Tahun: Simalakama New Media</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/02/catatan-awal-tahun-simalakama-new-media/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/02/catatan-awal-tahun-simalakama-new-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 17:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[football evangelist]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Banyak ramalan beredar di tahun baru. Apapun yang terjadi, satu hal sudah pasti di tahun ini: Media baru akan semakin menggejala. Baru saja saya menutup sebuah tabloid hiburan yang terbit dalam edisi awal tahun, dengan berita sampul perceraian seorang pemain &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/02/catatan-awal-tahun-simalakama-new-media/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=711&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Banyak ramalan beredar di tahun baru. Apapun yang terjadi, satu hal sudah pasti di tahun ini: Media baru akan semakin menggejala.</em></strong></p>
<div id="attachment_714" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/jojo.png"><img class="size-medium wp-image-714 " title="jojo" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/jojo.png?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Liputan Final SEA Games di tengah kerumunan supporter Malaysia. Pesan damai, bukan provokasi. (Dokumentasi: Kompas TV)</p></div>
<p><strong><em></em></strong>Baru saja saya menutup sebuah tabloid hiburan yang terbit dalam edisi awal tahun, dengan berita sampul perceraian seorang pemain film belia dengan pengusaha muda, anak mantan pejabat negeri ini. Dalam halaman mengenai ramalan-ramalan peristiwa di 2012, tabloid itu menulis antara lain: bakal ada tiga atau empat artis meninggal sekaligus dalam sebuah kecelakaan, seorang penyanyi perempuan bakal buka kartu atas prahara cintanya selama ini, anak kedua presiden menantikan momongan, si pemyanyi A bakal makin moncer go international, si penyanyi A lain bakal bebas dari penjara, dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-711"></span></p>
<p>Benar atau tidaknya prediksi-prediksi itu, tentu harus dibuktikan oleh waktu. Tapi, satu hal yang saya yakini pasti: era media baru bakal semakin berkibar di 2012. Seiring dengan kecepatan dan kemudahan koneksi internet, perkembangan jejaring sosial bakal kian meraja. Era Blog di awal 2000-an, Friendster di 2004, Youtube pada 2005, Facebook di 2006/07-an, hingga demam twitter pada 2010/11 bukanlah akhir dari revolusi sosial media. Demam internet murah dan turunnya harga telepon pintar menjadikan media sosial sebagai sarana penyampai opini yang cepat dan paling diminati. Apapun bentuknya: teks, foto, maupun video.</p>
<p>Maka, atas semakin masifnya pengguna media baru ini, Indonesia adalah pengguna Twitter terbanyak ketiga di dunia. Presiden SBY pun bangga dan sempat memamerkannya di hadapan pengusaha Amerika Serikat.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki &#8216;kolam&#8217; besar penduduk muda. Sekitar 50 persen dari 240 juta penduduk Indonesia di bawah usia 29 tahun,&#8221; kata SBY saat memberikan sambutan dalam Overseas Private Invesment Corporation (OPIC) yang berlangsung di Ballroom Hotel Sangri La, Jakarta, pertengahan tahun silam.</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh ratusan pengusaha Amerika Serikat. Hadir pula Dubes AS untuk Indonesia, Scott Marciel dan Presiden dan CEO OPIC Elizabeth Littlefield. &#8220;Pemuda kami ini bisa dibilang paling &#8216;connected&#8217;. Saat ini kita adalah pengguna Facebook tertinggi kedua di dunia, dan tertinggi ketiga pengguna Twitter,&#8221; ungkap SBY.</p>
<p><strong>Pisau bermata dua</strong></p>
<p>Pertanyaannya sekarang: apakah media baru menjalankan eksistensinya sebagai sesuatu yang bermanfaat, atau justru menjadi pembawa petaka? Demikianlah, bak pisau bermata dua, kehadiran media baru –khususnya sosial media- bisa membawa untung atau buntung, tergantung si pemakai.</p>
<p>Tak terkecuali dalam konflik PSSI. Sarana propaganda meluncur lewat berbagai akun twitter, facebook, forum dan juga media-media dalam jaringan lainnya. Mana yang benar dan mana yang salah, kita sama-sama tak tahu. Mereka yang menggelontorkan status atau linimasa lebih banyak seolah menjadi pemimpin opini dan mengklaim paling benar.</p>
<p>Sebaliknya, apapun lontaran di dunia internet yang dinila kontraproduktif akan jadi boomerang dan menjadi senjata ampuh bagi “lawan politik”-nya. Seperti yang akhir-akhir ini jadi perbincangan hangat, seorang pejabat sebuah klub sepakbola berikrar rela dikhitan lagi bila pemain kesayangannya benar-benar pindah klub.</p>
<p>Dunia sosial media adalah dunia keniscayaan dan ketidakniscayaan. Percaya dan tak percaya, ada dan tiada, namun persebarannya bisa begitu cepat meluas. Alih-alih menyebarkan kebencian pada klub dan pendukung tim sepakbola lain, mengapa tidak memuat pesan positif tentang makna persahabatan dalam sepakbola. Saya sempat menjalankan misi itu saat meliput final sepakbola SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sebagaimana ditayangkan Kompas TV <a title="Liputan Final SEA Games 2011 di Jakarta." href="http://www.youtube.com/watch?v=MvT5I2ZuRWg&amp;feature=youtu.be">di sini.</a> Daripada mengejek supporter Malaysia, mengapa tidak menyampaikan pesan perdamaian dari dua negara serumpun?</p>
<p>Mulutmu harimaumu. Statusmu personalisasimu. Karena itu, memasuki tahun baru ini, pesan ramalannya jelas sekali: mari kita bijak dalam menggunakan media baru!</p>
<ul>
<li>Agustinus Eko Rahardjo, penggila sepakbola,  jurnalis Kompas TV</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=711&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2012/01/02/catatan-awal-tahun-simalakama-new-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2012/01/jojo.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Jurnalistik, Mendidik Suporter Lebih Cerdik</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/27/pelatihan-jurnalistik-mendidik-suporter-lebih-cerdik/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/27/pelatihan-jurnalistik-mendidik-suporter-lebih-cerdik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 19:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[football evangelist]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Galtung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Supporter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[ Dalam era citizen journalism, setiap orang bisa jadi pembawa damai atau justru penyebar petaka. Pertengahan pekan lalu menjadi hari tak terlupa saat saya mendapat undangan menjadi pembicara “Pelatihan Jurnalistik Supporter Sepakbola” di Puncak, Bogor. Apa yang menarik dari acara ini? &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/27/pelatihan-jurnalistik-mendidik-suporter-lebih-cerdik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=703&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><em> </em></strong><strong><em>Dalam era citizen journalism, setiap orang bisa jadi pembawa damai atau justru penyebar petaka.</em></strong></div>
<div></div>
<div>
<div id="attachment_704" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/jurdam.jpg"><img class=" wp-image-704" title="jurdam" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/jurdam.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Jurnalisme damai untuk supporter. Why not?</p></div>
<p>Pertengahan pekan lalu menjadi hari tak terlupa saat saya mendapat undangan menjadi pembicara “Pelatihan Jurnalistik Supporter Sepakbola” di Puncak, Bogor. Apa yang menarik dari acara ini? Baiklah, mungkin Anda pernah mendengar kisah pendukung Persebaya Surabaya –lazim disebut <em>bonek</em> alias <em>bondo nekat</em>- datang ke Jakarta menumpang kereta ekonomi demi pendukung tim idolanya “Green Force” berlaga ke Senayan. Itu cerita biasa. Tapi, bagaimana kalau supporter sepakbola dari beberapa klub datang dengan moda KA ekonomi nan sesak itu dengan tujuan mengikuti pelatihan jurnalistik di sekitar Jakarta? Saya kira ini baru berita.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Begitulah, hampir 30 orang supporter, perwakilan beberapa kelompok pendukung klub sepakbola sepakbola seperti Persebaya, PSIS, Persib, Persis Solo, Persijap Jepara, dan beberapa “delegasi lain” datang selama 3 hari 2 malam di sebuah penginapan di kawasan Puncak, Jawa Barat. Bukan untuk ber-tret-tret-tret mendukung tim kesayangan berlaga di partai puncak perhelatan kompetisi sepakbola, dan bukan pula untuk menumbangkan rezim otoriter mafia sepakbola Indonesia –seperti mereka lakukan awal tahun silam. Mereka datang untuk satu tujuan, belajar jurnalistik, dengan harapan mengubah kesan yang terlanjur melekat, bahwa supporter bola adalah pembuat rusuh. Dengan pelatihan jurnalistik, setidaknya para pendukung “garis keras” ini diharapkan lebih cerdik, terutama dalam era kian masifnya penggunaan teknologi media dalam jaringan serta sosial media. Satu celetukan mereka dalam<em> twitter, </em>status <em>facebook</em>, blog, website kelompok supporter maupun sarana lain, bak pedang bermata dua. Mampu mengobarkan perang atau menyiramkan air kesejukan.</p>
<p>Para pendukung sepakbola ini, orang-orang “hardliner” yang suka menyebut diri mereka sebagai ‘kelompok ultras’ alias pendukung berbekal nyawa, bisa membawa peran ganda. Sekali beraksi, mereka bisa mengibarkan bendera perang antar kelompok supporter, antar klub, antar kota, dan tak mustahil antar generasi. Namun, saat mereka mengambil inisiatif positif, hal-hal yang tak mungkin pun menjadi nyata. Pernahkah Anda membayangkan kelompok supporter lawan mengawal kedatangan “tamu”-nya dari batas kota, <em>rest area</em>, sampai masuk ke stadion, lalu keluar dari tapal kota lagi dengan selamat? Itu fakta, dan pernah terjadi saat kelompok supporter ini menunjukkan peran terpujinya sebagai pembawa damai.</p>
<p><strong>Peace Journalism</strong></p>
<p>Saya merasa, dalam saat seperti inilah teori jurnalisme damai menjadi relevan. Jurnalisme damai adalah praktek jurnalistik yang bersandar pada pertanyaan-pertanyaan kritis tentang manfaat aksi-aksi kekerasan dalam sebuah konflik dan tentang hikmah konflik itu sendiri, Lazim kita pahami, genre jurnalisme damai digagas Profesor Johan Galtung, ahli studi pembangunan, 1970-an, sebagai antitesa dari Jurnalisme Perang, yang hanya menekankan “menang-kalah”.</p>
<div id="attachment_705" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/bicara-audiens.jpg"><img class="size-medium wp-image-705" title="bicara audiens" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/bicara-audiens.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Membagi virus positif di tengah maraknya media sosial. Supporter bola, agen perdamaian.</p></div>
<p>Jurnalisme perang: tertarik pada angka tewas, konflik, kekerasan, dan kerusakan material. Jurnalisme perang memperjauh jarak pihak berkonflik, bukan mendekatkan dan mencari cara berdamai.</p>
<p>Sebaliknya, jurnalisme damai melihat perang/konflik sebagai sebuah masalah yang tak harus terjadi. “Peace journalism” ;ebih mementingkan empati kepada korban konflik daripada liputan yang kontinyu tentang perang/konflik itu sendiri. Genre jurnalisme damai juga konsisten memberi porsi sama kepada yang berkonflik, serta mengungkapkan ketidakbenaran di semua pihak, bahkan kalau perlu menyebut nama pelaku kejahatan (“evil doers”) dari kedua belah pihak.</p>
<p>Alih-alih menjadikan kekerasan sebagai komoditi, jurnalisme damai fokus memberitakan efek yang tak tampak (invisible effect of violence) seperti kerusakan sosial, kerusakan budaya moral, hancurnya masa depan dan trauma pihak berkonflik . Jurnalisme model ini  bukan semata pada produk fisik hasil konflik: rumah terbakar, potongan mayat, rumah ibadah hangus, wanita anak terlantar, namun lebih memberi tempat bagi suara korban (voice of the voiceless).</p>
<div id="attachment_706" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/ramai-ramai.jpg"><img class="size-medium wp-image-706" title="ramai-ramai" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/ramai-ramai.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Indahnya kebersamaan. Supporter bola bukan penyebar petaka.</p></div>
<p>Saya merasakan langsung bagaimana dampak kekerasan dari mereka yang menyebut diri sebagai kelompok fanatik pendukung klub tertentu. Cerita di <a title="Indonesia Tanpa One" href="http://www.iddaily.net/2010/01/think-sport-indonesia-tanpa-one.html">tautan</a> ini masih membekas, kala (oknum) supporter The Jakmania memaksa saya bertelanjang dada di tempat tinggal saya sendiri, hanya karena saya memakai kaos “Bonek” yang notabene adalah rival utama mereka.</p>
<p>Sepakbola adalah hiburan. Dengan sepakbola –baik hasil di lapangan maupun suasana semarak di tepi lapangan- hidup kita akan menjadi bergairah dalam menjalankan tugas keseharian nan penuh problema. Karena itu, alangkah indahnya jika hingar-bingar supporter sepakbola kemudian menjadi inspirasi penambah semangat hidup, dan bukan menambah masalah baru yang membekas ke generasi-generasi berikutnya.  Mari sebarkan virus pembawa damai di dunia sepakbola Indonesia!</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=703&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/27/pelatihan-jurnalistik-mendidik-suporter-lebih-cerdik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/jurdam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jurdam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/bicara-audiens.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bicara audiens</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/ramai-ramai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ramai-ramai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanamkan Mimpi Kejayaan Sepakbola Indonesia</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/24/menanamkan-mimpi-kejayaan-sepakbola-indonesia/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/24/menanamkan-mimpi-kejayaan-sepakbola-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 04:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[about movie]]></category>
		<category><![CDATA[football evangelist]]></category>
		<category><![CDATA[Emir Mahira]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda di Dadaku]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Memori anak kecil begitu kuat. Semangat Garuda akan membawanya memenangkan kehidupan. Bukan tanpa alasan saya mengajak Einzel menonton film “Garuda di Dadaku 2” di hari-hari awal pemutarannya di gedung bioskop. Dari film garapan KG Production berdurasi 99 menit ini, kita &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/24/menanamkan-mimpi-kejayaan-sepakbola-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=695&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_696" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/garuda.jpg"><img class="size-medium wp-image-696" title=" " src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/garuda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Garuda di Dadaku 2. Semangat nasionalisme sejak dini.</p></div>
<p><em><strong>Memori anak kecil begitu kuat. Semangat Garuda akan membawanya memenangkan kehidupan.</strong></em></p>
<p>Bukan tanpa alasan saya mengajak Einzel menonton film “Garuda di Dadaku 2” di hari-hari awal pemutarannya di gedung bioskop. Dari film garapan KG Production berdurasi 99 menit ini, kita belajar tentang banyak hal: nasionalisme, kerja keras, persahabatan, keharmonisan keluarga, dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-695"></span><br />
Sosok Bayu –diperankan Emir Mahira- kini beranjak dewasa, menjelang 15 tahun. Jam terbangnya bermain bola pun semakin tinggi. Menghadapi kejuaraan ASEAN di Jakarta, ia bertekad membawa Indonesia juara. “Sudah 20 tahun kita tak jadi juara di event ini,” kata Bayu. Ah, ini mengingatkan pada nestapa SEA Games bulan lalu. Timnas U-23 gagal mewujudkan mimpi meraih medali emas, yang terakhir dipersembahkan Sudirman dkk di Manila 1991.</p>
<p>Garuda di Dadaku menjadi menarik karena beberapa hal, setidaknya seperti saya lontarkan dalam twit saya.b Bagian awal film dibuka dengan dipecatnya pelatih timnas (Dorman Borisman) karena menolak perintah pengurus mengerahkan anggota timnas untuk makan-makan dengan petinggi partai. Hahaha… ingat kunjungan tim Piala AFF ke rumah Ketua Umum Partai Golkar di Jl. Ki Mangunsarkoro Menteng pada akhir 2010 silam?</p>
<p>Mungkin masih terilhami fenomena AFF 2010, Bagian menarik lain film “Garuda di Dadaku 2” saat pelatih timnas yang baru, Wsnu (Rio Dewanto) mengusir wartawan yang mengerubuti Bayu, Yusuf, Rama, dan kawan-kawannya. Sang pelatih berteriak tefas, &#8220;Kalian itu bermain bukan untuk jadi artis infotainment!&#8221; Hehehe.. sepakbola memang bisa melahirkan para pelakonnya menjadi bak artis, tapi jangan lupa, tujuan utama seorang pemain berada di profesi ini adalah untuk meraih kemenangan di lapangan, dan bukan jadi pesohor.</p>
<p>Asyik juga saat menengok kesamaan film &#8220;Garuda di Dadaku 2&#8243; dgn realitas sepakbola Indonesia sebenarnya? Kita punya pemain Papua sebagai kunci! Yap, penendang penalti penentu saat melawan Malaysia di semifinal berasal dari seorang pemain asal Papua. Tentu kita tak lupa pada sosok Boaz Salossa yang mulai menonjol pada Piala AFF 2004, Oktovianus Maniani pada Piala AFF 2010, serta duo Patrich Wanggai-Titus Bonai di SEA Games 2011. Sebagai pencetak talenta andal sepakbola Indonesia, Papua memang dahsyat….</p>
<p>Dan akhirnya, “Garuda di Dadaku 2” ditutup dengan terangkatnya Piala ASEAN Junior oleh duo Bayu dan Yusuf. Yang unik, mereka memenangkan partai final melawan Thailand setelah pemain cadangan bernama Effendi dimainkan. Effendi sebelumnya disebut sebagai “pemain titipan” pengurus PSSI, yang membuat pelatih Wisnu bersitegang dengan para petinggi federasi sepakbola Indonesia itu.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Mimpi masa depan</strong></p>
<div id="attachment_697" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/senayan.jpg"><img class="size-medium wp-image-697" title="senayan" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/senayan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mengajak Einzel ke Senayan. Kebanggaan sepakbola Indonesia.</p></div>
<p>“Garuda di Dadaku 2” mengajarkan mimpi tentang kemashyuran sepakbola Indonesia. Mimpi yang hampir membuat kita terjaga pada Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011 lalu. Seratus ribu penonton hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno di partai puncak, demi satu harapan: menyaksikan Indonesia Juara.</p>
<p>Sayang, mimpi itu belum terwujud. Kapankah kisah Bayu Purnomo Jati dan Yusuf Matutu kita nikmati dalam kehidupan “real show”? Akankah generasi Einzel membawa kita ke arah itu, saat sepakbola kita konon ingin mengutamakan pembinaan jangka panjang dan bukan secara instan? Jadi, apakah jawabnya pada SEA Games Singapura 2015? Piala Dunia 2022 di Qatar? Atau harus menunggu lebih lama lagi?</p>
<p>Terngiang teriakan coach Wisnu saat memimpin latihan berat Bayu dan kawan-kawan yang lokasi shootingnya diambil di pegunungan kapur Dawuan, Cikampek, “Rumusnya jelas: sepakbola butuh kerja keras!”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=695&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/12/24/menanamkan-mimpi-kejayaan-sepakbola-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/garuda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/12/senayan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">senayan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Nyetir, Seni Pengendalian Diri</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/10/06/belajar-nyetir-seni-pengendalian-diri/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/10/06/belajar-nyetir-seni-pengendalian-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 05:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration/biography]]></category>
		<category><![CDATA[balancing]]></category>
		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[setir mobil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Barangsiapa bisa menyetir mobil dengan tenang, ia bisa menguasai dunia. (Jojo Raharjo) Seorang kawan bercerita, ia melalui seleksi masuk menjadi wartawan di sebuah media dengan tes yang amat unik. Pemimpin koran itu mengajaknya masuk mobil, dan meminta kawan ini memegang &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/10/06/belajar-nyetir-seni-pengendalian-diri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=683&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Barangsiapa bisa menyetir mobil dengan tenang, ia bisa menguasai dunia. (Jojo Raharjo)</em></strong></p>
<div id="attachment_684" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/10/nyetir.jpg"><img class="size-medium wp-image-684" title="nyetir" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/10/nyetir.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jangan tegang, Jo. Aspek ketenangan dapat dilihat dari posisi duduk dan tangan pengemudi.</p></div>
<p>Seorang kawan bercerita, ia melalui seleksi masuk menjadi wartawan di sebuah media dengan tes yang amat unik. Pemimpin koran itu mengajaknya masuk mobil, dan meminta kawan ini memegang setir untuk berputar-putar keliling kota. Sembari tetap konsentrasi mengendalikan mobil, calon wartawan ini diajak ngobrol <em>ngalor-ngidul</em> tentang data dirinya, visi-misi hidup, cita-cita, impian-impiannya di dunia kerja dan lain-lain. “Berat sekali, karena mata harus fokus bawa mobil, sementara telinga dan mulut mesti menjawab pertanyaan dan meladeni omongan dengan benar,” katanya. Syukurlah, ia lulus tes.</p>
<p>Seberapa sulitkah mengendarai mobil? Apa bedanya dengan menyetir motor?</p>
<p><span id="more-683"></span></p>
<p>Kalau Anda sudah memiliki Sim A dan mempraktekkannya sejak lama, tentu bisa menjawab pertanyaan itu dengan gamblang. Tapi, jika Anda baru bermimpi menyetir mobil, mungkin jawabannya antara gamang dan <em>gambling</em>.</p>
<p>Hari-hari ini saya mengimplementasikan keterampilan baru mengemudikan kendaraan roda empat. Namanya juga pemula, tentu jangan disamakan dengan mereka yang mengendarai mobil sebagai salah satu aktivitas harian, serutin orang Indonesia makan nasi. Beberapa tahun punya lisensi Sim A keluaran Polda Metro Jaya, saya masih saja grogi bin nervous. Masih terus berdoa amat khusuk, serta merasa perlu membuat tanda salib di jidat dan dada, sebelum menyalakan mesin mobil.</p>
<p>Ada beberapa pesan moral ingin saya bagi. Kalau Anda, terutama yang jauh lebih punya <em>skill</em> dalam hal satu ini ingin menambahkan, silahkan tulis di kolom komentar:<strong></strong></p>
<p><strong>1. Menyetir mobil semata-mata adalah masalah keseimbangan</strong></p>
<p><em>Balancing </em>di sini berarti keseimbangan dalam segala hal. Indera penglihatan, misalnya. Instruktur kursus mobil saya mengingatkan untuk tak lupa melihat spion kiri dan kanan setiap dua detik. Kebayang bagaimana mempraktekkannya? <em>Every two seconds, </em>bung!</p>
<p>Keseimbangan lain yakni mengatur dua kaki. Kaki kiri mengurus kopling, dan kaki kanan bergantian menginjak pedal rem dan gas. Karena masalah keseimbangan di bagian bawah ini, seringkali saya terjebak di tengah jalan. Mesin mati di tengah jalan, terutama area tanjakan, diiringi deru klakson pengantri jalan nan tak sabaran itu.</p>
<p>Keseimbangan terpenting tentu ada di pikiran. Ketenangan dan kejernihan berpikir, itu kuncinya. Menghadapi jalanan yang <em>stuck</em>, lampu lalu-lintas tak kunjung menyala hijau, sampai keinginan mendahului “lawan” di jalanan sepi merupakan persoalan yang hanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.<strong></strong></p>
<p><strong>2. <em>Relax</em>, rileks, maka semuanya akan mengalir</strong></p>
<p>Jangan biarkan ketakutan dan pikiran buruk menghantui. Semua pekerjaan akan berjalan baik bila dijalani dengan rileks. Serius tapi santai. Pastikan <em>mood</em> Anda berada dalam titik terbaik. Mulai dari posisi tempat duduk, sampai kanal radio atau lagu dari <em>tape deck</em> yang ingin Anda dengarkan. Dengan berpikir positif dan membiarkan jiwa dikuasai kenyamanan, niscaya sukses menyetir sampai tujuan dengan suasana menyenangkan.<strong></strong></p>
<p><strong>3. Menyiapkan urusan teknis</strong></p>
<p>Jiwa boleh beres, tapi kalau problem teknis belum diselesaikan tentu hasilnya akan Samjugbong: Sama juga bohong. Pastikan urusan teknis sudah selesai sejak awal. Mulai kecukupan air aki dan radiator (cairan pendingan), bahan bakar memadai –setidaknya sampai SPBU terdekat, recehan-recehan untuk dana tol dan polisi swasta, sampai “peta imajiner”, bakal lewat mana mobil ini diarahkan. Sedikit lengah untuk urusan kecil seperti ini, bisa panjang urusannya.<strong></strong></p>
<p><strong>4. Fokus pada yang di depan, bukan di samping, atau belakang.</strong></p>
<p>Seorang pembalap <em>rally</em> sangat membutuhkan navigator untuk membimbingnya menempuh perjalanan tiap etape. Tapi, sebagai seorang pengemudi mobil debutan, sebaiknya Anda lebih fokus pada pandangan di depan. Jangan mudah terpengaruh ocehan orang di samping atau belakang Anda, terlebih kalau celetukannya justru membuat Anda makin panik.<strong></strong></p>
<p><strong>5. Di akhir semuanya: jam terbang</strong></p>
<p>Kita akan bisa mengatasi sebuah masalah dengan lebih tenang jika kita telah memiliki referensi dan pengalaman mengatasi problem yang relatif serupa. Itulah kenapa seorang pilot dihargai profesionalitasnya menurut jam terbangnya, seorang wartawan dilihat dari pengalaman panjangnya liputan di daerah sulit, seorang arsitek dipandang dari berapa banyak rancang bangunnya, seorang pelukis dari masterpiecenya, dan seorang penata musik dicatat dari berapa kali ia memimpin konser besar. Demikian pula seorang yang mengaku bisa menyetir mobil akan ditanya, “Pernah nyetir sampai mana?” “Pernah di jalan berapa jam berturut-turut tanpa istirahat?” “Pernah lewat tol mana saja?” “Pernah ke Puncak, belum?” dan lain-lain. Maka, tak peduli Anda pernah begitu panik di tengah jalan, pernah nyerempet tong sampah atau pagar rumah, resep mempertajam keahlian menyetir tetaplah tiga hal yang sama: jam terbang, jam terbang, dan jam terbang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/683/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=683&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/10/06/belajar-nyetir-seni-pengendalian-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/10/nyetir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nyetir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Makam, Pentingkah?</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/31/ke-makam-pentingkah/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/31/ke-makam-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 09:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi ke makam saat hari raya, bagaimana memandangnya? Baru-baru ini, salah satu grup di telepon pintar saya marak dengan diskusi bertema, “Apa sih perlunya pergi ke makam saat mudik?” Beberapa kawan berkomentar dengan menulis, tradisi berziarah ke makam leluhur tak &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/31/ke-makam-pentingkah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=667&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_669" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-menganti.jpg"><img class="size-medium wp-image-669 " title="makam menganti" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-menganti.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Einzel berkunjung ke makam Nenek, Mama Sriatien di Menganti. Belum pernah bertemu fisik.</p></div>
<p><strong><em>Tradisi ke makam saat hari raya, bagaimana memandangnya?<br />
</em></strong></p>
<p>Baru-baru ini, salah satu grup di telepon pintar saya marak dengan diskusi bertema, “Apa sih perlunya pergi ke makam saat mudik?” Beberapa kawan berkomentar dengan menulis, tradisi berziarah ke makam leluhur tak terlalu signifikan, karena pada dasarnya toh roh dan jiwa mendiang orang yang kita kunjungi sudah tak di situ. Bagaimana opini Anda tentang itu?</p>
<p><span id="more-667"></span></p>
<p>Kalau saya, sederhana saja. Kita ke makam tidak untuk berkomunikasi dengan orangtua kita yang sudah wafat, tentu saja. Pun juga bukan untuk mengucapkan “Selamat Hari Raya”. Pergi ke makam lebih dimaknai sebagai penghormatan kepada beliau-beliau yang sudah menuju alam lain mendahului kita.</p>
<p>Di tepi pusara itulah kita berdoa, agar Gusti Allah memberikan jalan yang terang, mengampuni dosanya, dan ‘memberikan tempat terindah’ dalam masa penantian. Kalaupun ada ungkapan berbasa-basi seperti, “Pamit dulu, ya, Bu…” tak semata-mata untuk dipahami sebagai dialog dengan alam kubur. Sekali lagi, saya memaknai <em>greeting</em> seperti itu sebagai respek pada almarhum yang tempat persemayamannya kita kunjungi. Menghormati dengan mengingat jasa, kenangan, dan semua yang telah diperbuatnya pada kita.</p>
<div id="attachment_681" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/di-makam-ibuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-681" title="di makam ibuk" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/di-makam-ibuk.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Einzel tak pernah lupa momen pemakaman nenek. Semoga Tuhan memberi tempat terindah buat nenek....</p></div>
<p>Bagi seorang ayah seperti saya, berkunjung ke makam leluhur juga memiliki fungsi sebagai cara mengenalkan sejarah yang kuat. Bahwa Einzel, dan calon adiknya kelak, memiliki nenek yang tak pernah mereka jumpai. Mama, perempuan yang melahirkan saya, yang berpulang tepat saat saya melangsungkan pernikahan di Surabaya, Agustus 2006. Selain tentu Einzel tak akan lupa pada nenek, ibu dari isteri saya Celi, yang kembali ke Rumah Bapa Juni 2011 lalu.</p>
<p>Pelajaran historis mengenai kehidupan amat penting, karena dari situlah ia akan mengenang masa lalu, dan juga memandang masa depan –dunia di balik kematian- dengan ceria. Sebagaimana didoakannya setiap malam sebelum tidur, “Berilah Nenek tempat terindah di sorga…”</p>
<div id="attachment_670" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-ibuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-670" title="makam ibuk" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-ibuk.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Einzel (kiri) di makam Nenek, TPU Godean. Menjelang 100 hari berpulangnya nenek Titik.</p></div>
<p>Point-nya, ke makam bukan melakukan sesuatu yang tercela karena berkomunikasi dengan arwah. Dengan mengunjungi makam leluhur, kita menghindari sebutan “kacang lupa kulitnya”. Dengan berkunjung ke makam, kita juga memandang lebih positif tentang dunia misteri di balik sana. Sekali lagi, bukan soal benar atau salah, tapi lebih pada bagaimana kita menghargai kehidupan.</p>
<p>Selamat Hari Raya, selamat berpesta di bumi, dan damai sejahteralah orang-orang dekat kita yang kini berada di tempat penantian…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=667&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/31/ke-makam-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-menganti.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">makam menganti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/di-makam-ibuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">di makam ibuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/makam-ibuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">makam ibuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan kami, setelah lima revolusi…</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/19/pernikahan-kami-setelah-lima-revolusi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/19/pernikahan-kami-setelah-lima-revolusi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 18:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[Celi]]></category>
		<category><![CDATA[Einzel]]></category>
		<category><![CDATA[wedding anniversary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda membaca blog ini pada 19 Agustus 2011, maka pada tanggal yang sama, lima tahun silam, kami –saya dan Celi, isteri saya- tengah berdebar menjalani sebuah ritual penting dalam memulai kehidupan baru bernama pernikahan. Sabtu itu ada dua ritual. &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/19/pernikahan-kami-setelah-lima-revolusi%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=658&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_659" class="wp-caption alignleft" style="width: 237px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto1.jpg"><img class="size-medium wp-image-659" title="foto1" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto1.jpg?w=227&#038;h=300" alt="" width="227" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">terus bersyukur, terus membutuhkan keberuntungan</p></div>
<p>Kalau Anda membaca blog ini pada 19 Agustus 2011, maka pada tanggal yang sama, lima tahun silam, kami –saya dan Celi, isteri saya- tengah berdebar menjalani sebuah ritual penting dalam memulai kehidupan baru bernama pernikahan. Sabtu itu ada dua ritual. Satu prosesi keagamaan, pagi di Kapel Bellarminus, Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta, dan satu lagi, bakda tengah hari, jamuan untuk kerabat dan teman di Wisma Kagama, Universitas Gajah Mada.</p>
<p><span id="more-658"></span></p>
<p>Kini, lima revolusi telah berlalu. Sebagaimana bumi mengitari matahari berevolusi dalam setahun, kami telah lima kali mengelilingi sang surya. Bersama-sama. Kini bahkan dunia menjadi ramai dengan teriakan-teriakan Mikhael Einzel Raharjo, “orang ketiga” dalam perjalanan keluarga kami yang hadir sejak 14 November 2007. Tak hanya Einzel, kami juga bersiap ditemani adik baru, enam bulan dalam kandungan Celi.</p>
<p>Album foto berisi perjalanan lima tahun revolusi tak hanya berisi satu warna. Ada warna kelabu. Seperti tangisan ketika anak tak juga hadir, ketika pekerjaan yang ideal tak kunjung tiba, ketika keinginan seperti jauh dari panggang dari api, atau seperti umumnya pasangan, ketika perbedaan menjadi alasan untuk berkelahi. Bersuara keras, membanting pintu, dan saling berdiam.</p>
<p>Tapi, album itu juga punya warna cerah. Saat berlari-lari bertiga dan membangun istana pasir di Pantai Seminyak. Saat kecapekan tersesat di Orchard Road. Saat berboncengan motor ke Sengkaling. Saat berpose riang di Kawah Putih. Semua adalah sejarah, setiap detik dalam revolusi. Dan tentu saja, belum akan berakhir…</p>
<p>Kami bersama-sama menangis, dan dalam saat bersamaan saling menguatkan, saat dua ibu kami berpulang ke Rumah Bapa. Kami bersama-sama berdoa berhari-hari untuk beberapa keinginan: kaburnya masa depan dalam gambaran karir yang tak jelas, sampai keinginan pemenuhan kebutuhan properti dan kendaraan keluarga.</p>
<div id="attachment_660" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto2.jpg"><img class="size-medium wp-image-660" title="foto2" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">prosesi saling hilangkan ego</p></div>
<p>Terimakasih Tuhan, terimakasih Celi, terimakasih Einzel, terimakasih semua, yang telah membantu kami untuk terus memutari matahari, mengabadikan janji suci di kapel lima tahun silam:</p>
<p><em>Mas Agustinus Eko Rahardjo, atas rahmat Allah yang Mahakasih dan di hadapan GerejaNya yang Mahakudus serta seluruh umat yang hadir, saya menyatakan untuk memilih engkau menjadi suamiku.</em></p>
<div>
<p><em>Saya akan selalu mencintaimu dalam suka dan duka, di waktu sehat maupun sakit, dalam untung dan malang seumur hidupku. Aku berjanji menghayati perkawinan ini sebagai sebuah kesetiaan dan komitmen bersama. Melalui perkawinan ini saya ingin berbagi hidup denganmu dengan kelemahan dan keterbatasanku. Dan akan menjadikan perkawinan ini suci agar dapat membawa berkat dan cinta Allah bagi keluarga dan sesama.</em></p>
<div id="attachment_661" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto3.jpg"><img class="size-medium wp-image-661" title="foto3" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto3.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">duet maut, duet sampai maut</p></div>
<p><em>&#8220;Masihlah panjang, Jalan hidup mesti ditempuh.. S`moga tak lekang oleh waktu…&#8221;</em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/658/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=658&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/19/pernikahan-kami-setelah-lima-revolusi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto1.jpg?w=227" medium="image">
			<media:title type="html">foto1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">foto2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/foto3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">foto3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapolda Metro Jaya: Saya Tak Suka Berpolemik</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/05/kapolda-metro-jaya-saya-tak-suka-berpolemik/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/05/kapolda-metro-jaya-saya-tak-suka-berpolemik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 09:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[journalism]]></category>
		<category><![CDATA[AJI]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Untung S. Radjab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Orang nomer satu di jajaran kepolisian daerah Jakarta Raya berjanji memprioritaskan UU Pers dalam setiap penyelesaian sengketa yang melibatkan jurnalis dan media.  Hampir satu jam menjelang sholat dhuhur di hari ketiga ramadhan, Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Inspektur Jenderal &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/05/kapolda-metro-jaya-saya-tak-suka-berpolemik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=655&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Orang nomer satu di jajaran kepolisian daerah Jakarta Raya berjanji memprioritaskan UU Pers dalam setiap penyelesaian sengketa yang melibatkan jurnalis dan media. </em></p>
<div id="attachment_656" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/kapolda.jpg"><img class="size-medium wp-image-656" title="kapolda" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/kapolda.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Kapolda Metro Jaya, AJI, dan LBH Pers. Misi profesionalisme.</p></div>
<p>Hampir satu jam menjelang sholat dhuhur di hari ketiga ramadhan, Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab menerima perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di ruang kerjanya. “Pertama-tama, kami ucapkan selamat bertugas sebagai Kapolda Metro Jaya. Dalam hal ini, kita mengemban misi yang sama, mewujudkan polisi dan wartawan yang profesional,” kata Sekjen AJI Indonesia, Jajang Jamaludin.</p>
<p><span id="more-655"></span></p>
<p>Selain berkenalan sekaligus silaturahmi dengan kapolda baru, AJI berharap Untung Rajab meneruskan upaya terwujudnya buku panduan sengketa pers antara polisi dan wartawan, yang upayanya telah dirintis ke Mabes Polri. AJI juga mengadukan beberapa perkara hukum terkait jurnalis dan media di wilayah Polda Metro, misalnya kriminalisasi wartawan Koran Jakarta Rusdi Mathari dan kasus “union busting” yang dilaporkan Serikat Pekerja Indosiar. “Tahun lalu ada 51 kasus kekerasan terhadap jurnalis, yang 7 di antaranya terjadi di Jakarta, dengan 2 perkara di antaranya dilakukan polisi,” kata Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika.</p>
<p>Inspektur Jenderal Polisi Untung S. Radjab dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya pada 11 Juli 2011 menggantikan Irjen Pol Sutarman yang menjalani tugas baru sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Untung S Rajab, lulusan Akpol 1977 memiliki masa tugas singkat, karena masa aktifnya sebagai polisi berlangsung hingga Oktober 2012.</p>
<p>“Saya ini polisi yang tak suka berpolemik,” kata Untung. Ia menegaskan, salah satu unsur profesional yakni berbicara sesuai dengan proporsi dan wewenangnya. Menegaskan profesionalisme versinya, baru-baru ini Untung menampik undangan tampil di Jakarta Lawyers Club, salah satu mata acara talk show di TV One. pria 56 tahun kelahiran Medan ini  menolak karena tak mau bicara perkara yang sedang diproses hukum.  “Ibaratnya, saya diajak tinju tapi tangan dan kaki saya diikat tali, sementara lawan bebas memukul,” kata Untung.</p>
<p>Sebelum menjabat Kapolda Metro, Untung S. Radjab tercatat pernah memimpin tiga polda, yakni DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Di Surabaya, mencatat rekor sebagai kapolda Jatim dengan masa jabatan tercepat, hanya 3 setengah bulan, sebelum dipromosikan ke ibukota.</p>
<p>Untung mengingatkan, setiap masalah harus dilihat sesuai dengan porsinya. Untuk masalah kemacetan di Jakarta misalnya, ia menegaskan tak semata-mata harus ditimpakan kepada kepolisian. “Lihat juga bagaimana kebijakan perdagangan sehingga impor mobil bisa terus meningkat,” kata salah seorang dari sedikit polisi intelek yang menyandang gelar doktor itu.</p>
<p>Sekadar catatan, sepekan setelah dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya, Untung S. Rajab mengunjungi markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat dan bertemu dengan petinggi FPI Habib Rizieq. Namun, beberapa hari lalu, Untung mengomentari kemacetan yang kerap terjadi akibat adanya kegiatan ormas Islam. Menurut Untung, masyarakat diminta untuk dapat beribadah dengan tidak merugikan orang lain. “Negara kita ini kesatuan NKRI bukan negara Islam. Catat ini,” <a title="Untung soal FPI" href="http://www.detiknews.com/read/2011/08/01/233915/1694286/10/ormas-islam-sering-buat-macet-kapolda-ri-bukan-negara-islam" target="_blank">ujar Untung</a> di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2011).</p>
<p><strong>Selesaikan kasus jurnalis</strong></p>
<p>Dalam pertemuan singkat itu, Kapolda Metro antara lain didampingi Kabid Humas Kombes Pol Baharudin Djafar, Kabid Propam Kombes Agusli Rasyid. Sementara dari AJI, selain Sekjen AJI Indonesia dan Ketua AJI Jakarta, hadir pula Dandy Koswaraputra (Divisi Pendidikan), Jojo Raharjo (Divisi Advokasi), Aditya Himawan (Divisi Serikat Pekerja) dan Direktur LBH Pers Hendrayana.</p>
<p>Terkait kasus-kasus yang melibatkan jurnalis, Kabid Humas Baharudin Djafar berjanji akan mencermati semua perkara itu. “Sampaikan ke saya detailnya,” kata mantan Kabid Humas Polda Sumut ini.</p>
<p>Bahar, begitu perwira melati tiga ini akrab disapa, bercerita, semasa bertugas di Sumatera Utara ia mengawal setiap kasus hukum yang menyertakan jurnalis. “Saya instruksikan ke semua jajaran kepolisian Poldasu agar melaporkan ke saya jika ada perkara yang melibatkan wartawan. Baik sebagai saksi, tersangka, maupun korban,” katanya.</p>
<p>Tekad menyelesaikan perkara jurnalis dengan mengedepankan UU Pers menjadi simpulan dari pertemuan ini. Cak Untung, begitu panggilan Kapolda Metro Jaya, memang tak asing dengan dunia tulis-menulis. Usai mendapat buku dan kaos kampanye AJI, pria yang menghabiskan masa sekolah SD hingga SMA di Surabaya ini balas menyampaikan buku berjudul “Polisi yang Elegan”. Dikemas setebal 125 halaman, buku bersampul merah bata itu berisi 14 tulisannya yang pernah dimuat di Harian Fajar, Kompas, dan Majalah Gatra.</p>
<p>Di halaman depan buku itu terpampang motto anak kelima dari sembilan bersaudara yang terlahir dari keluarga berayah polisi ini: “Polisi sudah baik, bila masyarakat merasa memilikinya.”</p>
<p>*) juga dimuat di Mediaindependen.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/655/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=655&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/05/kapolda-metro-jaya-saya-tak-suka-berpolemik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/kapolda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kapolda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Giring, Jaring, dan Daring</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/04/giring-jaring-dan-daring/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/04/giring-jaring-dan-daring/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 17:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[football evangelist]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Media Sepakbola hadir di tengah banyaknya media yang berlomba menggiring opini pencinta sepakbola ke arah tertentu. Dunia media telah berubah. Meninggalkan dunia konvensional alias “old media”, kini kita memasuki era 2.0, yang sering disebut sebagai “new media”. Pengertian media baru &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/04/giring-jaring-dan-daring/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=648&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><strong><em>Media Sepakbola hadir di tengah banyaknya media yang berlomba menggiring opini pencinta sepakbola ke arah tertentu.</em></strong></h6>
<div id="attachment_649" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/mediabola.jpg"><img class="size-medium wp-image-649" title="mediabola" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/mediabola.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Peluncuran situs Media Sepakbola.com. Referensi baru situs sepakbola.</p></div>
<p>Dunia media telah berubah. Meninggalkan dunia konvensional alias “old media”, kini kita memasuki era 2.0, yang sering disebut sebagai “new media”. Pengertian media baru di sini tak lain karena dunia, dengan segala perkembangan teknologi internet yang menyertainya, telah melupakan era konservatif yakni era penerbitan. Memang, koran, tabloid, dan majalah tak seketika berhenti seperti pernah disuarakan Rupert Mordock dan Bill Gates, tapi kehadiran internet dan varian penyertanya –di antaranya yang kita kenal sebagai jejaring sosial- membawa revolusi besar.</p>
<p><span id="more-648"></span>Selain soal kecepatan, hadirnya media dalam jaringan (daring) alias media online memberikan nilai tambah yakni dimungkinkannya interaksi nan amat cepat antara pengelola portal dan pembacanya. Di sisi lain, jejaring sosial seperti youtube, facebook dan twitter (ditambah lagi, fenomena google plus yang bakal turut meramaikan dunia persilatan social network) membuat masyarakat <em>netters</em> bisa beraktualisasi dalam segala bentuk. Positif atau negatif, semua hadir secara cepat dan balas-berbalas.</p>
<p>Mengapa dibilang negatif? Ya, selain hal-hal positif seperti kian dekatnya seorang publik figur dengan penggemarnya atau pejabat dengan konstituennya, sisi buruk muncul tatkala etika dalam berinteraksi di dunia maya menjadi nomer dua. Tatkala sebuah situs seperti <a href="http://www.bambangpamungkas20.com/">www.bambangpamungkas20.com</a> bisa menjadi begitu memberi inspirasi dan semangat pencerahan, ada pula portal berita yang di bagian olahraganya justru memancing semangat perkelahian antar supporter. Memang tak bisa dielakkan, karena kolom komentar di bagian bawah berita bisa langsung diunggah oleh penulisnya tanpa sensor.</p>
<p>Demikian pula dunia <em>facebook</em> dan <em>twitter. </em>Sebagai salah satu negara yang memiliki pengguna jejaring sosial terbesar di dunia, tak hanya sisi positif yang ada di ranah ini. Akun-akun palsu pun muncul tak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi semacam pembunuhan karakter bagi pemilik nama sebenarnya. Setelah kapten timnas Firman Utina mencak-mencak usai Piala AFF lalu, atas munculnya akun twitter dengan namanya, persoalan serupa bukan jaminan tak terulang. Cobalah anda buka dan amati linimasa (timeline) akun twitter @arifinpanigoro_ Hanya ada dua kemungkinan usai membacanya, jika anda tidak marah, maka akan tertawa terbahak-bahak.</p>
<p>Untuk ranah abu-abupun, pengakuan Bambang Pamungkas dalam bukunya “Bepe 20 Ketika Jemari Menari” bisa jadi contoh. Dikisahkan dalam tulisan “Confession of a Bad Boy”, Bepe –sapaan legenda timnas itu- mengusir rasa jenuh dalam mengikuti prakualifikasi Piala Asia di Oman. Saat itu, Bepe bersama Ponaryo Astaman membuat akun facebook palsu pelatih Beny Dollo dengan nama “Charles Bronson”, sesuai nama aktor yang digemari sang <em>coach</em>. Dibilang abu-abu, karena langkah itu tak sepenuhnya salah, tapi mampu meningkatkan disiplin dan soliditas tim di tengah suasana bosan jauh dari keluarga.</p>
<p><strong>Media Sepakbola</strong></p>
<p>Akhir pekan di penghujung Juli, situs Media Sepakbola.com secara resmi diluncurkan. Menjadi pertanyaan dan harapan kita bersama, agar situs berita olahraga ini menjadi panduan dan arahan bagi penggemar sepakbola. Tak mudah memang memenuhi misi itu, karena menggiring opini di dunia daring tak semudah memasukkan bola ke jaring.</p>
<p>Di tengah sekat-sekat yang mengancam peran sepakbola sebagai olahraga pemersatu, hadirnya sebuah media tak ubahnya pisau bermata dua. Bisa menjadi alat yang berguna untuk keselamatan manusia di meja operasi, tapi bisa juga memutus nyawa kala menikamnya di ulu hati.</p>
<p>Selamat hadir Media Sepakbola.com, semoga menjadi alternatif bacaan yang cepat, cerdas dan mencerahkan para <em>netters</em>!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=648&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/08/04/giring-jaring-dan-daring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/08/mediabola.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mediabola</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Purnama di Kompas TV</title>
		<link>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/07/16/dua-purnama-di-kompas-tv/</link>
		<comments>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/07/16/dua-purnama-di-kompas-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 18:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojoraharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration/biography]]></category>
		<category><![CDATA[Jakob Oetama]]></category>
		<category><![CDATA[Kompas Gramedia KG]]></category>
		<category><![CDATA[Kompas TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jojoraharjourney.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Pada penanggalan 15 Juli ini, berarti tepat dua bulan saya berada di kantor baru, Kompas TV. Tentu ungkapan awal adalah bersyukur atas semuanya, atas segala yang terjadi sehingga bisa sampai di institusi ini, dan juga atas menit-menit awal perjalanan di &#8230; <a href="http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/07/16/dua-purnama-di-kompas-tv/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=630&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_631" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/07/jojokompastv.jpg"><img class="size-medium wp-image-631" title="jojoKompastv" src="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/07/jojokompastv.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Newsroom Kompas TV. Taglinenya &quot;Inspirasi Indonesia&quot;.</p></div>
<p>Pada penanggalan 15 Juli ini, berarti tepat dua bulan saya berada di kantor baru, Kompas TV. Tentu ungkapan awal adalah bersyukur atas semuanya, atas segala yang terjadi sehingga bisa sampai di institusi ini, dan juga atas menit-menit awal perjalanan di sini.</p>
<p><span id="more-630"></span>Ibarat pertandingan sepakbola, sebenarnya sebuah tim bakal terlihat menang atau kalah dalam sebuah permainan bisa diketahui hanya beberapa saat setelah bola digulirkan dari titik tengah. Tentu bukan kapasitas saya, yang berada di tengah lapangan, untuk dapat menilai apakah saya berpeluang keluar lapangan dengan kepala tegak atau justru jadi pecundang. Setidaknya, saya bersyukur, hingga saat ini masih berada di tengah lapangan, dan mulai menikmati irama permainan di kompetisi yang bisa dibilang cukup baru ini.</p>
<p>Dibandingkan ranah media yang pernah saya geluti selama 14 tahun jadi jurnalis, dunia berita televisi -mengutamakan kecepatan dan akurasi informasi serta kekuatan visual-  memang relatif baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru sih, karena di akhir masa kerja sebelum <em>resign</em>, saya sempat mencicipi atmosfer dunia produksi visual di Espira TV, saluran inspirasi positif yang main di jejaring sosial ala Facebook dan Youtube.</p>
<p>Suasana kerja di kelompok Kompas Gramedia (KG) pun tak terbilang betul-betul anyar, jika menengok sejarah saat 1999-2001 bergabung dengan Radio Salvatore, yang kelak bermetamorfosa menjadi Radio Sonora Surabaya. Setidaknya, setelah kembali ke periuk KG, saya berharap bisa lebih awet di sini, tak sekadar memecahkan rekor kerja terlama, yang terakhir tercatat di CVC Australia selama 4 tahun 2 bulan.</p>
<p>Siapa sih yang bangga dibilang kutu loncat? Saya juga tidak. Meski mungkin masuk dalam kategori orang langka karena pernah mengecap suasana kerja di beberapa grup media besar, seperti KG, Jawa Pos, Tempo, dan institusi internasional tadi. Saya mesti harus lebih banyak menjadi <em>“humble”</em>, apalagi semasa belum menyandang status sebagai pemain yang diikat secara permanen.</p>
<p>“Bekerja adalah ibadah, karena itu harus fokus, serius, dan tak boleh setengah-setengah,” itulah petuah Jakob Oetama, pendiri kelompok perusahaan ini, saat mewejangi keluarga besar Kompas TV, 16 Juni lalu, di lantai 6 pusat kerajaan KG di Palmerah Selatan. “Kita kecil masing-masing, tapi bersama-sama kita bisa menjadi besar,” ungkap pria 79 tahun yang visinya terlihat makin tajam itu. Visi dahsyat Pak JO, sapaan akrabnya, antara lain diwujudkan dengan mengusung “multiplatform, multichannel, dan multimedia” sebagai <em>branding </em>baru kelompok KG akhir-akhir ini.</p>
<p>Kompas TV baru benar-benar <em>launching</em> medio September 2011, atau 57 hari terhitung saat tulisan ini diposting. Sebuah kebanggaan karena ikut menyertainya sejak embrio, menjadi bayi, dan semoga bisa terus bersama, membesarkan dan dibesarkan olehnya.</p>
<p>“Alam kita bagus, bahkan bencana dan kemiskinan bisa ditampilkan menarik di TV. Tapi, semua itu tak berarti tanpa manusia. Sentuhlah manusianya… kemanusiaannya,” lagi-lagi itulah pesan dari Pak JO, sebagaimana dilontarkan kawan dalam sebuah grup telepon pintar. Kamis (14/7), kakek kelahiran Borobudur, Magelang, 27 September 1931 itu meresmikan gedung baru Kompas TV, dalam sebuah perhelatan yang terbilang meriah.</p>
<p>Kompas TV baru permulaan, sebagaimana saya juga baru menapaki rumput demi rumput di lapangan ini. Peluit <em>kick-off</em> baru saja ditiup, dan kami berharap mampu menyuguhkan permainan indah. Tak semata jadi pemenang, tapi juga benar-benar menghibur serta mencerdaskan penonton dan semua yang ada di pinggir lapangan. Tapi, buat apa juga hanya menampilkan sepakbola indah ala <em>jogo bonito</em> kalau kemudian keluar lapangan dengan kepala tertunduk karena melihat angka menyesakkan di papan skor?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jojoraharjourney.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jojoraharjourney.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jojoraharjourney.wordpress.com&amp;blog=14307286&amp;post=630&amp;subd=jojoraharjourney&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jojoraharjourney.wordpress.com/2011/07/16/dua-purnama-di-kompas-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af9e47e3ff784ca97afb5b7f2ab4c856?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jojoraharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jojoraharjourney.files.wordpress.com/2011/07/jojokompastv.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jojoKompastv</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
